Tes TPA OTO Bappenas

Tes TPA OTO Bappenas

 

Tes TPA OTO Bappenas – Tes TPA OTO Bappenas adalah tes psikologi yang digunakan untuk mengukur kegesitan mental seseorang ketika berurusan dengan obyek kata (verbal), angka (numeris) dan gambar (figural). Secara psikologi dipercaya bahwa terdapat batas minimal tingkat kegesitan mental yang harus dimiliki seseorang sehingga ia berpeluang-besar berhasil menangani masalah yang bersifat intelektual. Karena itulah, TPA kerap dipergunakan dalam penyeleksian mahasiswa baru dan penyeleksian karyawan atau pegawai baru, bahkan untuk penyeleksian pimpinan suatu institusi negeri/swasta. TPA digunakan dalam SMNPTN untuk S1 sejak tahun 2009 dan digunakan dalam SNMPTN tertulis untuk S1 sejak tahun 2012. Selain digunakan dalam penyaringan mahasiswa, TPA juga digunakan dalam penyeleksian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Di kalangan peserta tes CPNS, TPA kerap disebut psikotest.

Tes TPA OTO Bappenas

Bagi teman-teman yang mendaftar S2 atau S3 pasti diawal-awal harus mengikuti beberapa rangkaian test. Salah satu yang harus diikuti adalah TPA. Test Potensi Akademik atau TPA biasanya digunakan untuk mengukur bakat dan kemampuan seseorang dalam bidang keilmuan.

Materi Tes TPA OTO BAPPENAS

Materi Tes TPA OTO BAPPENAS sendiri dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

  1. Penalaran Verbal

Dalam test penalaran verbal sering kali yang keluar merupakan istilah istilah baru yang jarang kita jumpai pada kegiatan kita sehari-hari. Tips untuk mengerjakan soal ini bisa dengan memulai membaca berita baik di koran atau situs-situs berita.

  1. Kuantitatif

Test TPA ini sangat menghabiskan waktu. Dalam test kuantitatif akan diuji kecepatan menghitung dan mempelajari pola deret angka. Pada saat saya test TPA kemarin, saya menyisakan 40 soal, terpaksa pengawuranpun bertindak. Saran bagi teman-teman agar mengerjakan bagian deret angka dan bagian yang mempunyai pilihan x>y, x<y, x=y.

  1. Penalaran

Pada test Penalaran kita dituntut untuk mengasah logika kita dimana soal-soalnya berisi tentang logika analisa dan logika gambar. Pada TPA OTO BAPPENAS, logika analisa harus dilatih dengan sering-sering mengerjakan latihan soal sedangkan untuk logika gambar akan lebih mudah bisa sering bermain puzzle dan rubik.

Dalam test TPA score terendah adalah 200 dan tertinggi 800. Agar dapat lulus TPA peserta harus memiliki nilai minimal 500. Tidak ada pengurangan score karena salah menjawab jadi bila masih kosong sebaiknya diisi asal, barangkali saja jawabannya benar.

Permasalahan Seputar Tes Potensi Akademik

Ketika menjelang TesPotensi Akademik (TPA), pada umumnya calon peserta mengalami problematika dalam menghadapi Tes TPA Bappenas. Problematika dalam menghadapi Tes TPA Bappenas adalah sebagai berikut :

  1. Tes Potensi Akademik (TPA) bukanlah suatu mata pelajaran atau matakuliah yangdiajarkansecarakhusus di institusi pendidikan formal. Sehingga, banyak calon peserta TPA merasa mengalami kesulitan, kebingungan, bahkan stress dalam menghadapi ujian Tes Potensi Akademik (TPA).
  2. Asumsi bahwa untuk meraih skor tinggi di Tes Potensi Akademik (TPA) diharuskan menghapalkan banyak rumus. Tidak semua orang menyukai dan harus menyukai matematika. Kepandaian matematika hanyalah satu jenis dari kepandaian yang dimiliki manusia.
  3. Anggapan bahwa proses ujian Tes Potensi Akademik (TPA) itu susah dan menegangkan laksana momok menakutkan di malam hari.
  4. Banyaknya buku persiapan TPA yang beredar di Toko Buku tanpa isi kredibel. Tapi kita tidak tahu buku yang manakah yang benar-benar dapat membantu persiapan TPA kita. Silahkan anda membeli beberapa buku TPA di Toko Buku terdekat. Jangan kaget jika anda akan menemukan isi buku-buku TPA tersebut isinya hampir sama, hanya beda cover, nama penulis, dan penerbit.
  5. Isi buku persiapan TPA yang sangat berbeda dengan ujian TPA sesungguhnya. Anda tidak akan dapat mengetahui kebenaran isi buku persiapan TPA sebelum mengikuti ujian TPA sesungguhnya. Saya telah membeli beberapa buku persiapan TPA, dan sangat kecewa dengan isinya karena simulasi buku TPA jauh berbeda dengan ujian TPA asli.

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes TPA Bappenas, ada baiknya anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas.Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting.Tetapi sebenarnya pelatihan TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat. Lalu dengan mengikuti Pelatihan TPA Bappenas kita akan diberikan materi-materi yang harus kita hafal.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Pelatihan TPA Bappenas.

Mengapa Pelatihan TPA  Bappenas Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka kegiatan pelatihan TPA Bappenas ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

Info Lebih Lanjut Mengenai Pelatihan TPA Bappenas KLIK WhatsApp Sekarang

Tes TPA OTO Bappenas

TPA Bappenas ITS

TPA Bappenas ITS

 

TPA Bappenas ITS – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (disingkat ITS) adalah perguruan tinggi negeri yang terletak di Surabaya. ITS awalnya didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) yang diketuai oleh dr. Angka Nitisastro pada tanggal 10 November 1957. Kali ini kami akan membahas mengenai TPA Bappneas ITS. Jadi, TPA Bappenas adalah standard TPA yang dipakai oleh ITS sebagai salah satu syarat untuk mendaftar S2/S3, dengan skor minimal 400 (untuk program master) dan 450 (untuk program doktor).

TPA Bappenas ITS

Materi TPA Bappenas ITS

Materi Tes TPA Bappenas ITS sendiri dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

  1. Verbal

Dalam test penalaran verbal sering kali yang keluar merupakan istilah istilah baru yang jarang kita jumpai pada kegiatan kita sehari-hari. Tips untuk mengerjakan soal ini bisa dengan memulai membaca berita baik di koran atau situs-situs berita.

  1. Kuantitatif

Test TPA ini sangat menghabiskan waktu. Dalam test kuantitatif akan diuji kecepatan menghitung dan mempelajari pola deret angka. Pada saat saya test TPA kemarin, saya menyisakan 40 soal, terpaksa pengawuranpun bertindak. Saran bagi teman-teman agar mengerjakan bagian deret angka dan bagian yang mempunyai pilihan x>y, x<y, x=y.

  1. Penalaran

Pada test Penalaran kita dituntut untuk mengasah logika kita dimana soal-soalnya berisi tentang logika analisa dan logika gambar. Pada TPA OTO BAPPENAS, logika analisa harus dilatih dengan sering-sering mengerjakan latihan soal sedangkan untuk logika gambar akan lebih mudah bisa sering bermain puzzle dan rubik.

TIPS Lulus TPA Bappenas ITS

  1. Belajar soal-soal TPA

Baik dari buku latihan soal atau download gratis dari internet. Saya sendiri ‘hanya’ belajar dari soal-soal TPA di internet. Tapi pastikan soal tersebut dilengkapi dengan kunci jawaban. Tidak harus ada penjelasan karena kita terkadang bisa menemukan ‘cara menjelaskan jawaban’ asal tahu kuncinya.

