Archive for September 28, 2018

Contoh TPA OTO Bappenas

Contoh TPA OTO Bappenas

 

Contoh TPA OTO Bappenas – Tes potensi akademik (TPA) adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan (akademis).

Tes ini juga sering dibungkan dengan kecerdasan seseorang. Saat ini, TPA  telah menjadi tes standar penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), rekrutmen karyawan swasta, serta karyawan BUMN di tahun 2018.

Contoh TPA OTO Bappenas

Bahkan kenaikan jabatan setingkat meneger di berbagai perusahaan juga mensyaratkan karyawannya mencapai TPA dengan dengan skor minimum tertentu. Tes Potensi Akademik juga umum dipakai sebagai tes penerimaan mahasiswa untuk jenjang S1 dan S2.

Adapun Tes Potensi Akademik ini umumnya memiliki empat jenis soal. Yaitu, tes verbal atau bahasa, tes numerik atau angka, tes logika, dan tes spacial atau gambar.

  • Tes verbal berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (Persamaan kata), antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.
  • Tes angka mengukur kemamuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berfikir terstruktur, dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmatik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka, dan tes angka dalam cerita.
  • Tes logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita, dan tes logika diagram.
  • Sedangkan tes spesial atau tes gambar berfungsi untuk mengukur daya logika ruang yang dimiliki seseorang.

Berikut merupakan contoh TPA  TPA OTO Bappenas yang mungkin sering di keluarkan pada soal-soal TPA nantinya. Di bawah adalah contoh soal tes TPA pahami dengan seksama supaya paham dan bisa ingat pada Waktu tes TPA nantinya.

Contoh TPA OTO Bappenas

  1. Lugu

A.Kampungan

B.Bersahaja

C.Sabar

D.Bodoh

E.Penurut

 

  1. Kesahihan

A.Kebenaran

B.Kematangan

C.Keberlakuan

D.Kesalahan

E.Kemantapan

 

  1. Debat

A.Komentar

B.Diskusi

C.Perbantahan

D.Permasalahan

E.Pembicaraan

 

  1. Aksesori

A.Cenderamata

B.Kalung

C.Penghias

D.Perhiasan

E.Suvenir

 

  1. Insting

A.Jiwa

B.Perasaan

C.Rohani

D.Naluri

E.Hati

 

  1. PEMUPUKAN >< . . . . . .

   A.Rehabilitasi

   B.Reboisasi

   C.Penggundulan

   D.Defertilisasi

   E.Renovasi

 

  1. SIAU >< . . . . . .

   A.Mendidih

   B.Memuai

   C.Membeku

   D.Mencair

   E.Memanas

 

  1. PREMAN >< . . . . . .

   A.Pengawal

   B.Sendiri

   C.Dinas

   D.Mafia

   E.Partikelir

 

  1. HIRAU >< . . . . . .

   A.Lupa

   B.Ingat

   C.Lalai

   D.Kolase

   E.Acuh

 

  1. OPAS >< . . . . . .

   A.Porter

   B.Komandan

   C.Pesuruh

   D.Pemimpin

   E.Prajurit

 

  1. Norwegia : Luxemburg

A.Vietnam : Indonesia

B.Australia : Inggris

C.Brazil : Spanyol

D.Iraq : Australia

E.Chili : China

 

  1. Penyelam laut dalam : Tabung Oksigen

A.Petani : Kerbau

B.Perampok : Topeng muka

C.Penerjun payung : Parasut

D.Polisi : Mobil patroli

E.Burung : Sayap

 

  1. Bodoh : Idiot

A.Pintar : Pandai

B.Pandai : Jenius

C.Dungu : Cerdas

D.Rajin : Pintar

E.Jenius : Cerdas

 

  1. Bola lampu : Thomas A. Edison

A.Mesin uap : James Watt

B.Telepon : Alexander George

C.Pesawat : Copernicus

D.Radio : Pierre Curie

E.Listrik : Michael Moorer

 

  1. Gading : Gajah

A.Taring : Macan

B.Gigi : Singa

C.Kuping : Kelinci

D.Kulit : Ular

E.Hidung : Bekantan

 

  1. Jika x = 1/16 dan y = 16% maka :

A.x>y

B.x<y

C.x=y

D.x dan y tak dapat ditentukan

E.x2 > y

 

  1. Jika x = 0,178 + 6,017 + 5,278925 y = 12

A.x > y

B.x < y

C.x = y

D.x dan y tak bisa ditentukan

E.2x – 2y = 0

 

  1. Jika x berat total p kotak yang masing-masing beratnya q kg, dan y = berat total q kotak yang masing-masing beratnya p kg, maka

A.x > y

B.x < y

C.x = y

D.x dan y tak bisa ditentukan

E.2x > 2y

 

  1. 18, 23, 19,  25,  22,  29  …,  …

A.25 dan 34

B.23 dan 33

C.27 dan 35

D.25 dan 35

E.24 dan 32

 

  1. 30, 32, 33,  35,  42,  48,  …,   …,  63

A.40 dan 52

B.54 dan 60

C.42 dan 52

D.55 dan 59

E.50 dan 60

 

  1. 4, 17, 8,   14,   16,   11,   32,   28,  …,  …

A.66 dan 4

B.58 dan -3

C.60 dan 3

D.64 dan 5

E.61 dan 2

 

  1. 13, 14, 17,  22,  29,  38,  …

A.45

B.47

C.49

D.50

E.51

 

  1. (15 + 40)2 = …

A.3052

B.3025

C.3005

D.3225

E.3325

 

  1. 0,875 : 5/2 = …

A.0,35

B.0,55

C.0,53

D.0,25

E.2,65

 

  1. (0,31)2 = …

A.0,0691

B.0,0661

C.0,0991

D.0,0971

E.0,0961

 

  1. Kebanyakan burung dapat terbang. Burung unta adalah juga seekor burung. Jadi :

A.Burung unta dapat terbang

B.Burung unta memang tidak dapat terbang

C.Burung unta belum tentu dapat terbang

D.Jawaban a,b, dan c ketiga-tiganya salah

 

  1. Semua Mahasiswa ISTN lulus tepat pada waktunya. Sebagian Mahasiswa ISTN adalah Mahasiswa Program Perkuliahan Karyawan (P2K). Jadi :

A.Semua Mahasiswa Program Perkuliahan Karyawan (P2K) ISTN lulus tepat pada waktunya.

B.Sebagian Mahasiswa ISTN lulus tidak tepat pada waktunya

C.Mahasiswa ISTN yang lulus tepat pada waktunya pasti Mahasiswa Program Perkuliahan Karyawan (P2K).

D.Sebagian Mahasiswa ISTN adalah Mahasiswa Program Perkuliahan Karyawan (P2K).

 

  1. Semua donor harus berbadan sehat. Sebagian donor darah memiliki golongan darah O. Jadi …

A.Sebagian orang yang bergolongan darah O dan menjadi donor darah berbadan sehat.

B.Semua donor harus memiliki golongan darah O dan berbadan sehat.

C.Semua donor darah yang memiliki golongan darah O harus berbadan sehat.

D.Yang berbadan sehat adalah yang memiliki golongan darah O dan menjadi donor darah.

 

  1. Di Jakarta telah banyak dibangun gedung bertingkat. Hotel-hotel dan pasar-pasar yang baru dibangun di negara kita banyak yang bertingkat. Pak Sarlito baru datang ke Jakarta dan tinggal di sebuah hotel. Pak Sarlito sudah merencanakan untuk melihat dari dekat gedung-gedung yang bertingkat. Jadi…

A.Pak Sarlito menginap di hotel yang bertingkat

B.Tidak ada hotel yang bertingkat di Jakarta

C.Di Jakarta banyak hotel-hotel yang bertingkat

D.Mungkin Pak Sarlito menginap di hotel yang tidak bertingkat

 

  1. Hanya jika berbakat dan bekerja keras, seorang atlet dapat sukses sebagai atlet profesional. Berikut adalah kesimpulan yang secara logis dapat ditarik dari pernyataan di atas:

A.Jika seorang atlet berbakat dan bekerja keras, maka ia akan sukses sebagai atlet profesional.

B.Jika seorang atlet tidak sukses sebagai atlet profesional, maka ia tidak berbakat.

C.Jika seorang atlet tidak sukses sebagai atlet profesional, maka ia bukan pekerja keras.

D.Jika seorang atlet tidak berbakat atau tidak bekerja keras, maka ia tidak akan sukses sebagai atlet profesional.

