Archive for November 1, 2018

Contoh Tes TPA OTO Bappenas

Contoh Tes TPA OTO Bappenas

 

Contoh Tes TPA OTO Bappenas – Tes potensi akademik (TPA) adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan (akademis).

Tes ini juga sering dibungkan dengan kecerdasan seseorang. Saat ini, TPA  telah menjadi tes standar penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), rekrutmen karyawan swasta, serta karyawan BUMN di tahun 2018.

Contoh Tes TPA OTO Bappenas

Bahkan kenaikan jabatan setingkat meneger di berbagai perusahaan juga mensyaratkan karyawannya mencapai TPA dengan dengan skor minimum tertentu. Tes Potensi Akademik juga umum dipakai sebagai tes penerimaan mahasiswa untuk jenjang S1 dan S2.

Berikut merupakan Contoh Tes TPA OTO Bappenas yang mungkin sering di keluarkan pada soal-soal TPA nantinya. Di bawah adalah contoh soal tes TPA pahami dengan seksama supaya paham dan bisa ingat pada Waktu tes TPA nantinya.

Tes Persamaan Kata (Sinonim)

Pilih satu jawaban yang paling dekat artinya dengan kata yang tercetak KAPITAL

  1. GANCU =

A.Serokan

B.karung

C.Timbangan

D.Pengait

E.Galah

  1. ISTAL =

A.Kandang Sapi

B.Kandang Kambing

C.Kandang Kuda

D.Kandang Gajah

E.Kandang Macan

  1. HATTA =

A.Atau

B.Bahwa

C.Karena

D.Lalu

E.Dan

  1. LAIK =

A.Patut

B.Berguna

C.Cocok

D.Serasi

E.Sesuai

  1. EPILOG =

A.Kesimpulan

B.Pendahuluan

C.Preambul

D.Penutup

E.Mukadimah

Tes Lawan Kata (Antonim)

Pilih satu jawaban yang paling berlawanan artinya dengan kata yang tercetak KAPITAL

  1. AWAM ><

A.Khusus

B.Pandai

C.Bodoh

D.Umum

E.Pakar

  1. PROLETAR ><

A.Feodalis

B.Kapitalis

C.Komunis

D.Sosialis

E.Individualis

  1. DESKRIPTIF ><

A.Fiktif

B.Persuatif

C.Perspektif

D.Argumentatif

E.Naratif

  1. PREFIKS ><

A.Awalan

B.Akhiran

C.Imbuhan

D.Sisipan

E.Keterangan

  1. ABOLISI ><

A.Keringanan

B.Grasi

C.Pengurangan

D.Pemberatan

E.Penambahan

Tes Padanan Hubungan Kata (Analogi)

Pilih satu jawaban yang sesuai dengan pola kata yang tercetak KAPITAL

  1. JARUM : BENANG =

A.Lurah : Aparat

B.Manajer : Karyawan

C.Bapak : Anak

D.Pemimpin : Pengikut

E.Komandan : Tentara

  1. IKLIM : KLIMATOLOGI =

A.Fosil : Antropologi

B.Asal-Usul Kata : Etnologi

C.Sekolah : Pedagogis

D.Bintang : Astrologi

E.Kulit : Dermatologi

  1. SEGI TIGA : PIRAMIDA =

A.Lingkaran : Bola

B.Segi Empat : Kotak

C.Segi Lima : Pentagon

D.Segi Enam : Kubus

E.Segi Delapan : Oktagon

  1. STETOSKOP : DOKTER = osiloskop :

A.Neurolog

B.Arkeolog

C.Masinis

D.Montir

E.Insinyur

  1. SEKUTU : KOMPETISI = kolaborasi :

A.Teman

B.Persaingan

C.Lawan

D.Musuh

E.Pertandingan

Tes Deret Angka

Pilih satu jawaban yang sesuai dengan pola angka Aritmetika.

  1. 706, 705, 702, 697, 690, …

A.684

B.683

C.682

D.681

E.680

  1. 4, 2, 2, 5, 6, 4, 4, 7, 8, 6, 6, 9, 10, …

A.11

B.10

C.9

D.8

E.7

  1. 6, 9, 7, 12, 9, 15, 13, 18, …

A.12

B.15

C.18

D.21

E.24

  1. 81, 6, 9, 27, 12, 15, 9, 18, …

A.3, 23

B.12, 21

C.21, 3

D.12, 23

E.12, 3

  1. 25, 23, 21, 23, 21, 19, 21, 19, 17, 19, …

A.17, 25

B.17, 23

C.17, 21

D.17, 15

E.17, 13

Tes Numerik

Pilih satu jawaban yang paling tepat.