  1. Selalu gunakan penghitung waktu

Stick to the time. Usahakan setiap mengerjakan soal latihan gunakan 1 menit untuk mengerjakan 1 soal. Jika merasa sudah lewat waktu yang kita tentukan tapi masih yakin bisa mengerjakan soal tersebut, beri tambahan 1 menit lagi. Jika ternyata masih belum menemukan jawabannya, TINGGALKAN karena setiap soal memiliki bobot skor sama meski dengan tingkat kesulitan yang berbeda.

Banyak yang menyalahartikan 1 soal 1 menit ini. Ada yang bertanya, apakah setiap mau mengerjakan 1 soal kita harus mengecek stopwatch / jam? Tidak. Inilah gunanya berlatih. Latih kepekaan terhadap waktu. Di minggu awal mungkin susah. Memang. Tapi di minggu berikutnya Anda akan mendapatkan feel: bahwa Anda sadar telah berkutat selama 1 menit dengan soal tersebut tanpa harus memerhatikan jam. Jadi selanjutnya Anda hanya tinggal memastikan dengan mengecek waktu tiap selesai mengerjakan 5 atau 10 atau 15 soal tergantung kepekaan Anda untuk memastikan apakah Anda masih berada di jalur.

Jika misalnya Anda baru menyelesaikan 10 soal tapi waktu sudah berjalan 20 menit, pindahlah ke soal 20 untuk mengembalikan feel ‘stick to the time’. Jika Anda punya waktu sisa, silakan kembali ke soal yang Anda tinggalkan tadi. Ini penting karena perasaan ‘waktu sudah hampir habis’ akan sangat mengganggu mental kita dalam mengerjakan soal. Jangan hanya gara-gara diburu waktu Anda melakukan banyak kesalahan.

  1. Setiap kali selesai latihan, hitung skor Anda

Caranya: total jawaban benar dibagi total butir soal, lalu hasilnya dikali 800 (800 adalah skor maksimal tes TPA pada umumnya secara kasar). Jika belum memenuhi target, misalnya targetmu 550, sering-sering berlatih.

Download Soal Latihan TPA Bappenas ITS

Disini kami menyediakan beberapa soal TPA Bappenas ITS yang bisa Anda download dihalaman ini.

Perlu diketahui bahwa soal-soal latihan ini jauh lebih baik untuk belajar dari pada sebagian besar buku-buku TPA yang ada di pasaran. Sebagian besar buku TPA umum yang tersedia di toko buku, meskipun juga mencakup materi yang diujikan pada tes masuk ITS, kebanyakan mencakup materi yang terlalu luas kemana-mana. Akan lebih bijaksana dan baik lagi apabila Anda belajar menggunakan kedua materi tersebut agar saling melengkapi.

Silahkan KLIK DISINI untuk download Soal Latihan TPA Bappenas ITS

Pelajari kesemua jenis soal Tes TPA Bappenas tersebut secara runtut dan teliti satu demi satu. Anda amat disarankan untuk mendapatkan sebuah konsep pengerjaan yang mampu diterapkan untuk berbagai macam persoalan. Walau sulit, soal TPA bukan berarti tidak bisa dipecahkan. Kemauan, rajin berlatih, serta kedisiplinan tentu saja sangat dibutuhkan untuk sukses melewati tes yang terkenal sulit ini.

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas agar lebih terbiasa dengan Materi TPA Bappenas. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting.Tetapi sebenarnya pelatihan TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat. Lalu dengan mengikuti Pelatihan TPA Bappenas kita akan diberikan materi-materi yang harus kita hafal.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Pelatihan TPA Bappenas.

Mengapa Pelatihan TPA  Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka kegiatan pelatihan TPA ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

Manfaat  Kursus Persiapan TPA

Kami berpengalaman menyelenggarakan Kursus Persiapan TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti Kursus Persiapan TPA hasilnya sebagian besar skor peserta TPA meningkat tajam. Selain itu keuntungan lainnya adalah :   Nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.

Materi Pelatihan & Instruktur

Verbal (padanan kata, lawan kata, analogi verbal);  Kuantitatif (hitungan, deret bilangan, komparasi kuantitatif); Penalaran (logika formal, analitis, keruangan, penalaran logis) serta ditambah dengan teknik mengerjakan TPA dengan metode berpikir strategis. Instruktur berpengalaman & berlatar  belakang pendidikan yang relevan dengan materi pelatihan.

Tempat & Waktu

Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal.

Waktu Pelatihan Reguler di hari libur kerja Sabtu/Minggu (jadwal silahkan lihat disini) mulai Pk. 08.00 s.d 16.30 WIB

Lokasi Pelatihan : Pusat Studi Jepang UI Depok

Info Lebih Lanjut Mengenai Pelatihan TPA Bappenas KLIK WhatsApp Sekarang

TPA Bappenas ITS

Pelatihan Tes TPA

Pelatihan Tes TPA

 

Pelatihan Tes TPA – Tes Potensi Akademik (TPA) Adalah suatu tes yang yang diperuntukkan mengukur kemungkinan keberhasilan seseorang apabila yang bersangkutan melanjutkan ke dunia akademik atau memangku jabatan/ golongan dimana jabatan/ golongan  tersebut membutuhkan kemampuan akademis.  Skor TPA/TKU masing-masing penyelenggara mempunyai kriteria sendiri, namun secara umum skor tersebut  antara 200 s.d 800 dimana paling rendah adalah 200 dan paling tinggi (apabila benar semua) adalah 800.

Pelatihan Tes TPA

TPA ini sekarang sangat luas penerapannya mulai dari seleksi masuk SMU RSBI, lalu seleksi masuk SNMPTN atau UMPTN juga ujian mandiri PTN di UGM, UI, ITB, IPB dan juga dipakai seleksi program magister manajemen di Universitas Indonesia, ITB Istitut Teknologi Bandung, UGM Universitas Gadjah Mada Yogyakarta maupun Magister manajemen UGM Kampus Manggarai di Jl. Dr. Sahardjo Jakarta Selatan, Magister Agribisnis IPB Institut Pertanian Bogor, ITS Institut Teknologi Surabaya, Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru STAN Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dan juga seleksi beasiswa pascasarjana dari lembaga pemberi beasiswa seperti OTO Bappenas UPPTPA Koperasi Bappenas, Tips dan Trik Kursus masuk beasiswa Kemeninfo RI dulu Depkominfo RI, beasiswa STUNED atau TPA/GMAT Beasiswa Nederland Education Centre, Beasiswa Sampoerna Foundation, Beasiswa Departemen Agama, TPA atau Tes Potensial Akademik Beasiswa Kementrian Keuangan baik kemenkeu pajak, kemenkeu anggaran, kemenkeu beacukai, kemenkeu perbendaharaan, kemenkeu badan kebijakan fiskal, lalu TPA beasiswa S2/S3 (doktor) dari kementrian Pekerjaan Umum, TPA Beasiswa DIKTI atau Direktorat Pendidikan Tinggi, TPA Beasiswa S2/S3 dari PEMDA DKI, promosi jabatan atau assesment test perum pegadaian, assesment test PEMDA DKI, Bank Mandiri, Assesment test Bank Indonesia, Assesment Test Calon Hakim CAKIM, psikotest Kemenkeu, Psikotest Kementrian Pekerjaan Umum, Psikotes Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS, Tes Potensi Akademik atau TPA UPPTPA Koperasi Bappenas, CPNS Badan Pemeriksa Keuangan RI, CPNS Bappenas, CPNS Seleksi masuk pegawai BUMN, BPS PERTAMINA, PCPM Bank Indonesia, ODM dan MDP Bank Mandiri maupun bank BCA dan Bank Permata. Sudah dua tahun terakhir ini siswa SMU kelas 3 banyak yang berminat mendaftar kursus Tes Potensi Akademik atau TPA dalam persiapan masuk Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN dan mereka sukses ketrima di UI, ITB, IPB, UGM Yogyakarta, UNPAD Bandung maupun UNAIR dan UNDIP Semarang.