 

Demikian Postingan kami kali ini mengenai Contoh Soal Tes TPA OTO Bappenas. Semoga bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya.

Contoh TPA OTO Bappenas

Tips Mengerjakan TPA OTO Bappenas

Tips Mengerjakan TPA OTO Bappenas

 

Tips Mengerjakan TPA OTO Bappenas – Soal tes potensi akademik terlihat mudah dan tidak terlalu memebani pikiran. Namun bila diamati, tes yang satu ini bisa menjadi boomerang bagi para pelajar yang serius ingin masuk perguruan tinggi. Mengapa demikian? Soal tersebut sering diacuhkan dan dianggap mudah sehingga mereka salah menjawabnya.

Tips Mengerjakan TPA OTO Bappenas

Selain acuh tak acuh, waktu pengerjaan yang sedikit, dan tingkat kesulitan soal yang meningkat bisa berpengaruh terhadap benar atau tidaknya jawaban siswa. Padahal, TPA merupakan tolak ukur apakah seorang siswa pantas masuk dan lulus di sistem pembelajaran perguruan tinggi. Jika seorang siswa lulus tes potensi akademik ini, maka bisa dipastikan ia dapat menyelesaikan studi dengan baik di perguruan tinggi tersebut. Nah, lalu bagaimana cara agar kita lolos tes ini? Simak terus artikel ini dan dapatkan Tips Mengerjakan TPA OTO Bappenas.

  1. Berlatih mengerjakan soal-soal TPA. Satu bulan sebelumnya berlatihlah soal-soal TPA sebanyak mungkin. Dan patuhilah batasan waktu dalam mengerjakan TPA yang ada. Tips dan Trik Mengerjakan TPA ini penting untuk membiasakan diri anda bekerja cepat menyelesaikan soal-soal tersebut. Jika anda tidak mematuhi batasan waktu tersebut, anda akan terbiasa mengerjakannya dengan santai dan dalam waktu yang lama. Jika ini terjadi, maka anda akan mengalami kesulitan pengaturan waktu saat tes TPA yang sebenarnya. Latihan soal-soal TPA sebanyak-banyaknya akan membuat anda akrab dengan berbagai jenis dan model soal.
  1. Dalam tes TPA, tes angka yang diberikan umumnya adalah angka-angka yang bisa dikerjakan tanpa harus menggunakan rumus-rumus matematika tertentu yang rumit. Oleh sebab itu, tak perlu anda menghafal berbagai macam rumus-rumus matematika yang rumit untuk menghadapi tes TPA, karena akan membebani anda saja. Tips Mengerjakan TPA OTO Bappenas yang diperlukan adalah logika berpikir terstruktur.
  1. Tips Mengerjakan TPA OTO Bappenas selanjutnya adalah saat anda mengerjakan soal-soal TPA, kondisikan diri anda dalam keadaan yang konsentrasi tapi rileks, tidak tegang dan tidak panik.
  1. Sebelum mulai mengerjakan, lihatlah jumlah soal dan jumlah waktu yang diberikan. Lalu hitunglah berapa alokasi waktu per soal. Misalkan per soal, anda punya waktu 30 detik, maka kerjakanlah masing-masing soal maksimal dalam waktu 25 detik saja. Sisa 5 detik ini penting untuk mengerjakan soal-soal yang terlewati atau masih ragu-ragu dalam jawaban. Jika dalam waktu 25 detik, anda tidak mampu menemukan jawabannya, lewati saja. Pokoknya lewati saja.
  1. Selain mematuhi alokasi waktu per soal, upayakan pula menabung waktu. Jika dalam mengerjakan satu soal anda hanya membutuhkan 23 detik, maka anda dapat menabung 7 detik. Ini sangat penting artinya di saat-saat akhir. Karena anda akan sangat memerlukan waktu untuk mengulangi soal yang terlewati, soal yang masih ragu-ragu jawabannya,dan meneliti ulang lembar jawaban apakah arsiran pensilnya sudah hitam sempurna.
  1. Jika anda menemukan soal (terutama soal dari tes angka) yang bentuknya belum pernah anda temukan sebelumnya dan anda tidak tahu bagaimana mengerjakan soal tersebut, Tips dan Trik Mengerjakan TPA maka jangan ambil pusing. Jangan terpaku pada soal tersebut. Lewati dulu. Berpusing-pusing ria terhadap soal tertentu yang anda belum tahu bentuknya dan bagaimana mengerjakannya, akan menguras energi otak dan menguras stamina berfikir anda. Selain itu juga akan sangat membuang waktu.
  1. Jangan sekali-kali merasa penasaran dengan soal tertentu. Soal manapun saja. Tips dan Trik Mengerjakan TPA adalah disiplinlah dengan alokasi waktu per soal. Ikuti aturan GBYL. Gak Bisa ? Ya Lewati. Rasa penasaran terhadap soal tertentu ini sangat merugikan. Rasa penasaran ini dapat ”mengusik” konsentrasi anda dalam mengerjakan soal-soal berikutnya.
  1. Jangan pilih kasih terhadap soal tertentu adalah kunci Tips dan Trik MengerjakanTPA. Semua soal adalah sama bobot nilainya. Oleh karena itu, setiap soal mendapatkan alokasi jatah waktu yang sama.
  1. Berdasarkan penelitian ilmiah, kondisi psikis, mental dan kinerja otak memiliki hubungan erat. Jika kondisi psikis tenang, maka otak anda berada pada gelombang tertentu yang sangat kondusif untuk berpikir secara optimal. Oleh sebab itu, sebelum melaksanakan tes TPA, bagi anda yang muslim, sempatkanlah pergi ke mushola atau ruangan untuk sholat, untuk melaksanakan sholat hajat (sholat dalam rangka bermohon sesuatu). Bermohonlah kepada Allah agar anda dapat melaksanakan tes TPA ini dengan baik dan melampaui skor minimum yang diharapkan. Dengan melaksanakan sholat hajat sebelum tes dan do’a tersebut, Insya Allah anda akan merasakan kondisi psikis dan mental yang lebih baik. Lebih tenang. Sehingga otak anda berada pada kondisi optimal untuk berpikir.
  1. Jawab semua soal. Setelah selesai mengerjakan soal-soal yang mudah, dan tersisa soal-soal yang sulit, tetap jawab semua soal walaupun tebak-tebakan. Lumayan kan kalau ada jawaban yang benar terpilih? toh kalau pun salah, tidak akan ada pengurangan skor.

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya pelatihan TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, Anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat. Lalu dengan mengikuti Pelatihan TPA Bappenas kita akan diberikan materi-materi yang harus kita hafal.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Pelatihan TPA Bappenas.

Kursus TPA Bappenas

Mengapa Pelatihan TPA Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka kegiatan pelatihan TPA ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

Apa Saja Manfaat  Pelatihan TPA ?

Konsultan sukses-tpa berpengalaman menyelenggarakan Pelatihan TPA maupun Private TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti pelatihan di konsultan Sukses TPA hasilnya sebagian besar peserta TPA meningkat tajam. Ini dikarenakan mereka telah belajar soal-soal TPA dan bagaimana cara mengerjakan dengan cepat.

Pada umumnya nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.

Pelatihan TPA akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah. Jika belum mengenal tipe dan bentuk soal TPA langsung mengikuti Tes Potensi Akademik, dipastikan hasilnya akan kurang memuaskan. Bisa jadi ketika mengerjakan akan tertegun, gagap, bingung dan lainnya karena waktu yang diberikan begitu cepat. Dengan mengikuti Pelatihan TPA, akan diakhiri dengan evaluasi berupa Tes Prediksi TPA, maka baik Lembaga maupun Karyawan  dapat memperkirakan potensi akademisnya, selain  perasaan percaya diri lebih tinggi dalam menghadapi tes TPA.

Materi Pelatihan & Instruktur

Verbal (padanan kata, lawan kata, analogi verbal);  Kuantitatif (hitungan, deret bilangan, komparasi kuantitatif); Penalaran (logika formal, analitis, keruangan, penalaran logis) serta ditambah dengan teknik mengerjakan TPA dengan metode berpikir strategis. Instruktur berpengalaman & berlatar  belakang pendidikan yang relevan dengan materi pelatihan.

Tempat & Waktu

Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal.