  1. Jika x = 60 derajat dan jika sudut suatu segitiga adalah 2y, 4y, dan 4y maka …

A.x > y

B.x < y

C.x = y

D.2x = 3y

E.x dan y tidak bisa ditentukan

  1. Diketahui panjang sisi-sisi sebuah segitiga sama sisi adalah 3 cm dan di dalamnya dibuat segitiga sama sisi yang panjangnya 1 cm. Berapakah jumlah maksimum segitiga kecil yang dibentuk?

A.3

B.6

C.9

D.12

E.15

  1. Sebuah Aquarium panjangnya 4 kaki, lebarnya 3 kaki, dan dalamnya 2 kaki. Jika air dalam aquarium mencapai 4 inci dari atas aquarium maka berapa kaki kubikkah volume air yang ada di aquarium? (1 kaki= 12 inci)

A.8

B.12

C.16

D.20

E.24

  1. Sebuah balok berukuran 9 m x 300 cm x 12 m dipotong menjadi kubus dengan ukuran terbesar yang dapat dibuat. Berapa banyakkah kubus yang dapat dibuat?

A.6

B.8

C.10

D.12

E.14

  1. Sebuah bujur sangkar B, luasnya 81 yang memiliki sisi y. Sedangkan A adalah persegi panjang dengan sisi 18, dan sisi yang lainnya x. Bila luas A sama dengan 2 kali luas B, maka …

A.x > y

B.y > x

C.x = y

D.3y = x+2

E.x dan y tidak bisa ditentukan

TES LOGIKA ANALISA

Pilih satu jawaban dengan menggunakan Logika Analisa

  1. Semua pengendara harus mengenakan helm. Sebagian pengendara mengenakan sarung tangan.

A.Sebagian pengendara tidak mengenakan helm

B.Semua pengendara tidak mengenakan sarung tangan

C.Sebagian pengendara mengenakan helm dan sarung tangan

D.Sebagian pengendara tidak mengenakan helm dan sarung tangan

E.Sebagian pengendara tidak mengenakan helm dan tidak mengenakan sarung tangan

  1. Semua yang hadir merupakan anggota perkumpulan, sebagian yang hadir adalah psikolog.

A.Semua psikolog hadir dalam rapat

B.Semua anggota perkumpulan adalah psikolog

C.Semua anggota perkumpulan yang hadir

D.Sebagian psikolog adalah anggota perkumpulan

E.Sebagian yang hadir bukan anggota perkumpulan

  1. Tidak semua hipotesis penelitian terbukti benar. Beberapa penelitian skripsi tidak menguji hipotesis.

A.Beberapa sarjana tidak menulis skripsi

B.Beberapa hipotesis skripsi tidak terbukti benar

C.Semua hipotesis skripsi terbukti benar

D.Semua hipotesis penelitian terbukti benar

E.Semua sarjana, hipotesis skripsinya benar

  1. Ada lima orang bersahabat : Yuan, Dian, Nadia, Nisa, dan Yuni. Yang paling muda di antara mereka Yuni. Yuan tidak lebih tua dibandingkan Dian dan Nadia. Hanya Yuan lebih muda dari Nisa. Nadia lebih tua dibandingkan Dian. Urutan usia kelima orang sahabat tersebut dari yang paling tua ke yang paling muda adalah:

A.Nadia, Dian, Nisa, Yuan, Yuni

B.Yuan, Nadia, Nisa, Dian, Yuni

C.Yuni, Nisa, Yuan, Nadia, Dian

D.Yuni, Yuan, Nisa, Dian, Nadia

E.Nadia, Dian, Yuan, Nisa, Yuni

  1. Ogis lebih tinggi daripada Benny, Rangga lebih pendek daripada Ogis, maka:

A.Jika Rangga 180 cm, Benny 180

B.Jika Rangga 180 cm, Benny tingginya kurang dari 180 cm

C.Jika Rangga 180 cm, Benny tingginya lebih dari 180 cm

D.Jika Ogis 180 cm, Benny dan Rangga tingginya kurang dari 180 cm

E.Tidak ada jawaban yang tepat

Demikian Postingan kami kali ini mengenai Contoh Tes TPA OTO Bappenas. Semoga bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya.

Untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Pelatihan TPA Bappenas.

Info Lebih Lanjut Mengenai Pelatihan TPA Bappenas Silahkan KLIK WhatsApp Sekarang

Contoh Tes TPA OTO Bappenas

Kursus TPA OTO Bappenas

Kursus TPA OTO Bappenas

 

Kursus TPA OTO Bappenas – Bappenas melalui Unit Usaha Otonom Penyelenggara Tes (UUO PT) telah mengembangkan alat seleksi yang dinamakan Tes Potensi Akademik (TPA). TPA dirancang untuk mengungkap potensi intelektual, yang dianggap mendasari kemungkinan keberhasilan seseorang jika yang bersangkutan mengikuti jenjang pendidikan S2 atau S3.