Materi soal TPA, TBS, TKU, TKA serupa dengan GRE dan GMAT karena soal-soal TPA memang kombinasi antara keduanya. Pelatihan TPA/TKU/TKA diadakan untuk mengenalkan model Tes  dengan pertimbangan orang yang mempunyai potensi tinggi namun belum pernah mengenal bentuk soal dan strategi mengerjakan tes seleksi tersebut selalu mendapat skor/nilai yang lebih rendah bila dibandingkan dengan orang yang pernah mengikuti dan telah memahami aturan mainnya. Dengan mengikuti pelatihan ini maka nilai dapat dimaksimalkan dan skor yang didapat peserta lebih objektif, sebab bila setelah mengikuti pelatihan skor-nya tinggi maka memang objektitif tinggi dan bila rendah maka memang objektinya rendah.

Permasalahan Seputar Tes Potensi Akademik

Ketika menjelang TesPotensi Akademik (TPA), pada umumnya calon peserta TPA menghadapi problematika :

  1. Tes Potensi Akademik (TPA) bukanlah suatu mata pelajaran atau matakuliah yangdiajarkansecarakhusus di institusi pendidikan formal. Sehingga, banyak calon peserta TPA merasa mengalami kesulitan, kebingungan, bahkan stress dalam menghadapi ujian Tes Potensi Akademik (TPA).
  2. Asumsi bahwa untuk meraih skor tinggi di Tes Potensi Akademik (TPA) diharuskan menghapalkan banyak rumus. Tidak semua orang menyukai dan harus menyukai matematika. Kepandaian matematika hanyalah satu jenis dari kepandaian yang dimiliki manusia.
  3. Anggapan bahwa proses ujian Tes Potensi Akademik (TPA) itu susah dan menegangkan laksana momok menakutkan di malam hari.
  4. Banyaknya buku persiapan TPA yang beredar di toko buku tanpa isi kredibel. Tapi kita tidak tahu buku yang manakah yang benar-benar dapat membantu persiapan TPA kita. Silahkan anda membeli beberapa buku TPA di Toko Buku terdekat. Jangan kaget jika anda akan menemukan isi buku-buku TPA tersebut isinya hampir sama, hanya beda cover, nama penulis, dan penerbit.
  5. Isi buku persiapan TPA yang sangat berbeda dengan ujian TPA sesungguhnya. Anda tidak akan dapat mengetahui kebenaran isi buku persiapan TPA sebelum mengikuti ujian TPA sesungguhnya. Saya telah membeli beberapa buku persiapan TPA, dan sangat kecewa dengan isinya karena simulasi buku TPA jauh berbeda dengan ujian TPA asli.

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Pelatihan Tes TPA Bappenas.Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting.Tetapi sebenarnya pelatihan TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat. Lalu dengan mengikuti Pelatihan TPA Bappenas kita akan diberikan materi-materi yang harus kita hafal.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Pelatihan Tes TPA Bappenas.

Mengapa Pelatihan Tes TPA Bappenas Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka kegiatan pelatihan Tes TPA Bappenas ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

Apa Saja Manfaat  Pelatihan Tes TPA ?

Konsultan sukses-tpa berpengalaman menyelenggarakan Pelatihan Tes TPA maupun Private TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti pelatihan di konsultan Sukses TPA hasilnya sebagian besar peserta TPA meningkat tajam. Ini dikarenakan mereka telah belajar soal-soal TPA dan bagaimana cara mengerjakan dengan cepat.

Pada umumnya nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.

Pelatihan TPA akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah. Jika belum mengenal tipe dan bentuk soal TPA langsung mengikuti Tes Potensi Akademik, dipastikan hasilnya akan kurang memuaskan. Bisa jadi ketika mengerjakan akan tertegun, gagap, bingung dan lainnya karena waktu yang diberikan begitu cepat. Dengan mengikuti Pelatihan TPA, akan diakhiri dengan evaluasi berupa Tes Prediksi TPA, maka baik Lembaga maupun Karyawan  dapat memperkirakan potensi akademisnya, selain  perasaan percaya diri lebih tinggi dalam menghadapi tes TPA.

Materi Pelatihan & Instruktur

Verbal (padanan kata, lawan kata, analogi verbal);  Kuantitatif (hitungan, deret bilangan, komparasi kuantitatif); Penalaran (logika formal, analitis, keruangan, penalaran logis) serta ditambah dengan teknik mengerjakan TPA dengan metode berpikir strategis. Instruktur berpengalaman & berlatar  belakang pendidikan yang relevan dengan materi pelatihan.

Tempat & Waktu

Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal.

Waktu Pelatihan Tes TPA Reguler di hari libur kerja Sabtu/Minggu (jadwal silahkan lihat disini) mulai Pk. 08.00 s.d 16.30 WIB

Lokasi Pelatihan : Pusat Studi Jepang UI Depok

Jika Anda berminat mengikuti Pelatihan Tes TPA Bappenas, silahkan hubungi kami melalui sitebar di sebelah kiri website kami atau KLIK WhatsApp Sekarang

Pelatihan Tes TPA

Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf

Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf

 

Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf – Dibawah ini adalah Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf yang bisa Anda download secara GRATISS.. Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf

Tes potensi akademik (TPA) adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan (akademis). Tes ini juga sering dibungkan dengan kecerdasan seseorang. Saat ini, TPA  telah menjadi tes standar penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), rekrutmen karyawan swasta, serta karyawan BUMN di tahun 2018.

Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf

Bahkan kenaikan jabatan setingkat meneger di berbagai perusahaan juga mensyaratkan karyawannya mencapai TPA dengan dengan skor minimum tertentu. Tes Potensi Akademik juga umum dipakai sebagai tes penerimaan mahasiswa untuk jenjang S1 dan S2. Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf

Adapun Tes Potensi Akademik ini umumnya memiliki 3 jenis soal. Yaitu, tes verbal atau bahasa, tes numerik atau angka, dan tes logika.

  • Tes verbal berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (Persamaan kata), antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.
  • Tes angka mengukur kemamuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berfikir terstruktur, dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmatik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka, dan tes angka dalam cerita.
  • Tes logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita, dan tes logika diagram.

Cara paling EFEKTIF dan JITU dalam menghadapi TPA Bappenas adalah dengan mempelajari langsung soal-soal sebelumnya. Dengan sering mempelajari dan latihan soal TPA Bappenas kita akan terbiasa melihat bentuk, pola soal TPA Bappenas serta tingkat kesulitannya seperti apa.

Silahkan Download Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf berikut ini :

Download Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf Modul 1

Download Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf Modul 2

Download Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf Modul 3

Download Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf Modul 4

Download Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf TRY OUT

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya pelatihan TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, Anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat. Lalu dengan mengikuti Pelatihan TPA Bappenas kita akan diberikan materi-materi yang harus kita hafal.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Pelatihan TPA Bappenas.

Mengapa Pelatihan TPA  Bappenas Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka kegiatan pelatihan TPA ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

Apa Saja Manfaat  Pelatihan TPA ?

Konsultan sukses-tpa berpengalaman menyelenggarakan Pelatihan TPA maupun Private TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti pelatihan di konsultan Sukses TPA hasilnya sebagian besar peserta TPA meningkat tajam. Ini dikarenakan mereka telah belajar soal-soal TPA dan bagaimana cara mengerjakan dengan cepat. Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf

Pada umumnya nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah. Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf

Pelatihan TPA akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah. Jika belum mengenal tipe dan bentuk soal TPA langsung mengikuti Tes Potensi Akademik, dipastikan hasilnya akan kurang memuaskan. Bisa jadi ketika mengerjakan akan tertegun, gagap, bingung dan lainnya karena waktu yang diberikan begitu cepat. Dengan mengikuti Pelatihan TPA, akan diakhiri dengan evaluasi berupa Tes Prediksi TPA, maka baik Lembaga maupun Karyawan  dapat memperkirakan potensi akademisnya, selain  perasaan percaya diri lebih tinggi dalam menghadapi tes TPA. Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf

Materi Pelatihan & Instruktur

Verbal (padanan kata, lawan kata, analogi verbal);  Kuantitatif (hitungan, deret bilangan, komparasi kuantitatif); Penalaran (logika formal, analitis, keruangan, penalaran logis) serta ditambah dengan teknik mengerjakan TPA dengan metode berpikir strategis. Instruktur berpengalaman & berlatar  belakang pendidikan yang relevan dengan materi pelatihan.