Waktu Pelatihan Reguler di hari libur kerja Sabtu/Minggu (jadwal silahkan lihat disini) mulai Pk. 08.00 s.d 16.30 WIB

Lokasi Pelatihan : Pusat Studi Jepang UI Depok

Info Lebih Lanjut Mengenai Pelatihan TPA Bappenas Silahkan KLIK WhatsApp Sekarang

 

Tips Mengerjakan TPA OTO Beppenas

Soal Tes TPA OTO Bappenas Pdf

Soal Tes TPA OTO Bappenas Pdf

 

Soal Tes TPA OTO Bappenas Pdf – Tes potensi akademik (TPA) adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan (akademis). Tes ini juga sering dibungkan dengan kecerdasan seseorang. Saat ini, TPA  telah menjadi tes standar penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), rekrutmen karyawan swasta, serta karyawan BUMN di tahun 2018.

Soal Tes TPA OTO Bappenas Pdf

Bahkan kenaikan jabatan setingkat meneger di berbagai perusahaan juga mensyaratkan karyawannya mencapai TPA dengan dengan skor minimum tertentu. Tes Potensi Akademik juga umum dipakai sebagai tes penerimaan mahasiswa untuk jenjang S1 dan S2.

Adapun Tes Potensi Akademik ini umumnya memiliki 3 jenis soal. Yaitu, tes verbal atau bahasa, tes numerik atau angka, dan tes logika.

  • Tes verbal berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (Persamaan kata), antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.
  • Tes angka mengukur kemamuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berfikir terstruktur, dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmatik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka, dan tes angka dalam cerita.
  • Tes logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita, dan tes logika diagram.

Cara paling EFEKTIF dan JITU dalam menghadapi TPA Bappenas adalah dengan mempelajari langsung soal-soal sebelumnya. Dengan sering mempelajari dan latihan soal TPA Bappenas kita akan terbiasa melihat bentuk, pola soal TPA Bappenas serta tingkat kesulitannya seperti apa.

Silahkan Download Soal Tes TPA OTO Bappenas Pdf berikut ini :

Soal Tes TPA OTO Bappenas Pdf Modul 1

Soal Tes TPA OTO Bappenas Pdf Modul 2

Soal Tes TPA OTO Bappenas Pdf Modul 3

Soal Tes TPA OTO Bappenas Pdf Modul 4

Soal Tes TPA OTO Bappenas Pdf TRY OUT

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya pelatihan TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, Anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat. Lalu dengan mengikuti Pelatihan TPA Bappenas kita akan diberikan materi-materi yang harus kita hafal.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Pelatihan TPA Bappenas.

Mengapa Pelatihan TPA Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka kegiatan pelatihan TPA ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

Apa Saja Manfaat  Pelatihan TPA ?

Konsultan sukses-tpa berpengalaman menyelenggarakan Pelatihan TPA maupun Private TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti pelatihan di konsultan Sukses TPA hasilnya sebagian besar peserta TPA meningkat tajam. Ini dikarenakan mereka telah belajar soal-soal TPA dan bagaimana cara mengerjakan dengan cepat.

Pada umumnya nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.

Pelatihan TPA akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah. Jika belum mengenal tipe dan bentuk soal TPA langsung mengikuti Tes Potensi Akademik, dipastikan hasilnya akan kurang memuaskan. Bisa jadi ketika mengerjakan akan tertegun, gagap, bingung dan lainnya karena waktu yang diberikan begitu cepat. Dengan mengikuti Pelatihan TPA, akan diakhiri dengan evaluasi berupa Tes Prediksi TPA, maka baik Lembaga maupun Karyawan  dapat memperkirakan potensi akademisnya, selain  perasaan percaya diri lebih tinggi dalam menghadapi tes TPA.

Materi Pelatihan & Instruktur

Verbal (padanan kata, lawan kata, analogi verbal);  Kuantitatif (hitungan, deret bilangan, komparasi kuantitatif); Penalaran (logika formal, analitis, keruangan, penalaran logis) serta ditambah dengan teknik mengerjakan TPA dengan metode berpikir strategis. Instruktur berpengalaman & berlatar  belakang pendidikan yang relevan dengan materi pelatihan.

Tempat & Waktu

Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal.

Waktu Pelatihan Reguler di hari libur kerja Sabtu/Minggu (jadwal silahkan lihat disini) mulai Pk. 08.00 s.d 16.30 WIB

Lokasi Pelatihan : Pusat Studi Jepang UI Depok

Info Lebih Lanjut Mengenai Pelatihan TPA Bappenas Silahkan KLIK WhatsApp Sekarang

Soal Tes TPA OTO Bappenas Pdf

Soal TPA OTO Bappenas dan Pembahasannya

Soal TPA OTO Bappenas dan Pembahasannya

 

Soal TPA OTO Bappenas dan Pembahasannya – Tes Potensi Akademik atau TPA adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan atau akademis. Karenanya TPA ini sering dihubungkan dengan kecerdasan seseorang. Tes Potensi Akademik identik dengan tes GRE atau Graduate Record Examination sebagai standar internasional. Model, materi, dan bidang yang diuji dalam TPA sebagian besar merujuk kepada tes GRE. Tes GRE menjadi standar internasional syarat penerimaan mahasiswa Perguruan Tinggi.

Soal TPA OTO Bappenas dan Pembahasannya

Tes Potensi Akademik (TPA) pada umumnya juga sering di ujikan dalam proses penerimaan karyawan atau pegawai baru di sebuah perusahaan. Berbeda dengan psikotes, tes ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui kemampuan seseorang di bidang akademik dan pengetahuan umum lainnya. Melalui tes postensi akademik (TPA) maka akan dapat diketahui tingkat kecerdasan seseorang atau calon karyawan dan pegawai baru.

Soal TPA Bappenas

Soal TPA Bappenas dibagi dalam 3 subtes, antara lain :

  • Tes verbal berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (persamaan kata), tes antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.
  • Tes angka berfungsi mengukur kemampuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berpikir terstruktur dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmetik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka dan tes angka dalam cerita.
  • Tes penalaran berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita dan tes logika diagram.

Pada update ini akan dibahas contoh Soal TPA Bappenas Dan Kunci Jawaban, silahkan simak selengkapnya.

Ingat, banyak sekali manfaat yang bisa di dapat dengan memperbanyak belajar dengan latihan-latihan seperti ini. Bukan hanya tambah pintar tapi akan meningkatkan kepercayaan diri kita dalam menjawab berbagai soal tes yang ada.

Kan memang sudah tidak asing lagi, biasanya saat akan menghadapi tes masuk baik itu untuk perguruan tinggi maupun kerja kita sering membutuhkan berbagai referensi soal untuk latihan misalnya latihan untuk test tpa. Langsung saja, berikut ini Soal TPA OTO Bappenas dan Pembahasannya

  1. Lugu

A.Kampungan

B.Bersahaja

C.Sabar

D.Bodoh

E.Penurut

Jawaban :

Bersahaja (B)

Lugu adalah sifat yang tidak banyak tingkah, sewajarnya, apa adanya, bersahaja. (b)

 

  1. Kesahihan

A.Kebenaran

B.Kematangan

C.Keberlakuan

D.Kesalahan

E.Kemantapan

Jawaban :

Kebenaran (A)

Sahih adalah sah; benar; sempurna; sehat (tiada celanya); pasti. Kesahihan = Kebenaran. (a)

 

  1. Debat

A.Komentar

B.Diskusi

C.Perbantahan

D.Permasalahan

E.Pembicaraan

Jawaban :

Perbantahan (C)

Debat adalah Perbantahan, pertengkaran dengan kata-kata (c)

 

  1. Aksesori

A.Cenderamata

B.Kalung

C.Penghias

D.Perhiasan

E.Suvenir

Jawaban :

Penghias (C)

Aksesori adalah barang/benda yang berfungsi sebagai pelengkap, pemanis, penghias. (c)

 

  1. Insting

A.Jiwa

B.Perasaan

C.Rohani

D.Naluri

E.Hati

Jawaban:

Hati (D)

Insting adalah sesuatu yang dilakukan sesuai kata hati, sinonim dengan naluri, yaitu menurut kata hati.

 

  1. PEMUPUKAN >< . . . . . .

   A.Rehabilitasi

   B.Reboisasi

   C.Penggundulan

   D.Defertilisasi

   E.Renovasi

Jawaban:

Defertilisasi (D)

Pemupukan merupakan perbuatan menyuburkan tanah dengan rabuk (pupuk) dan lawannya adalah keadaan tidak subur (defertilisasi).