Kursus TPA – Tes Potensi Akademik

Keberhasilan belajar pada jenjang setingkat pascasarjana yang diyakini sangat dipengaruhi oleh tiga kemampuan dasar yakni kemampuan verbal, kuantitatif dan penalaran sehingga TPA terdiri adtas 3 Subtes: Verbal (90 soal), Kuantitatif (90 soal) dan penalaran (70 soal), masing-masing subtes dikerjakan secara berurutan dalam waktu satu jam untuk setiap subtesnya.

TPA memiliki acuan nasional, dengan range skor total TPA dari 200 hingga 800 dengan nilai rata-rata simpangan baku 100. Sedangkan skor untuk masing-masing sub tes berkisar antara 20-80. Masa berlakunya adalah 2 tahun sejak tanggal tes.

Materi Tes TPA BAPPENAS

Materi Tes TPA BAPPENAS sendiri dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

  1. Penalaran Verbal

Dalam test penalaran verbal sering kali yang keluar merupakan istilah istilah baru yang jarang kita jumpai pada kegiatan kita sehari-hari. Tips untuk mengerjakan soal ini bisa dengan memulai membaca berita baik di koran atau situs-situs berita.

  1. Kuantitatif

Test TPA ini sangat menghabiskan waktu. Dalam test kuantitatif akan diuji kecepatan menghitung dan mempelajari pola deret angka. Pada saat saya test TPA kemarin, saya menyisakan 40 soal, terpaksa pengawuranpun bertindak. Saran bagi teman-teman agar mengerjakan bagian deret angka dan bagian yang mempunyai pilihan x>y, x<y, x=y.

  1. Penalaran

Pada test Penalaran kita dituntut untuk mengasah logika kita dimana soal-soalnya berisi tentang logika analisa dan logika gambar. Pada TPA OTO BAPPENAS, logika analisa harus dilatih dengan sering-sering mengerjakan latihan soal sedangkan untuk logika gambar akan lebih mudah bisa sering bermain puzzle dan rubik.

Banyaknya soal TPA disertai dengan waktu pengerjaan yang sempit mengakibatkan banyaknya peserta yang gugur pada tahap ini. Tidak hanya sebatas jumlah soal dan minimnya waktu yang diberikan, terdapat faktor kegagalan lainnya seperti kurangnya latihan mengerjakan soal-soal TPA, tidak memahami proses mengerjakan soal dengan cepat dan tepat, dan kurangnya pemahaman peserta atas deskripsi pengerjaan soal-soal TPA.

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Kursus Persiapan TPA. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya Les TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Kursus TPA OTO Bappenas.

Jika Anda berminat mengikuti Tes Potensi Akademik, ada baiknyamengikuti pelatihan satu hari untuk persiapan dalam menghadapi TPA. Jika Anda Kursus TPA OTO Bappenas silahkan hubungi WhatsApp 0821 4324 7049

Mengapa Kursus Tes TPA Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan  bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang  baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor  yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda;  peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan  peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa. Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi  seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll,  maka kegiatan pelatihan TPA ini dianggap penting  agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

Manfaat Kursus TPA OTO Bappenas

Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti pelatihan, hasilnya sebagian besar peserta TPA skornya meningkat tajam. Selain itu keuntungan lainnya adalah : Nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.

Pelatihan TPA akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah. Dengan mengikuti Kursus TPA (Tes Potensi Akademik) yang akan diakhiri dengan evaluasi berupa Tes Prediksi TPA, maka baik Lembaga maupun Karyawan dapat memperkirakan potensi akademisnya, selain perasaan percaya diri lebih tinggi dalam menghadapi TPA.

Materi Pelatihan & Instruktur

Verbal (padanan kata, lawan kata, analogi verbal);  Kuantitatif (hitungan, deret bilangan, komparasi kuantitatif); Penalaran (logika formal, analitis, keruangan, penalaran logis) serta ditambah dengan teknik mengerjakan TPA dengan metode berpikir strategis. Baik materi ataupun model TPA selalu di update/direvisi mengikuti perubahan materi dan model penyelenggara TPA lainnya. Dengan revisi rutin peserta lebih siap mengikuti tes TPA dari berbagai lembaga penyelenggara. Instruktur berpengalaman & sebagian besar berlatar  belakang pendidikan yang relevan dengan materi pelatihan.

Tempat & Waktu

Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal.

Waktu Pelatihan Reguler di hari libur kerja Sabtu/Minggu (jadwal silahkan lihat disini) mulai Pk. 08.00 s.d 16.30 WIB

Lokasi Pelatihan : Pusat Studi Jepang UI Depok

Jika Anda berminat mengikuti Kursus TPA OTO Bappenas, silahkan hubungi kami melalui sitebar di sebelah kiri website kami atau KLIK WhatsApp Sekarang

Kursus TPA OTO Bappenas