Tempat & Waktu

Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal. Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf

Waktu Pelatihan Reguler di hari libur kerja Sabtu/Minggu (jadwal silahkan lihat disini) mulai Pk. 08.00 s.d 16.30 WIB

Lokasi Pelatihan : Pusat Studi Jepang UI Depok

Info Lebih Lanjut Mengenai Pelatihan TPA Bappenas Silahkan KLIK WhatsApp Sekarang

Contoh Soal TPA OTO Bappenas Pdf

Soal TPA Bappenas Dan Pembahasannya

Soal TPA Bappenas Dan Pembahasannya

 

Soal TPA Bappenas Dan Pembahasannya – Tes Potensi Akademik ini umumnya memiliki 3 jenis soal. Yaitu, tes verbal atau bahasa, tes numerik atau angka, dan tes logika.

Soal TPA OTO Bappenas Dan Pembahasannya

Cara paling EFEKTIF dan JITU dalam menghadapi TPA Bappenas adalah dengan mempelajari langsung soal-soal sebelumnya. Dengan sering mempelajari dan latihan soal TPA Bappenas kita akan terbiasa melihat bentuk, pola soal TPA Bappenas serta tingkat kesulitannya seperti apa. Berikut akan kami berikan Soal TPA OTO Bappenas Dan Pembahasannya sebagai bahan belajar bagi Anda yang akan mengikuti Tes TPA Bappenas

  1. Lugu

A.Kampungan

B.Bersahaja

C.Sabar

D.Bodoh

E.Penurut

Jawaban :

Bersahaja (B)

Lugu adalah sifat yang tidak banyak tingkah, sewajarnya, apa adanya, bersahaja. (b)

  1. Kesahihan

A.Kebenaran

B.Kematangan

C.Keberlakuan

D.Kesalahan

E.Kemantapan

Jawaban :

Kebenaran (A)

Sahih adalah sah; benar; sempurna; sehat (tiada celanya); pasti. Kesahihan = Kebenaran. (a)

 

  1. Debat

A.Komentar

B.Diskusi

C.Perbantahan

D.Permasalahan

E.Pembicaraan

Jawaban :

Perbantahan (C)

Debat adalah Perbantahan, pertengkaran dengan kata-kata (c)

 

  1. Aksesori

A.Cenderamata

B.Kalung

C.Penghias

D.Perhiasan

E.Suvenir

Jawaban :

Penghias (C)

Aksesori adalah barang/benda yang berfungsi sebagai pelengkap, pemanis, penghias. (c)

 

  1. Insting

A.Jiwa

B.Perasaan

C.Rohani

D.Naluri

E.Hati

Jawaban:

Hati (D)

Insting adalah sesuatu yang dilakukan sesuai kata hati, sinonim dengan naluri, yaitu menurut kata hati.

 

  1. PEMUPUKAN >< . . . . . .

   A.Rehabilitasi

   B.Reboisasi

   C.Penggundulan

   D.Defertilisasi

   E.Renovasi

Jawaban:

Defertilisasi (D)

Pemupukan merupakan perbuatan menyuburkan tanah dengan rabuk (pupuk) dan lawannya adalah keadaan tidak subur (defertilisasi).

 

  1. SIAU >< . . . . . .

   A.Mendidih

   B.Memuai

   C.Membeku

   D.Mencair

   E.Memanas

Jawaban:

Mendidih (A)

Siau bisa diartikan sudah tak panas lagi; dingin kembali. Dan lawannya adalah mendidih.

 

  1. PREMAN >< . . . . . .

   A.Pengawal

   B.Sendiri

   C.Dinas

   D.Mafia

   E.Partikelir

Jawaban:

Dinas (C)

Preman sama dengan partikelir, tidak sedang berdinas, bukan tentara, tidak sedang berseragam, kepunyaan sendiri.

 

  1. HIRAU >< . . . . . .

   A.Lupa

   B.Ingat

   C.Lalai

   D.Kolase

   E.Acuh

Jawaban:

Acuh (E)

Menghiraukan mempunyai lawan mengindahkan; mengacuhkan.

 

  1. OPAS >< . . . . . .

   A.Porter

   B.Komandan

   C.Pesuruh

   D.Pemimpin

   E.Prajurit

Jawaban:

Pemimpin (D)

Pesuruh, tukang jaga, porter mempunyai arti yang sama dengan opas. Jadi lawannya adalah pemimpin.

 

  1. INTENSITAS : FREKUENSI

   A.Hadiah : Pengabdian

   B.Penghargaan : Penghormatan

   C.Jauh : Jarak

   D.Jumlah : Total

   E.Hak : Kewajiban

Jawaban:

Penghargaan : Penghormatan (B)

Intensitas mempunyai makna hampir sama dengan frekuensi, begitu pula dengan penghargaan yang mempunyai makna hampir sama dengan penghormatan.

 

  1. MODERN : TRADISIONAL

A.Roket : Rudal Scud

B.Ferrari : Fiat

C.Pesawat : Sepeda Motor

D.Mobil : Pedati

E.TV : VCD Player

Jawaban:

Mobil : Pedati (D)

Alat  moderen dan alat tradisional adalah mobil dan pedati. (D) Semua alat lain yang disebutkan adalah moderen.

 

  1. INDONESIA : BELANDA

A.Malaysia : Inggris

B.India : Spanyol

C.Australia : Selandia Baru

D.Singapura : China

E.Brunei Darussalam : Timor Leste

Jawaban:

Malaysia : Inggris (A)

Indonesia pernah dijajah oleh Belanda. Dan Malaysia pernah dijajah oleh Inggris. (A)

 

  1. KARNIVORA : SINGA

A.Reptilia : Buaya

B.Manusia : Omnivora

C.Herbivora : Sapi

D.Omnivora : Harimau

E.Herbivora : Omnivora

Jawaban:

Herbivora : Sapi (C)

Salah satu jenis karnivora (pemakan daging) adalah singa. Pilihan B tidak sepadan dengan urutan pertanyaan (Jenis : Contoh, bukan Contoh : Jenis). Jadi pilihan B kurang tepat, meskipun benar manusia adalah omnivora.  Sedangkan salah satu jenis herbivora (pemakan tumbuhan) adalah sapi. Jadi, pilihan yang benar dan tepat adalah (C)

 

  1. NORWEGIA : LUXEMBURG

A.Vietnam : Indonesia

B.Australia : Inggris

C.Brazil : Spanyol

D.Iraq : Australia

E.Chili : China

Jawaban:

Vietnam : Indonesia (A)

Norwegia dan Luxemburg adalah dua negara yang sama-sama berada di benua Eropa. Vietnam dan Indonesia adalah dua negara yang sama-sama berada di benua Asia.

 

  1. 32+ 52 + 72 = …..

A.83
B.74
C.66
D.61
E.69

Jawaban:
Pembahasan:
3 2 + 5 2 + 7 2 = …..
9 + 25 + 49 = 83
Jadi, jawaban yang tepat adalah 83 (A)

 

  1. 356 – 72 : 2 + 5 x 9 = …..

A.334
B.391
C.386
D.385
E.365

Jawaban:
Pembahasan :
356 – 72 : 2 + 5 x 9 = …..
356 – (72 : 2) + (5 x 9) = …..
356 – 36 + 45 = 365
Jadi, jawaban yang tepat adalah 365  (E)

 

  1. 201 x 3 + y = 3.230

Nilai y yang tepat adalah …..