 

  1. SIAU >< . . . . . .

   A.Mendidih

   B.Memuai

   C.Membeku

   D.Mencair

   E.Memanas

Jawaban:

Mendidih (A)

Siau bisa diartikan sudah tak panas lagi; dingin kembali. Dan lawannya adalah mendidih.

 

  1. PREMAN >< . . . . . .

   A.Pengawal

   B.Sendiri

   C.Dinas

   D.Mafia

   E.Partikelir

Jawaban:

Dinas (C)

Preman sama dengan partikelir, tidak sedang berdinas, bukan tentara, tidak sedang berseragam, kepunyaan sendiri.

 

  1. HIRAU >< . . . . . .

   A.Lupa

   B.Ingat

   C.Lalai

   D.Kolase

   E.Acuh

Jawaban:

Acuh (E)

Menghiraukan mempunyai lawan mengindahkan; mengacuhkan.

 

  1. OPAS >< . . . . . .

   A.Porter

   B.Komandan

   C.Pesuruh

   D.Pemimpin

   E.Prajurit

Jawaban:

Pemimpin (D)

Pesuruh, tukang jaga, porter mempunyai arti yang sama dengan opas. Jadi lawannya adalah pemimpin.

 

  1. INTENSITAS : FREKUENSI

   A.Hadiah : Pengabdian

   B.Penghargaan : Penghormatan

   C.Jauh : Jarak

   D.Jumlah : Total

   E.Hak : Kewajiban

Jawaban:

Penghargaan : Penghormatan (B)

Intensitas mempunyai makna hampir sama dengan frekuensi, begitu pula dengan penghargaan yang mempunyai makna hampir sama dengan penghormatan.

 

  1. MODERN : TRADISIONAL

A.Roket : Rudal Scud

B.Ferrari : Fiat

C.Pesawat : Sepeda Motor

D.Mobil : Pedati

E.TV : VCD Player

Jawaban:

Mobil : Pedati (D)

Alat  moderen dan alat tradisional adalah mobil dan pedati. (D) Semua alat lain yang disebutkan adalah moderen.

 

  1. INDONESIA : BELANDA

A.Malaysia : Inggris

B.India : Spanyol

C.Australia : Selandia Baru

D.Singapura : China

E.Brunei Darussalam : Timor Leste

Jawaban:

Malaysia : Inggris (A)

Indonesia pernah dijajah oleh Belanda. Dan Malaysia pernah dijajah oleh Inggris. (A)

 

  1. KARNIVORA : SINGA

A.Reptilia : Buaya

B.Manusia : Omnivora

C.Herbivora : Sapi

D.Omnivora : Harimau

E.Herbivora : Omnivora

Jawaban:

Herbivora : Sapi (C)

Salah satu jenis karnivora (pemakan daging) adalah singa. Pilihan B tidak sepadan dengan urutan pertanyaan (Jenis : Contoh, bukan Contoh : Jenis). Jadi pilihan B kurang tepat, meskipun benar manusia adalah omnivora.  Sedangkan salah satu jenis herbivora (pemakan tumbuhan) adalah sapi. Jadi, pilihan yang benar dan tepat adalah (C)

 

  1. NORWEGIA : LUXEMBURG

A.Vietnam : Indonesia

B.Australia : Inggris

C.Brazil : Spanyol

D.Iraq : Australia

E.Chili : China

Jawaban:

Vietnam : Indonesia (A)

Norwegia dan Luxemburg adalah dua negara yang sama-sama berada di benua Eropa. Vietnam dan Indonesia adalah dua negara yang sama-sama berada di benua Asia.

Demikianlah postingan tentang Soal TPA OTO Bappenas dan Pembahasannya. Semoga bermanfaat ….

Soal TPA OTO Bappenas dan Pembahasannya

Kursus TPA UI

Kursus TPA UI

 

Kursus TPA UI – Tes Potensi Akademik bisa dibilang adalah sebuah tes bertujuan untuk mengetahui bakat & kemampuan seseorang di bidang keilmuan atau akademis. Sehingga, TPA ini sering dihubungkan dengan kecerdasan seseorang. Tes Potensi Akademik merupakan suatu standar tes yang bertujuan untuk mengukur potensi akademik calon mahasiswa dengan membandingkan potensi satu calon mahasiswa dengan mahasiswa lain secara lebih obyektif, baik itu calon mahasiswa S1, S2, dan S3. TPA masuk ke SNMPTN untuk S1 sejak tahun 2012. Bahkan juga, TPA digunakan pada Tes Calon Penerimaan Pegawai Negeri Sipil namun sering dipanggil sebagai psikotest.

Kursus TPA UI

Universitas Indonesia mulai beberapa tahun terakhir ini telah menjadi salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia yang menggunakan hasil dari tes TPA sebagai salah satu acuan untuk calon mahasiswanya. Calon mahasiswa S1, S2 dan S3 harus menyerahkan hasil tes TPAnya, tentu saja nilai yang disyaratkan di masing-masing fakultas yang akan dituju tidak sama.

Seperti halnya tes TPA pada umumnya, Soal TPA UI pun juga terdiri dari :

Verbal terdiri dari :

  • Sinonim = persamaan kata
  • Antonim = lawan kata
  • Analogi = padanan kata
  • Pemahaman bacaan

Kuantitatif terdiri dari :

  • Aljabar
  • Geometri
  • Deret
  • Aritmatika

Penalaran terdiri dari :

  • Penarikan Kesimpulan
  • Logika
  • Analisis

Banyaknya soal TPA disertai dengan waktu pengerjaan yang sempit mengakibatkan banyaknya peserta yang gugur pada tahap ini. Tidak hanya sebatas jumlah soal dan minimnya waktu yang diberikan, terdapat faktor kegagalan lainnya seperti kurangnya latihan mengerjakan soal-soal TPA, tidak memahami proses mengerjakan soal dengan cepat dan tepat, dan kurangnya pemahaman peserta atas deskripsi pengerjaan soal-soal TPA.

Untuk mempermudah Anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya Anda mengikuti Kursus TPA UI. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti Kursus TPA UI adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya pelatihan TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Kursus TPA UI, Anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat.

Mengapa Kursus TPA UI Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka kegiatan pelatihan TPA ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

Manfaat  Pelatihan TPA

Konsultan sukses-tpa berpengalaman menyelenggarakan Pelatihan TPA maupun Private TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti pelatihan di konsultan Sukses TPA hasilnya sebagian besar peserta TPA meningkat tajam. Ini dikarenakan mereka telah belajar soal-soal TPA dan bagaimana cara mengerjakan dengan cepat.

Pada umumnya nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.

Pelatihan TPA akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah. Jika belum mengenal tipe dan bentuk soal TPA langsung mengikuti Tes Potensi Akademik, dipastikan hasilnya akan kurang memuaskan. Bisa jadi ketika mengerjakan akan tertegun, gagap, bingung dan lainnya karena waktu yang diberikan begitu cepat. Dengan mengikuti Pelatihan TPA, akan diakhiri dengan evaluasi berupa Tes Prediksi TPA, maka baik Lembaga maupun Karyawan  dapat memperkirakan potensi akademisnya, selain  perasaan percaya diri lebih tinggi dalam menghadapi tes TPA.

Kami membuka kelas Kursus TPA UI dengan jadwal berikut ini :

Waktu Pelaksanaan

(klik disini)

Biaya

Investasi : Rp. 499.000,-

Fasilitas

  • Satu kelas maksimal 30 Orang
  • Pengajar berkualitas
  • Modul pembelajaran
  • Snack
  • Lunch
  • Coffee break

Syarat Pendaftaran

  • Mendaftar melalui WhatsApp 0821 4324 7049
  • Membayar biaya belajar, dengan DP min. 99rb

Selain itu, Kursus TPA UI bersama sukses-tpa.com memiliki Program Garansi sampai Lulus. Anda hanya perlu investasi sebesar Rp. 5 juta.

Fasilitas Program Garansi

  • Dibimbing sampai lulus sesuai target
  • Bebas mengikuti kelas yang di adakan sukses-tpa.com
  • Konsultasi sesuai dengan waktu yang telah disepakati
  • Modul tambahan
  • Perkembangan peserta selalu di pantau
  • Jika sampai batas waktu yang telah disepakati peserta tidak berhasil maka dana investasi akan dikembalikan 60%

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Program Garansi silahkan KLIK DISINI !!

Jika Anda berminat mengikuti Kursus TPA UI silahkan hubungi kami melalui WhatsApp.

Kursus TPA UI

TPA OTO Bappenas Online

TPA OTO Bappenas Online

 

TPA OTO Bappenas Online – Tes Potensi Akademik yang dilakukan di Indonesia ini juga identik dengan tes GRE dan GMAT yang menjadi standar internasional. Saat ini, Tes Potensi Akademik merupakan salah satu tes standar menerimaan di perguruan tinggi untuk jenjang S2 dan S3. Bahkan skarang SMPTN pun pakai Tes TPA serta salah satu tes yang diujikan dalam rekrutmen penerimaan tenaga kerja baru.

TPA OTO Bappenas Online

Selain itu, tes potensi akademi (TPA) juga digunakan sebagai tes standar penyaringan calon pegawai negeri sipil (CPNS), maupun pegawai swasta. Bahkan kenaikan pangkat setingkat manajer atau team leader juga seringkali mempersyaratkan tes TPA dengan skor minimum tertentu.

Tes TPA Online merupakan salah satu cara latihan yang bisa dilakukan sebelum mengikuti tes potensi akademik yang sesungguhnya. Selain melalui aplikasi tes potensi akademik online, bisa juga melakukan persiapan dengan membeli buku tes potensi akademik di toko buku, melatih hapalan kosakata yang luas dengan sering-sering membaca koran dan rumus cepat menjawab pertanyaan-pertanyaan matematika karena memang untuk menjawab tes potensi akademik membutuhkan kecepatan dan ketepatan yang baik.

Tes TPA online menawarkan solusi yang tepat untuk melakukan latihan tes potensi akademik tanpa dipungut biaya sedikitpun. Aplikasi tes potensi akademik online ini 100% Gratis dan sangat bisa diandalkan untuk berlatih menjawab soal-soal tes potensi akademik secara online. Tanpa melakukan Registrasi atau Pendaftaran, tanpa memerlukan Login, kita bisa berlatih dengan memilih soal yang kita inginkan.

SOAL TES TPA ONLINE

Pada umumnya tes potensi akademik (TPA) terdiri dari:

Tes Verbal, mencakup :

  • Tes Sinonim
  • Tes Antonim
  • Tes Padanan Hubungan
  • Tes Pengelompokan Kata

Tes Angka, mencakup :

  • Tes Aritmetik
  • Tes Seri Angka
  • Tes Seri Huruf
  • Tes Logika Angka
  • Tes Angka Dalam Cerita

Tes Logika, mencakup :

  • Tes Logika Umum
  • Tes Logika Analisa Pernyataan dan Kesimpulan
  • Tes Logika Cerita
  • Tes Logika Diagram

Tes Gambar, mencakup:

  • Tes Padanan Hubungan Gambar
  • Tes Seri Gambar
  • Tes Pengelompokan Gambar
  • Tes Bayangan Cermin
  • Tes Identifikasi Potongan Gambar

CONTOH SOAL TES TPA OTO BAPPENAS ONLINE

Tes Verbal

Untuk soal No.1-5 carilah padanan hubungannya

 

  1. KECIL : BESAR

A.Sepatu : Sandal

B.Langit : Bumi

C.Menikah : Membujang

D.Putih : Gelap

E.Buku : Bodoh

 

  1. KUE : GANDUM

A.Perumahan : Developer

B.Rokok : Tembakau

C.Kerajinan : Perajin

D.Laptop : Teknologi

E.TV : Remote

 

  1. TULIP : BUNGA = ANDESIT :

A.Permata

B.Batu

C.Logam mulia

D.Perhiasan

E.Bahan kimia

 

  1. KEDELAI : TEMPE = EMAS :

A.Perak

B.Logam mulia

C.Benda berharga

D.Kalung emas

E.Mahal

 

  1. Bodoh : Pandir = Pintar :

A.Jenius

B.Tulalit

C.Rajin

D Cekatan

E.Tangkas

 

Untuk soal No.6-10 carilah persamaan kata atau sinonimnya.

  1. KOMPLEKS

A.Perumahan

B.Sistem

C.Murni

D.Rumit

E.Sederhana

 

  1. DUNGU

A.Lamban

B.Lambat

C.Cerdas

D.Pintar

E.Bodoh

 

  1. MUTAKHIR

A.Terlama

B.Canggih

C.Teknologi

D.Terbaru

E.Tinggi

 

  1. DHOLIM

A.Adil

B.Aniaya

C.Jujur

D.Dosa

E.Syirik

 

  1. GEMBIRA

A.Perasaan

B.Cita

C.Suka

D.Suka cita

E.Duka cita

 

Untuk No.11-15 carilah kata yang berlawanan arti (antonim)

  1. LAIK

A.Sepatutnya

B.Pantas

C.Tak patut

D.Layak

E.Tak Cocok

 

  1. BERANGASAN

A.Lentur

B.Lunak

C.Kasar

D.Santun

E.Sangar

 

  1. TERTIB

A.Rapi

B.Teratur

C.Kacau

D.Acak

E.Random

 

  1. PROFESIONAL

A.Pendahulu

B.Amatir

C.Sesukanya

D.Tidak serius

E.Asal-asalan

 

  1. TEMPERAMENTAL

A.Kasih sayang

B.Cinta

C.Perasaan

D.Kejahatan

E.Penyabar

 

  1. Berapakah nilai dari 3 2/5 – 0,45?

A.2 7/20

B.2 17/20

C.2 19/20

D.3 7/20

E.3 9/20

 

  1. Satu adalah berapa persen dari 125?

A.0,75 %

B.0,80 %

C.75 %

D.80 %

E.85 %

 

  1. 18, 23, 19,  25,  22,  29  …,  …

A.25 dan 34

B.23 dan 33

C.27 dan 35

D.25 dan 35

E.24 dan 32

 

  1. 30, 32, 33,  35,  42,  48,  …,   …,  63

A.40 dan 52

B.54 dan 60

C.42 dan 52

D.55 dan 59

E.50 dan 60

 

  1. 4, 17, 8,   14,   16,   11,   32,   28,  …,  …

A.66 dan 4

B.58 dan -3

C.60 dan 3

D.64 dan 5

E.61 dan 2

 

  1. 13, 14, 17,  22,  29,  38,  …

A.45

B.47

C.49

D.50

E.51

 

  1. 5, 7, 50, 49, 500, 343, ….

A.5.490

B.5.000

C.3.500

D.2.401

E.4.900

 

  1. Jika x = 0,375% dari 5,43 dan y = 5,43% dari 0,375, maka …

A.x > y

B.x < y

C.x = y

D.x ? y

E.hubungan antara x dan y tak dapat ditentukan

 

  1. 1Jika x = 1/16 dan y = 16% maka :

A.x>y

B.x<y

C.x=y

D.x ? y

E.x dan y tak dapat ditentukan

 

  1. Jika x = 0,178 + 6,017 + 5,278925 y = 12

A.x > y

B.x < y

C.x = y

D.x dan y tak bisa ditentukan

E.2x – 2y = 0

 

  1. Seorang penjual telur membeli telur dengan harga Rp100.000,00 untuk dijual kembali. Jika ia menginginkan laba 25%, berapa harga penjualan telur tersebut?

A.Rp155.000,00

B.Rp145.000,00

C.Rp135.000,00

D.Rp125.000,00

E.Rp115.000,00

 

  1. Sebuah bejana berbentuk silinder berisi air 1/3-nya. Jika ditambah air sebanyak 3 liter lagi, bejana tersebut menjadi berisi 1?2-nya. Berapa literkah kapasitas bejana itu?