A.2.834
B.2.627
C.3.012
D.2.246
E.2.476

Jawaban:
Pembahasan :
210 x 3 + y = 3.230
603 + y = 3.230
y = 3.230 – 603
y = 2.627
Jadi, jawaban yang tepat adalah 2.627 (B)

 

  1. 5 x a x 14 = 6 x 7 x 4

Nilai a yang tepat adalah …..

A.24
B.18
C.21
D.22
E.36

Jawaban:
Pembahasan :
5 x a x 14 = 6 x 70 x 4
a x 70 = 6 x 70 x 4
a = 6 x 4
a = 24
Jadi, jawaban yang tepat dalah 24 (A)

 

  1. ½ + 5x = 30

Maka nilai x adalah …..

A.6,3
B.7,5
C.5,9
D.4,9
E.10,5

Jawaban:

½ + 5x = 30

5x = 30 – 1/2
5x = 29,5
x = 29,5 : 5
x = 5,9  (C)

 

  1. 18, 23, 19,  25,  22,  29  …,  …

A.25 dan 34

B.23 dan 33

C.27 dan 35

D.25 dan 35

E.24 dan 32

Jawaban:

Terdapat dua pola yang berlaku:

Pola pertama ditambahkan dengan bilangan ganjil yang berurutan naik.

18 + 1 = 19

19 + 3 = 22

22 + 5 = 27

Pola kedua ditambahkan dengan bilangan genap berurut naik.

23 + 2 = 25

25 + 4 = 29

29 + 6 = 35

Jadi jawaban yang tepat adalah 27 dan 35. Jawaban : C

 

  1. 30, 32, 33,  35,  42,  48,  …,   …,  63

A.40 dan 52

B.54 dan 60

C.42 dan 52

D.55 dan 59

E.50 dan 60

Jawaban:

Terdapat tiga pola:

Pola pertama ditambahkan 5,

30 + 5 = 35

35 + 5 + 40

Pola yang kedua ditambahkan 10,

32 + 10 = 42

42 + 14 = 52

Pola yang ketiga ditambahkan 15,

33 + 15 = 48

48 + 15 = 63

Jadi, jawaban yang tepat adalah 40 dan 52. Jawaban A

 

  1. 142 + 77 = 82 + A

Nilai A yang tepat adalah …..

A.142
B.137
C.135
D.113
E.156

Jawaban:
142 + 77 = 82 + A
219 = 82 + A
A = 219 – 82
A = 137
Jadi, jawaban yang tepat adalah 137 (B)

 

  1. Tidak ada pemalas yang sukses. Semua yang sukses sejahtera hidupnya. Jadi . . .

A.Sebagian pemalas tidak sukses.

B.Tidak ada pemalas yang sejahtera hidupnya.

C.Semua pemalas sukses.

D.Sebagian yang sejahtera hidupnya bukan pemalas.

E.Semua pemalas sejahtera hidupnya

Jawaban:

Sebagian yang sejahtera hidupnya bukan pemalas (D)

 

  1. Semua yang memabukkan adalah haram. Alchohol adalah minuman yang memabukkan. Jadi . . .

A.Sebagian Alchohol memabukkan.

B.Sebagian Alchohol haram.

C.Semua Alchohol memabukkan.

D.Alchohol tidak haram.

E.Alchohol haram

Jawaban:

Alchohol haram (E)

 

  1. Toni adalah orang desa. Toni bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik. Banyak buruh-buruh yang malas. Malik adalah teman Toni. Jadi . . . .

A.Malik mungkin sedesa dengan Toni.

B.Teman-teman Toni semuanya malas.

C.Malik adalah orang kota.

D.Malik itu malas.

E.Toni itu malas.

Jawaban:

Malik mungkin sedesa dengan Toni (A)

 

  1. Semua orang tua menyayangi anaknya. Sebagian guru menyayangi anaknya. Jadi . . . .

A.Sebagian orang tua menyayangi anaknya.

B.Sebagian guru adalah orang tua.

C.Semua guru menyayangi anaknya.

D.Semua orang tua adalah guru.

E.Semua guru adalah orang tua.

Jawaban:

Sebagian guru adalah orang tua (B)

 

  1. Semua kendaraan berbahan bakar bensin. Tak sebuah motor pun berbahan bakar bensin. Jadi . . . .

A.Kendaraan berbahan bakar bensin adalah motor.

B.Tak sebuah motor pun adalah kendaraan berbahan bakar bensin.

C.Semua kendaraan berbahan bakar bensin adalah motor.

D.Motor adalah kendaraan berbahan bakar bensin.

E.Semua kendaraan adalah motor.

Jawaban:

Tak sebuah motor pun adalah kendaraan berbahan bakar bensin (B)

 

  1. Semua mamalia tidak bertelur dan semua yang bertelur adalah hewan. Jadi . . . .

A.Ikan paus adalah mamalia.

B.Mamalia bisa saja bertelur.

C.Hewan yang bertelur adalah mamalia.

D.Ada hewan yang tidak bertelur.

E.Mamalia bukan hewan.

Jawaban:

Ada hewan yang tidak bertelur (D)

 

  1. Semua burung bernapas dengan paru-paru. Semua merpati adalah burung. Jadi . . .

A.Semua merpati tidak bernapas dengan paru-paru.

B.Semua merpati bernapas dengan paru-paru.

C.Tidak semua merpati bernapas dengan paru-paru.

D.Sebagian merpati adalah burung.

E.Sebagian merpati bernapas dengan paru-paru.

Jawaban:

Semua merpati bernapas dengan paru-paru (B)

 

Itulah beberapa Soal TPA Bappenas Dan Pembahasannya. Mudah bukan ?? Sudah ada gambarannya ketika nanti ujian ?? Jika Anda rajin berlatih, rajin mengerjakan soal, pasti mengerjakannya dengan mudah. Semoga sukses …

PUSAT PELATIHAN TPA

Info lebih lanjut silahkan hubungi via WhatsApp

Soal TPA Bappenas Dan Pembahasannya

Jadwal TPA OTO Bappenas

Jadwal TPA OTO Bappenas

 

Jadwal TPA OTO Bappenas – Tes TPA Bappenas atau Tes potensi akademik Bappenas merupakan sebuah tes yang secara khusus digunakan untuk mengetahui serta mengevaluasi kemampan seseorang yang ingin masuk ke dalam jenjang pendidikan selanjutnya, melakukan pendaftaran beasiswa, menjadi pegawai atau karyawan, dan beberapa kategori lainnya. Tes ini merupakan tes yang bisa dilakukan secara berkelompok atau organisasi, dan juga perorangan.

Jadwal TPA OTO Bappenas

Bagi teman-teman yang mendaftar S2 atau S3 pasti diawal-awal harus mengikuti beberapa rangkaian test. Salah satu yang harus diikuti adalah TPA. Test Potensi Akademik atau TPA biasanya digunakan untuk mengukur bakat dan kemampuan seseorang dalam bidang keilmuan.

Materi Tes TPA BAPPENAS

Materi Tes TPA BAPPENAS sendiri dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

  1. Penalaran Verbal

Dalam test penalaran verbal sering kali yang keluar merupakan istilah istilah baru yang jarang kita jumpai pada kegiatan kita sehari-hari. Tips untuk mengerjakan soal ini bisa dengan memulai membaca berita baik di koran atau situs-situs berita.

  1. Kuantitatif

Test TPA ini sangat menghabiskan waktu. Dalam test kuantitatif akan diuji kecepatan menghitung dan mempelajari pola deret angka. Pada saat saya test TPA kemarin, saya menyisakan 40 soal, terpaksa pengawuranpun bertindak. Saran bagi teman-teman agar mengerjakan bagian deret angka dan bagian yang mempunyai pilihan x>y, x<y, x=y.