A.20 liter

B.18 liter

C.17 liter

D.16 liter

E.15 liter

 

  1. Andini selalu pergi berpariwisata di akhir pekan. Tidak semua tempat wisata terletak di luar kota. Jadi …

A.Andini selalu pergi berwisata di luar kota

B.Andini tidak suka berwisata ke luar kota

C.Kadangkala Andini berwisata di dalam kota

D.Kadangkala Andini tidak berwisata di akhir pekan

E.Tempat wisata lebih banyak terdapat di dalam

 

  1. Semua penyelam adalah perenang. Beberapa pelaut adalah penyelam. Jadi …

A.Semua pelaut adalah perenang

B.Beberapa pelaut adalah perenang

C.Beberapa perenang bukan pelaut

D.Beberapa penyelam bukan pelaut

E.Tidak dapat ditarik kesimpulan

 

  1. Semua kuda tidak bertanduk. Harimau tidak memamah biak. Jadi …

A.Kuda tidak memamah biak

B.Harimau tidak bertanduk

C.Harimau tidak bertanduk dan tidak memamah biak

D.Kuda dan harimau tidak bertanduk dan tidak memamah biak

E.Tidak dapat ditarik kesimpulan

 

Skor tes potensi akademik/TPA masing-masing penyelenggara mempunyai kriteria sendiri, namun TPA/TKU yang telah umum dipergunakan dan diakui secara internasional yaitu yang diselenggarakan oleh OTO Bappenas yang bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi ternama di dalam negeri. Skor tersebut antara 200 s/d 800 dimana yang paling rendah adalah 200 dan paling tertinggi (apabila jawaban benar semua) adalah 800. Seseorang dinilai mempunyai kemampuan rata-rata bila mampu mencapai skor 500 (mean).

Skor tes potensi akademik yang diterbitkan OTO Bappenas berlaku hingga 2 th (dua tahun) sejak tanggal tes, dan tidak dapat diperpanjang kecuali yang bersangkutan mengikuti tes TPA kembali. Materi soal tes potensi akademik terdiri dari 3 subtest yang masing-masing subtest memiliki nilai antara 20 sampai dengan 80, sehingga nilai/skor total didapat dari penjumlahan skor ketiga subtest tersebut dibagi 3 dan dikalikan 10.

Untuk mempermudah Anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Pelatihan TPA. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya pelatihan TPA sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA, Anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat. Lalu dengan mengikuti Pelatihan TPA kita akan diberikan materi-materi yang harus kita hafal.

Jika Anda berminat mengikuti Pelatihan TPA silahkan hubungi kami 0821 4324 7049, atau silahkan KLIK gambar dibawah ini untuk langsung terhubung dengan WhatsApp kami

Sekian Informasi mengenai Tes TPA OTO Bappenas Online. Semoga bermanfaat untuk anda …

TPA OTO Bappenas Online

Soal TPA OTO Bappenas Pdf

Soal TPA OTO Bappenas Pdf

 

Soal TPA OTO Bappenas Pdf – Dibawah ini adalah kumpulan Soal TPA OTO Bappenas Pdf  yang bisa Anda download secara GRATISS

Tes potensi akademik (TPA) adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan (akademis). Tes ini juga sering dibungkan dengan kecerdasan seseorang. Saat ini, TPA  telah menjadi tes standar penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), rekrutmen karyawan swasta, serta karyawan BUMN di tahun 2018.

Soal TPA OTO Bappenas Pdf

Bahkan kenaikan jabatan setingkat meneger di berbagai perusahaan juga mensyaratkan karyawannya mencapai TPA dengan dengan skor minimum tertentu. Tes Potensi Akademik juga umum dipakai sebagai tes penerimaan mahasiswa untuk jenjang S1 dan S2.

Adapun Tes Potensi Akademik ini umumnya memiliki 3 jenis soal. Yaitu, tes verbal atau bahasa, tes numerik atau angka, dan tes logika.

  • Tes verbal berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (Persamaan kata), antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.
  • Tes angka mengukur kemamuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berfikir terstruktur, dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmatik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka, dan tes angka dalam cerita.
  • Tes logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita, dan tes logika diagram.

Cara paling EFEKTIF dan JITU dalam menghadapi TPA Bappenas adalah dengan mempelajari langsung soal-soal sebelumnya. Dengan sering mempelajari dan latihan soal TPA Bappenas kita akan terbiasa melihat bentuk, pola soal TPA Bappenas serta tingkat kesulitannya seperti apa.

Silahkan Download Soal TPA OTO Bappenas Pdf berikut ini :

Soal TPA OTO Bappenas Pdf Modul 1

Soal TPA OTO Bappenas Pdf Modul 2

Soal TPA OTO Bappenas Pdf Modul 3

Soal TPA OTO Bappenas Pdf Modul 4

Soal TPA OTO Bappenas Pdf TRY OUT

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya pelatihan TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, Anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat. Lalu dengan mengikuti Pelatihan TPA Bappenas kita akan diberikan materi-materi yang harus kita hafal.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Pelatihan TPA Bappenas.

Mengapa Pelatihan TPA  Bappenas Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka kegiatan pelatihan TPA ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

Apa Saja Manfaat  Pelatihan TPA ?

Konsultan sukses-tpa berpengalaman menyelenggarakan Pelatihan TPA maupun Private TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti pelatihan di konsultan Sukses TPA hasilnya sebagian besar peserta TPA meningkat tajam. Ini dikarenakan mereka telah belajar soal-soal TPA dan bagaimana cara mengerjakan dengan cepat.

Pada umumnya nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.

Pelatihan TPA akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah. Jika belum mengenal tipe dan bentuk soal TPA langsung mengikuti Tes Potensi Akademik, dipastikan hasilnya akan kurang memuaskan. Bisa jadi ketika mengerjakan akan tertegun, gagap, bingung dan lainnya karena waktu yang diberikan begitu cepat. Dengan mengikuti Pelatihan TPA, akan diakhiri dengan evaluasi berupa Tes Prediksi TPA, maka baik Lembaga maupun Karyawan  dapat memperkirakan potensi akademisnya, selain  perasaan percaya diri lebih tinggi dalam menghadapi tes TPA.

Materi Pelatihan & Instruktur

Verbal (padanan kata, lawan kata, analogi verbal);  Kuantitatif (hitungan, deret bilangan, komparasi kuantitatif); Penalaran (logika formal, analitis, keruangan, penalaran logis) serta ditambah dengan teknik mengerjakan TPA dengan metode berpikir strategis. Instruktur berpengalaman & berlatar  belakang pendidikan yang relevan dengan materi pelatihan.

Tempat & Waktu

Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal.

Waktu Pelatihan Reguler di hari libur kerja Sabtu/Minggu (jadwal silahkan lihat disini) mulai Pk. 08.00 s.d 16.30 WIB

Lokasi Pelatihan : Pusat Studi Jepang UI Depok

Info Lebih Lnajut Mengenai Pelatihan TPA Bappenas Silahkan KLIK WhatsApp Sekarang

Soal TPA OTO Bappenas Pdf

Contoh Soal TPA OTO Bappenas Gratis

Contoh Soal TPA OTO Bappenas Gratis

 

Contoh Soal TPA OTO Bappenas Gratis – TPA yang mempunyai kepanjangan Tes Potensi Akademik adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan (akademik). Tes ini menjadi tes standar yang digunakan oleh banyak instansi baik negeri maupun swasta dalam syarat perekrutan atau penerimaan. Penyaringan calon pegawai negeri sipil (CPNS), rekrutmen karyawan BUMN, rekrutmen karyawan swasta, syarat kenaikan jabatan, penerimaan mahasiswa baru jenjang D3/S1 (SBMPTN) dan juga pascasarjana semuanya adalah contoh-contoh instansi yang menggunakan TPA sebagai syarat lulus.

Contoh Soal TPA OTO Bappenas Gratis

Karena dirasa TPA adalah tes yang sangat penting, selain harus banyak berlatih latihan-latihan soal, tips sukses TPA lainnya yaitu sobat harus mengetahui trik-trik dalam menjawab jenis-jenis soal dengan cepat, tepat, dan benar.