  1. Penalaran

Pada test Penalaran kita dituntut untuk mengasah logika kita dimana soal-soalnya berisi tentang logika analisa dan logika gambar. Pada TPA OTO BAPPENAS, logika analisa harus dilatih dengan sering-sering mengerjakan latihan soal sedangkan untuk logika gambar akan lebih mudah bisa sering bermain puzzle dan rubik.

Jadwal TPA OTO Bappenas

Hari/Tanggal Batas Pendaftaran Lokasi
Minggu, 21 Oktober 2018 18/10/2018 12:00 Gedung Bappenas Pusat
Sabtu, 3 November 2018 01/11/2018 12:00 Gedung Bappenas Pusat
Minggu, 18 November 2018 15/11/2018 12:00 Gedung Bappenas Pusat
Sabtu, 01 Desember 2018 29/11/2018 12:00 Gedung Bappenas Pusat
Minggu, 16 Desember 2018 13/12/2018 12:00 Gedung Bappenas Pusat

Cara Mendaftar Tes TPA Bappenas

Berikut ini adalah Cara Untuk Mendaftar Tes TPA Bappenas :

  1. Cek Jadwal Tes TPA

Langkah pertama Cara Mendaftar Tes TPA Bappenas adalah cari tahu atau cek jadwal TPA OTO Bappenas. Kita harus tahu dulu jadwal untuk menyesuaikan dengan jadwal kita. Jangan lupa catat nomor petugas TPA Bappenas.

  1. Konfirmasi 1 ke Petugas

Setelah tahu jadwal tes TPA Bappenas konfirmasi ke petugas untuk menanyakan kuota apakah sudah penuh atau belum. Jika sudah penuh, kemungkinan kita akan di jadwalkan di tes berikutnya. Jadi lebih baik bertanya terlebih dahulu sebelum mentransfer biaya pendaftaran. Setelah menanyakan kuota dan sudah tahu pasti waktu tes TPA Bappenas yang akan kita ikuti, tanyakan melaui apa kita harus mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti pembayaran.

  1. Download Formulir Pendaftaran

Langkah selanjutnya adalah mendownload Formulir pendaftaran tes TPA Bappenas.

  1. Transfer Uang Pendaftaran

Kirimkan uang pendaftaran melaui ATM atau transfer via internet banking atau di bank anda. Nomor rekeningnya tertera di formulir pendaftaran di atas. Biaya daftar TPA Bappenas tahun 2013 sebesar Rp. 325.000.

  1. Kirim Formulir Pendaftaran dan Bukti Transfer

Setelah mentransfer uang pendaftaran dan mengisi formulir pendaftaran, Anda diharuskan mengirim formulir pendaftaran dan bukti transfer. Kirimkan melaui email atau fax sesuai dengan jawaban petugas TPA Bappenas di langkah ke 2.

  1. Konfirmasi 2 ke Petugas

Ini langkah terakhir cara daftar tes TPA Bappenas, yaitu konfirmasi ke petugas. Setelah mengirimkan formulir pendaftaran dan bukti transfer  anda konfirmasi kembali ke petugas TPA Bappenas. Tanyakan apakah sudah diterima atau belum formulir pendaftaran dan bukti transfernya.

Selain Informasi diatas, anda juga perlu mengetahui dokumen apa saja yang perlu anda persiapkan agar dapat mempermudah anda jika nantinya dokumen-dokumen tersebut diperlukan sebagai salah satu persyaratan. Dokumen tersebut adalah:

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi Ijazah (Min D3)
  • Foto Warna (3×4) 2 lembar
  • Bukti Transfer
  • Formulir Pendaftaran

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Kursus Persiapan TPA. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya Les TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Pelatihan TPA.

Mengapa Pelatihan TPA Bappenas Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka Les TPA Bappenas ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

Tempat Pelatihan TPA

Apa Saja Manfaat  Pelatihan TPA ?

Konsultan sukses-tpa berpengalaman menyelenggarakan Pelatihan TPA maupun Private TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti pelatihan di konsultan Sukses TPA hasilnya sebagian besar peserta TPA meningkat tajam. Ini dikarenakan mereka telah belajar soal-soal TPA dan bagaimana cara mengerjakan dengan cepat.

Pada umumnya nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.

Pelatihan TPA akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah. Jika belum mengenal tipe dan bentuk soal TPA langsung mengikuti Tes Potensi Akademik, dipastikan hasilnya akan kurang memuaskan. Bisa jadi ketika mengerjakan akan tertegun, gagap, bingung dan lainnya karena waktu yang diberikan begitu cepat. Dengan mengikuti Pelatihan TPA, akan diakhiri dengan evaluasi berupa Tes Prediksi TPA, maka baik Lembaga maupun Karyawan  dapat memperkirakan potensi akademisnya, selain  perasaan percaya diri lebih tinggi dalam menghadapi tes TPA.

Info Lebih Lanjut Mengenai Pelatihan TPA Bappenas KLIK WhatsApp Sekarang

Jadwal TPA OTO Bappenas

Latihan Soal TPA OTO Bappenas

Latihan Soal TPA OTO Bappenas

 

Latihan Soal TPA OTO Bappenas – Tes potensi akademik (TPA) adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan (akademis).

Tes ini juga sering dibungkan dengan kecerdasan seseorang. Saat ini, TPA  telah menjadi tes standar penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), rekrutmen karyawan swasta, serta karyawan BUMN di tahun 2018.

Latihan Soal TPA OTO BappenasBahkan kenaikan jabatan setingkat meneger di berbagai perusahaan juga mensyaratkan karyawannya mencapai TPA dengan dengan skor minimum tertentu. Tes Potensi Akademik juga umum dipakai sebagai tes penerimaan mahasiswa untuk jenjang S1 dan S2.

Adapun Tes Potensi Akademik ini umumnya memiliki empat jenis soal. Yaitu, tes verbal atau bahasa, tes numerik atau angka, tes logika, dan tes spacial atau gambar.

  • Tes verbal berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (Persamaan kata), antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.
  • Tes angka mengukur kemamuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berfikir terstruktur, dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmatik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka, dan tes angka dalam cerita.
  • Tes logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita, dan tes logika diagram.
  • Sedangkan tes spesial atau tes gambar berfungsi untuk mengukur daya logika ruang yang dimiliki seseorang.

Berikut merupakan Latihan Soal TPA OTO Bappenas yang mungkin sering di keluarkan pada soal-soal TPA nantinya. Di bawah adalah contoh soal tes TPA pahami dengan seksama supaya paham dan bisa ingat pada Waktu tes TPA nantinya.

Latihan Soal TPA OTO Bappenas

 

  1. Lugu

A.Kampungan

B.Bersahaja

C.Sabar

D.Bodoh

E.Penurut

 

  1. Kesahihan

A.Kebenaran

B.Kematangan

C.Keberlakuan

D.Kesalahan

E.Kemantapan

 

  1. Debat

A.Komentar

B.Diskusi

C.Perbantahan

D.Permasalahan

E.Pembicaraan

 

  1. Aksesori

A.Cenderamata

B.Kalung

C.Penghias

D.Perhiasan

E.Suvenir

 

  1. Insting

A.Jiwa

B.Perasaan

C.Rohani

D.Naluri

E.Hati

 

  1. PEMUPUKAN >< . . . . . .

   A.Rehabilitasi

   B.Reboisasi

   C.Penggundulan

   D.Defertilisasi

   E.Renovasi

 

  1. SIAU >< . . . . . .

   A.Mendidih

   B.Memuai

   C.Membeku

   D.Mencair

   E.Memanas

 

  1. PREMAN >< . . . . . .

   A.Pengawal

   B.Sendiri

   C.Dinas

   D.Mafia

   E.Partikelir

 

  1. HIRAU >< . . . . . .

   A.Lupa

   B.Ingat

   C.Lalai

   D.Kolase

   E.Acuh

 

  1. OPAS >< . . . . . .

   A.Porter

   B.Komandan

   C.Pesuruh

   D.Pemimpin

   E.Prajurit

 

  1. Norwegia : Luxemburg

A.Vietnam : Indonesia

B.Australia : Inggris

C.Brazil : Spanyol

D.Iraq : Australia

E.Chili : China

 

  1. Penyelam laut dalam : Tabung Oksigen

A.Petani : Kerbau

B.Perampok : Topeng muka

C.Penerjun payung : Parasut

D.Polisi : Mobil patroli

E.Burung : Sayap

 

  1. Bodoh : Idiot

A.Pintar : Pandai

B.Pandai : Jenius

C.Dungu : Cerdas

D.Rajin : Pintar

E.Jenius : Cerdas

 

  1. Bola lampu : Thomas A. Edison

A.Mesin uap : James Watt

B.Telepon : Alexander George

C.Pesawat : Copernicus

D.Radio : Pierre Curie

E.Listrik : Michael Moorer

 

  1. Gading : Gajah

A.Taring : Macan

B.Gigi : Singa

C.Kuping : Kelinci

D.Kulit : Ular

E.Hidung : Bekantan

 

  1. 18, 23, 19,  25,  22,  29  …,  …

A.25 dan 34

B.23 dan 33

C.27 dan 35

D.25 dan 35

E.24 dan 32

 

  1. 30, 32, 33,  35,  42,  48,  …,   …,  63

A.40 dan 52

B.54 dan 60

C.42 dan 52

D.55 dan 59

E.50 dan 60

 

  1. 4, 17, 8,   14,   16,   11,   32,   28,  …,  …

A.66 dan 4

B.58 dan -3

C.60 dan 3

D.64 dan 5

E.61 dan 2

 

  1. 13, 14, 17,  22,  29,  38,  …

A.45

B.47

C.49

D.50

E.51

 

  1. (15 + 40)2 = …

A.3052

B.3025

C.3005

D.3225

E.3325

 

  1. 0,875 : 5/2 = …

A.0,35

B.0,55

C.0,53

D.0,25

E.2,65

 

  1. (0,31)2 = …

A.0,0691

B.0,0661

C.0,0991

D.0,0971

E.0,0961

 

  1. Jika x = 1/16 dan y = 16% maka :

A.x>y

B.x<y

C.x=y

D.x dan y tak dapat ditentukan

E.x2 > y

 

  1. Jika x = 0,178 + 6,017 + 5,278925 y = 12

A.x > y

B.x < y

C.x = y

D.x dan y tak bisa ditentukan

E.2x – 2y = 0

 

  1. Jika x berat total p kotak yang masing-masing beratnya q kg, dan y = berat total q kotak yang masing-masing beratnya p kg, maka

A.x > y

B.x < y

C.x = y

D.x dan y tak bisa ditentukan

E.2x > 2y

 

  1. Kebanyakan burung dapat terbang. Burung unta adalah juga seekor burung. Jadi :

A.Burung unta dapat terbang

B.Burung unta memang tidak dapat terbang

C.Burung unta belum tentu dapat terbang

D.Jawaban a,b, dan c ketiga-tiganya salah

 

  1. Semua Mahasiswa ISTN lulus tepat pada waktunya. Sebagian Mahasiswa ISTN adalah Mahasiswa Program Perkuliahan Karyawan (P2K). Jadi :

A.Semua Mahasiswa Program Perkuliahan Karyawan (P2K) ISTN lulus tepat pada waktunya.

B.Sebagian Mahasiswa ISTN lulus tidak tepat pada waktunya

C.Mahasiswa ISTN yang lulus tepat pada waktunya pasti Mahasiswa Program Perkuliahan Karyawan (P2K).

D.Sebagian Mahasiswa ISTN adalah Mahasiswa Program Perkuliahan Karyawan (P2K).

E.Tidak dapat di tarik kesimpulan

 

  1. Semua donor harus berbadan sehat. Sebagian donor darah memiliki golongan darah O. Jadi …

A.Sebagian orang yang bergolongan darah O dan menjadi donor darah berbadan sehat.

B.Semua donor harus memiliki golongan darah O dan berbadan sehat.

C.Semua donor darah yang memiliki golongan darah O harus berbadan sehat.

D.Yang berbadan sehat adalah yang memiliki golongan darah O dan menjadi donor darah.

E.Tidak dapat di tarik kesimpulan

 

  1. Di Jakarta telah banyak dibangun gedung bertingkat. Hotel-hotel dan pasar-pasar yang baru dibangun di negara kita banyak yang bertingkat. Pak Sarlito baru datang ke Jakarta dan tinggal di sebuah hotel. Pak Sarlito sudah merencanakan untuk melihat dari dekat gedung-gedung yang bertingkat. Jadi…

A.Pak Sarlito menginap di hotel yang bertingkat

B.Tidak ada hotel yang bertingkat di Jakarta

C.Di Jakarta banyak hotel-hotel yang bertingkat

D.Mungkin Pak Sarlito menginap di hotel yang tidak bertingkat

E.Tidak dapat di tarik kesimpulan

 

  1. Hanya jika berbakat dan bekerja keras, seorang atlet dapat sukses sebagai atlet profesional. Berikut adalah kesimpulan yang secara logis dapat ditarik dari pernyataan di atas:

A.Jika seorang atlet berbakat dan bekerja keras, maka ia akan sukses sebagai atlet profesional.

B.Jika seorang atlet tidak sukses sebagai atlet profesional, maka ia tidak berbakat.

C.Jika seorang atlet tidak sukses sebagai atlet profesional, maka ia bukan pekerja keras.

D.Jika seorang atlet tidak berbakat atau tidak bekerja keras, maka ia tidak akan sukses sebagai atlet profesional.

E.Tidak dapat di tarik kesimpulan

 

Untuk Latihan Soal TPA OTO Bappenas lainnya silahkan klik DISINI

Demikian Postingan kami kali ini mengenai Latihan Soal TPA OTO Bappenas. Semoga bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya.

 

Latihan Soal TPA OTO Bappenas

Tempat Pelatihan TPA

Tempat Pelatihan TPA

 

Tempat Pelatihan TPA – Tes Potensi Akademik adalah suatu tes yang yang diperuntukkan mengukur kemungkinan keberhasilan seseorang apabila yang bersangkutan melanjutkan ke dunia akademik atau memangku jabatan/golongan dimana jabatan/golongan  tersebut membutuhkan kemampuan akademis.  Skor TPA/TKU masing-masing penyelenggara mempunyai kriteria sendiri, namun TPA/TKU yang telah umum dipergunakan dan diakui secara internasional yaitu yang diselenggarakan OTO Bappenas dan bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di dalam negeri. Skor tersebut  antara 200 s.d 800 dimana paling rendah adalah 200 dan paling tinggi (apabila benar semua) adalah 800. Seseorang dianggap mempunyai kemampuan rata-rata bila mampu mencapai skor 500 (mean).

Skor TPA yang diterbitkan OTO Bappenas berlaku hingga 2 th (dua tahun) sejak tanggal tes, dan tidak dapat diperpanjang kecuali yang bersangkutan mengikuti tes TPA kembali. Materi soal TPA terdiri dari 3 subtest yang masing-masing subtest memiliki skor antara 20 s.d 80, sehingga nilai/skor total didapat dari penjumlahan skor ketiga subtest tersebut dibagi 3 dan dikalikan 10 (rincian ini dapat dilihat di kertas skor TPA OTO-Bappenas).

Tempat Pelatihan TPA

Materi soal TPA, TBS, TKU, TKA serupa dengan GRE dan GMAT karena soal-soal TPA memang kombinasi antara keduanya. Pelatihan TPA/TKU/TKA diadakan untuk mengenalkan model Tes  dengan pertimbangan orang yang mempunyai potensi tinggi namun belum pernah mengenal bentuk soal dan strategi mengerjakan tes seleksi tersebut selalu mendapat skor/nilai yang lebih rendah bila dibandingkan dengan orang yang pernah mengikuti dan telah memahami aturan mainnya.