Contoh Soal Tes TPA OTO Bappenas

 

  1. Supir : Mobil

A.Pesawat : Pilot

B.Kuda : Pedati

C.Masinis : Kereta Api

D.Delman : Kusir

E.Pilot : Masinis

 

  1. Pikiran : Otak

A.Buku : Printer

B.Kata-kata : Lisan

C.Komputer : Ketikan

D.Awan : Langit

E.Hujan : Uap

 

  1. Dompet : Uang

A.Gunung : Harimau

B.Tas sekolah : Buku

C.Laut : Garam

D.Burung : Sangkar

E.Kandang : Ayam

 

  1. Agama : Atheis

A.Sandal : Sakit kaki

B.Tali : Jatuh

C.Menikah : Bujang

D.Antena : Sinyal

E.Buku : Bodoh

 

  1. Pesawat : Avtur

A.Radio : Listrik

B.Sepeda motor : Bensin

C.Pedati : Kuda

D.Hand phone : Baterai

E.Tape mobil : Accu

 

  1. Pari : Ikan

A.Gandum : Teri

B.Mangga : Manis

C.Jambu : Biji

D.Bayam : Sayur

E.Burung : Ayam

 

  1. Pizza : Gandum

A.Rumah : Tukang

B.Genteng : Tanah liat

C.Patung : Pemahat

D.Gambar : Pelukis

E.Skripsi : Buku

 

  1. Modern : Tradisional

A.Roket : Rudal Scud

B.Ferrari : Fiat

C.Pesawat : Sepeda motor

D.Mobil : Pedati

E.TV : VCD Player

 

  1. Indonesia : Belanda

A.Malaysia : Inggris

B.India : Spanyol

C.Australia : Selandia Baru

D.Singapura : China

E.Brunei Darussalam : Timor Leste

 

  1. Karnivora : Singa

A.Reptilia : Buaya

B.Manusia : Omnivora

C.Herbivora : Sapi

D.Omnivora : Harimau

E.Herbivora : Omnivora

 

  1. Norwegia : Luxemburg

A.Vietnam : Indonesia

B.Australia : Inggris

C.Brazil : Spanyol

D.Iraq : Australia

E.Chili : China

 

  1. Penyelam laut dalam : Tabung Oksigen

A.Petani : Kerbau

B.Perampok : Topeng muka

C.Penerjun payung : Parasut

D.Polisi : Mobil patroli

E.Burung : Sayap

 

  1. Bodoh : Idiot

A.Pintar : Pandai

B.Pandai : Jenius

C.Dungu : Cerdas

D.Rajin : Pintar

E.Jenius : Cerdas

 

  1. Bola lampu : Thomas A. Edison

A.Mesin uap : James Watt

B.Telepon : Alexander George

C.Pesawat : Copernicus

D.Radio : Pierre Curie

E.Listrik : Michael Moorer

 

  1. Gading : Gajah

A.Taring : Macan

B.Gigi : Singa

C.Kuping : Kelinci

D.Kulit : Ular

E.Hidung : Bekantan

 

  1. 216 x 0,875 =

A.188

B.198

C.218

D.209

E.189

 

  1. 356 – 72 : 2 + 5 x 9 = …..

A.334

B.391

C.386

D.385

E.365

 

  1. 201 x 3 + y = 3.230 .   Nilai y yang tepat adalah …..

A.2.834

B.2.627

C.3.012

D.2.246

E.2.476

 

  1. Suatu seri angka : 3 8 15 20 27 selanjutnya…

A.30

B.33

C.35

D.34

E.32

 

  1. 6, 9, 13, 16, 20, 23, 27, …, … .

A.10 dan 14

B.20 dan 24

C.24 dan 28

D.30 dan 34

E.40 dan 44

 

  1. Bilangan pertama ditambah dengan 3 kali bilangan kedua menghasilkan angka 140. Bilangan kedua nilainya 3 kali lebih banyak dibanding bilangan pertama. Nilai dari bilangan kedua adalah…..

A.42

B.48

C.14

D.20

E.28

 

  1. Perbandingan diameter 2 lingkaran A dan B adalah 6 : 4. Berapa perbandingan luas kedua lingkaran tersebut?

A.16 : 9

B.9 : 4

C.25 : 16

D.9 : 8

E.16 : 4

 

  1. Volume ember jika penuh adalah 42,5 liter. Namun hanya terisi 3/5 saja saat ini. Dan diambil lagi oleh Andi sehingga kini hanya terisi 1/5 saja. Berapa literkah yang diambil oleh Andi ?

A.17 Liter

B.8,5 Liter

C.17,5 Liter

D.8 Liter

E.34 Liter

 

  1. Pak Taufik adalah seorang penjahit. Dia mampu menjahit 18 baju selama 3 hari. Jumlah baju yang dapat dijahit pak Taufik dari tanggal 1 Desember sampai dengan 25 Desember adalah …..

A.170

B.162

C.140

D.138

E.150

 

  1. Rata-rata berat badan 6 orang murid perempuan adalah 50 kg. Jika berat badan murid perempuan paling ringan adalah 42 kg, maka berat badan maksimal murid perempuan yang paling berat adalah …

A.93

B.90

C.88

D.72

E.85

 

  1. Sebagian pejabat mampu menahan diri dari pelanggaran korupsi. Pak Ahmad adalah seorang pejabat.

A.Pak Ahmad pastilah mampu menahan diri dari korupsi

B.Belum tentu pak Ahmad tidak tamak terhadap harta duniawi

C.Pastilah pak Ahmad suka harta dan tahta

D.Pak Ahmad mungkin mampu menahan diri dari korupsi

E.Pak Ahmad pasti suka korupsi juga

 

  1. Sebagian orang yang berminat menjadi politikus hanya menginginkan harta dan tahta. Rosyid tidak berminat menjadi politikus.

A.Rosyid tidak menginginkan harta dan tahta.

B.Tahta bukanlah keinginan Rosyid, tapi harta mungkin ya.

C.Rosyid menginginkan tahta tapi tidak berminat menjadi politikus.

D.Rosyid tidak ingin menjadi politikus karena sudah kaya dan punya tahta.

E.Tidak dapat ditarik kesimpulan.

 

  1. Jika Robert mendapat rangking 3 besar, maka Ayah akan membelikan sepeda baru untuknya. Robert berada di urutan kedua dikelasnya.

A.Robert mungkin mendapat sepeda baru

B.Ayah tidak membeli sepeda baru

C.Robert tidak masuk rangking 3 besar

D.Ayah membeli sepeda baru

E.Robert membeli sepeda baru

 

  1. Penerimaan calon karyawan PT Indah Jaya meliputi 3 tahapan seleksi, yaitu tes tertulis, tes wawancara, dan tes praktik. Ari lolos tahap wawancara.

A.Aris juga lolos tes praktik

B.Aris melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu tes praktik

C.Aris tidak lolos menjadi karyawan PT Indah Jaya

D.Aris menjadi karyawan PT Indah Jaya

E.Aris tidak lolos tes praktik

 

  1. Alda memiliki rutinitas yoga setiap hari Minggu bersama teman-temannya. Hari Minggu ini Alda sedang sakit.

A.Alda tetap yoga bersama teman-temannya pada hari yang sama walau pun sakit

B.Alda harus pergi ke rumah sakit

C.Alda mengganti jadwal yoga sampai ia sembuh

D.Alda tidak senam karena sakit

E.Alda datang ke tempat latihan yoga tetapi tidak ikut yoga

 

Itulah beberapa Contoh Soal TPA OTO Bappenas Gratis. Tes Potensi Akademik (TPA) itu sebenarnya mudah apabila kita tahu trik untuk menghadapinya, gampang untuk dikerjakan apabila tahu cara menjawabnya. Untuk menghadapi tes TPA ini Anda harus banyak berlatih, berlatih dan berlatih contoh soal tes TPA. Selain dengan perbanyak latihan mengerjakan soal tes potensi akademik, Anda bisa juga mengikuti Pelatihan Tes Potensi Akademik.

Info Lebih Lanjut Mengenai Pelatihan TPA Silahkan KLIK WhatsApp Sekarang

Contoh Soal TPA OTO Bappenas Gratis

TPA Bappenas IPB

TPA Bappenas IPB

 

TPA Bappenas IPB – Institut Pertanian Bogor atau disebut juga Bogor Agricultural University adalah sebuah perguruan tinggi pertanian negeri yang berkedudukan di Bogor.

Berdasarkan hasil keputusan rapat pleno Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tanggal 7 November 2017, BAN-PT memutuskan bahwa Institut Pertanian Bogor (IPB) memperoleh status terakreditasi dengan peringkat A (sangat baik). Universitas ini menyediakan berbagai paket pendidikan sarjana, pascasarjana, dan doktoral.

TPA Bappenas IPB

Salah satu syarat untuk pendaftaran IPB adalah TPA. TPA WAJIB bagi Pendaftar dengan IPK antara 2,00-2,50 (untuk S2) dengan nilai TPA >=450, dan IPK antara 3,00-3,25 dengan nilai TPA >=475 (untuk S3).

Apa itu TPA (Tes Potensi Akademik) ?

Tes Potensi Akademik atau TPA merupakan tes psikologi yang dapat mengungkap apa yang telah dicapai seseorang secara intelektual. Karena mengungkap kualitas intelektual, maka tinggi/rendah-nya nilai TPA sering dihubungkan dengan tinggi/rendah-nya tingkat kecerdasan. TPA sesungguhnya merupakan versi Indonesia dari tes GRE atau Graduate Record Examination. Model, materi, dan bidang yang diuji dalam TPA sebagian besar merujuk kepada GRE.

Saat ini TPA (Tes Potensi Akademik) OTO BAPPENAS dijadikan sebagai salah satu syarat akademik pada penerimaan Mahasiswa Pasca Sarjana (S2) di beberapa Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia.

Apa Saja Materi Soal TPA ?

Kurang lebih ada empat macam soal TPA (Tes Potensi Akademik), yakni sebagai berikut:

  • Tes Verbal, dikenal juga sebagai tes bahasa, adalah tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi persamaan kata (sinonim), tes lawan kata (antonim), tes korelasi kata (analogi verbal), tes padanan kata (similiariti), tes kelompok kata, dan tes acak kata.
  • Tes kuantitatif adalah tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan matematis seseorang, baik dalam dasar matematikanya maupun logika matematikannya. Tes ini meliputi tes deret bilangan dan huruf, tes logika matematika, tes aritmetika-konsep aljabar-geometri, serta tes pola bilangan dalam gambar.
  • Tes pemahaman teks dan penalaran, adalah tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memahami, menalar, dan memecahkan sesuatu secara logis / masuk akal. Tes ini meliputi tes pemahaman teks, penalaran logis, dan penalaran analitik.
  • Tes spasial atau tes gambar adalah tes yang bertujuan untuk mengukur daya logika ruang yang dimiliki seseorang. Tes spasial meliputi tes klasifikasi gambar, tes deret gambar, tes analogi gambar, tes potongan gambar, dan tes kerangka bangun ruang

Skor TPA dan Masa Berlaku

Skor TPA antara 200-800. Seseorang yang mencapai kemampuan rata-rata maka skornya hingga mencapai 500. Untuk masa berlaku hasil tes TPA dari OTO Bappenas selama dua tahun. Setelah itu dapat diperpanjang dengan mengikuti tes kembali.

Pelajari kesemua jenis soal Tes TPA Bappenas tersebut secara runtut dan teliti satu demi satu. Anda amat disarankan untuk mendapatkan sebuah konsep pengerjaan yang mampu diterapkan untuk berbagai macam persoalan. Kendati sulit, soal TPA bukan berarti tidak bisa dipecahkan. Kemauan, rajin berlatih, serta kedisiplinan tentu saja sangat dibutuhkan untuk sukses melewati tes yang terkenal sulit ini. Semoga, dengan informasi di atas, Anda mampu mendapatkan tanda lulus ujian soal TPA Bappenas.

Untuk mempermudah Anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya Anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya pelatihan TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, Anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat.

Manfaat Pelatihan TPA

Kami berpengalaman menyelenggarakan Kursus Persiapan TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti Kursus Persiapan TPA hasilnya sebagian besar skor peserta TPA meningkat tajam. Selain itu keuntungan lainnya adalah : Nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.

Materi Pelatihan & Instruktur

Verbal (padanan kata, lawan kata, analogi verbal);  Kuantitatif (hitungan, deret bilangan, komparasi kuantitatif); Penalaran (logika formal, analitis, keruangan, penalaran logis) serta ditambah dengan teknik mengerjakan TPA dengan metode berpikir strategis. Instruktur berpengalaman & berlatar  belakang pendidikan yang relevan dengan materi pelatihan.

Tempat & Waktu

Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal.

Waktu Pelatihan Reguler di hari libur kerja Sabtu/Minggu (jadwal silahkan lihat disini) mulai Pk. 08.00 s.d 16.30 WIB

Lokasi Pelatihan : Pusat Studi Jepang UI Depok

Jika Anda berminat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas silahkan KLIK WhatsApps Sekarang

TPA Bappenas IPB

Kursus TPA Bappenas

Kursus TPA Bappenas

 

Kursus TPA Bappenas – Tes Potensi Akademik adalah suatu tes yang yang diperuntukkan mengukur kemungkinan keberhasilan seseorang apabila yang bersangkutan melanjutkan ke dunia akademik atau memangku jabatan/ golongan dimana jabatan/ golongan  tersebut membutuhkan kemampuan akademis.  Skor TPA/TKU masing-masing penyelenggara mempunyai kriteria sendiri, namun TPA/TKU yang telah umum dipergunakan dan diakui secara internasional yaitu yang diselenggarakan OTO Bappenas dan bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di dalam negeri. Skor tersebut  antara 200 s.d 800 dimana paling rendah adalah 200 dan paling tinggi (apabila benar semua) adalah 800. Seseorang dianggap mempunyai kemampuan rata-rata bila mampu mencapai skor 500 (mean).

Kursus TPA Bappenas

Skor TPA yang diterbitkan OTO Bappenas berlaku hingga 2 th (dua tahun) sejak tanggal tes, dan tidak dapat diperpanjang kecuali yang bersangkutan mengikuti tes TPA kembali. Materi soal TPA terdiri dari 3 subtest yang masing-masing subtest memiliki skor antara 20 s.d 80, sehingga nilai/skor total didapat dari penjumlahan skor ketiga subtest tersebut dibagi 3 dan dikalikan 10 (rincian ini dapat dilihat di kertas skor TPA OTO-Bappenas).

Materi soal TPA, TBS, TKU, TKA serupa dengan GRE dan GMAT karena soal-soal TPA memang kombinasi antara keduanya. Pelatihan TPA/TKU/TKA diadakan untuk mengenalkan model Tes  dengan pertimbangan orang yang mempunyai potensi tinggi namun belum pernah mengenal bentuk soal dan strategi mengerjakan tes seleksi tersebut selalu mendapat skor/nilai yang lebih rendah bila dibandingkan dengan orang yang pernah mengikuti dan telah memahami aturan mainnya.

Saat ini, TPA telah menjadi salah satu tes wajib penyaringan CPNS, rekrutmen karyawan, kenaikan jabatan/pangkat, serta melanjutkan pendidikan ke jenjang master dan doktoral. Setiap peserta wajib mengikuti Tes Potensi Akademik sebagai salah satu syarat kelulusan.

Materi Tes TPA BAPPENAS

Materi Tes TPA BAPPENAS sendiri dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

  1. Penalaran Verbal

Dalam test penalaran verbal sering kali yang keluar merupakan istilah istilah baru yang jarang kita jumpai pada kegiatan kita sehari-hari. Tips untuk mengerjakan soal ini bisa dengan memulai membaca berita baik di koran atau situs-situs berita.

  1. Kuantitatif

Test TPA ini sangat menghabiskan waktu. Dalam test kuantitatif akan diuji kecepatan menghitung dan mempelajari pola deret angka. Pada saat saya test TPA kemarin, saya menyisakan 40 soal, terpaksa pengawuranpun bertindak. Saran bagi teman-teman agar mengerjakan bagian deret angka dan bagian yang mempunyai pilihan x>y, x<y, x=y.

  1. Penalaran

Pada test Penalaran kita dituntut untuk mengasah logika kita dimana soal-soalnya berisi tentang logika analisa dan logika gambar. Pada TPA OTO BAPPENAS, logika analisa harus dilatih dengan sering-sering mengerjakan latihan soal sedangkan untuk logika gambar akan lebih mudah bisa sering bermain puzzle dan rubik.

Banyaknya soal TPA disertai dengan waktu pengerjaan yang sempit mengakibatkan banyaknya peserta yang gugur pada tahap ini. Tidak hanya sebatas jumlah soal dan minimnya waktu yang diberikan, terdapat faktor kegagalan lainnya seperti kurangnya latihan mengerjakan soal-soal TPA, tidak memahami proses mengerjakan soal dengan cepat dan tepat, dan kurangnya pemahaman peserta atas deskripsi pengerjaan soal-soal TPA.

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Kursus Persiapan TPA. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya Kursus TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Kursus TPA Bappenas, anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Kursus TPA Bappenas.

Mengapa Kursus TPA Bappenas Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka Kursus TPA Bappenas ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

 Manfaat Kursus TPA Bappenas

Kami berpengalaman menyelenggarakan Kursus TPA Bappenas. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti Les TPA Bappenas hasilnya sebagian besar peserta TPA meningkat. Selain itu keuntungan lainnya adalah :

  • Nilai TPA pasca pelatihan yang diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.
  • Kursus TPA Bappenas akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah.

Info Lebih Lanjut Mengenai Kursus TPA Bappenas KLIK WhatsApp Sekarang

Kursus TPA Bappenas