Saat ini, TPA telah menjadi salah satu tes wajib penyaringan CPNS, rekrutmen karyawan, kenaikan jabatan/pangkat, serta melanjutkan pendidikan ke jenjang master dan doktoral. Setiap peserta wajib mengikuti Tes Potensi Akademik sebagai salah satu syarat kelulusan.

Materi Tes TPA BAPPENAS

Materi Tes TPA BAPPENAS sendiri dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

  1. Penalaran Verbal

Dalam test penalaran verbal sering kali yang keluar merupakan istilah istilah baru yang jarang kita jumpai pada kegiatan kita sehari-hari. Tips untuk mengerjakan soal ini bisa dengan memulai membaca berita baik di koran atau situs-situs berita.

  1. Kuantitatif

Test TPA ini sangat menghabiskan waktu. Dalam test kuantitatif akan diuji kecepatan menghitung dan mempelajari pola deret angka. Pada saat saya test TPA kemarin, saya menyisakan 40 soal, terpaksa pengawuranpun bertindak. Saran bagi teman-teman agar mengerjakan bagian deret angka dan bagian yang mempunyai pilihan x>y, x<y, x=y.

  1. Penalaran

Pada test Penalaran kita dituntut untuk mengasah logika kita dimana soal-soalnya berisi tentang logika analisa dan logika gambar. Pada TPA OTO BAPPENAS, logika analisa harus dilatih dengan sering-sering mengerjakan latihan soal sedangkan untuk logika gambar akan lebih mudah bisa sering bermain puzzle dan rubik.

Banyaknya soal TPA disertai dengan waktu pengerjaan yang sempit mengakibatkan banyaknya peserta yang gugur pada tahap ini. Tidak hanya sebatas jumlah soal dan minimnya waktu yang diberikan, terdapat faktor kegagalan lainnya seperti kurangnya latihan mengerjakan soal-soal TPA, tidak memahami proses mengerjakan soal dengan cepat dan tepat, dan kurangnya pemahaman peserta atas deskripsi pengerjaan soal-soal TPA.

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Kursus Persiapan TPA. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya Les TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Pelatihan TPA.

Mengapa Pelatihan TPA Bappenas Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka Les TPA Bappenas ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

Apa Saja Manfaat  Pelatihan TPA ?

Konsultan sukses-tpa berpengalaman menyelenggarakan Pelatihan TPA maupun Private TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti pelatihan di konsultan Sukses TPA hasilnya sebagian besar peserta TPA meningkat tajam. Ini dikarenakan mereka telah belajar soal-soal TPA dan bagaimana cara mengerjakan dengan cepat.

Pada umumnya nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.

Pelatihan TPA akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah. Jika belum mengenal tipe dan bentuk soal TPA langsung mengikuti Tes Potensi Akademik, dipastikan hasilnya akan kurang memuaskan. Bisa jadi ketika mengerjakan akan tertegun, gagap, bingung dan lainnya karena waktu yang diberikan begitu cepat. Dengan mengikuti Pelatihan TPA, akan diakhiri dengan evaluasi berupa Tes Prediksi TPA, maka baik Lembaga maupun Karyawan  dapat memperkirakan potensi akademisnya, selain  perasaan percaya diri lebih tinggi dalam menghadapi tes TPA.

Info Lebih Lanjut Mengenai Les TPA Bappenas KLIK WhatsApp Sekarang

Tempat Pelatihan TPA

Contoh TPA OTO Bappenas

Contoh TPA OTO Bappenas

 

Contoh TPA OTO Bappenas – Tes potensi akademik (TPA) adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan (akademis).

Tes ini juga sering dibungkan dengan kecerdasan seseorang. Saat ini, TPA  telah menjadi tes standar penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), rekrutmen karyawan swasta, serta karyawan BUMN di tahun 2018.

Contoh TPA OTO Bappenas

Bahkan kenaikan jabatan setingkat meneger di berbagai perusahaan juga mensyaratkan karyawannya mencapai TPA dengan dengan skor minimum tertentu. Tes Potensi Akademik juga umum dipakai sebagai tes penerimaan mahasiswa untuk jenjang S1 dan S2.

Adapun Tes Potensi Akademik ini umumnya memiliki empat jenis soal. Yaitu, tes verbal atau bahasa, tes numerik atau angka, tes logika, dan tes spacial atau gambar.

  • Tes verbal berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (Persamaan kata), antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.
  • Tes angka mengukur kemamuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berfikir terstruktur, dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmatik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka, dan tes angka dalam cerita.
  • Tes logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita, dan tes logika diagram.
  • Sedangkan tes spesial atau tes gambar berfungsi untuk mengukur daya logika ruang yang dimiliki seseorang.

Berikut merupakan contoh TPA  TPA OTO Bappenas yang mungkin sering di keluarkan pada soal-soal TPA nantinya. Di bawah adalah contoh soal tes TPA pahami dengan seksama supaya paham dan bisa ingat pada Waktu tes TPA nantinya.

Contoh TPA OTO Bappenas

  1. Lugu

A.Kampungan

B.Bersahaja

C.Sabar

D.Bodoh

E.Penurut

 

  1. Kesahihan

A.Kebenaran

B.Kematangan

C.Keberlakuan

D.Kesalahan

E.Kemantapan

 

  1. Debat

A.Komentar

B.Diskusi

C.Perbantahan

D.Permasalahan

E.Pembicaraan

 

  1. Aksesori

A.Cenderamata

B.Kalung

C.Penghias

D.Perhiasan

E.Suvenir

 

  1. Insting

A.Jiwa

B.Perasaan

C.Rohani

D.Naluri

E.Hati

 

  1. PEMUPUKAN >< . . . . . .

   A.Rehabilitasi

   B.Reboisasi

   C.Penggundulan

   D.Defertilisasi

   E.Renovasi

 

  1. SIAU >< . . . . . .

   A.Mendidih

   B.Memuai

   C.Membeku

   D.Mencair

   E.Memanas

 

  1. PREMAN >< . . . . . .

   A.Pengawal

   B.Sendiri

   C.Dinas

   D.Mafia

   E.Partikelir

 

  1. HIRAU >< . . . . . .

   A.Lupa

   B.Ingat

   C.Lalai

   D.Kolase

   E.Acuh

 

  1. OPAS >< . . . . . .

   A.Porter

   B.Komandan

   C.Pesuruh

   D.Pemimpin

   E.Prajurit

 

  1. Norwegia : Luxemburg

A.Vietnam : Indonesia

B.Australia : Inggris

C.Brazil : Spanyol

D.Iraq : Australia

E.Chili : China

 

  1. Penyelam laut dalam : Tabung Oksigen

A.Petani : Kerbau

B.Perampok : Topeng muka

C.Penerjun payung : Parasut

D.Polisi : Mobil patroli

E.Burung : Sayap

 

  1. Bodoh : Idiot

A.Pintar : Pandai

B.Pandai : Jenius

C.Dungu : Cerdas

D.Rajin : Pintar

E.Jenius : Cerdas

 

  1. Bola lampu : Thomas A. Edison

A.Mesin uap : James Watt

B.Telepon : Alexander George

C.Pesawat : Copernicus

D.Radio : Pierre Curie

E.Listrik : Michael Moorer

 

  1. Gading : Gajah

A.Taring : Macan

B.Gigi : Singa

C.Kuping : Kelinci

D.Kulit : Ular

E.Hidung : Bekantan

 

  1. Jika x = 1/16 dan y = 16% maka :

A.x>y

B.x<y

C.x=y

D.x dan y tak dapat ditentukan

E.x2 > y

 

  1. Jika x = 0,178 + 6,017 + 5,278925 y = 12

A.x > y

B.x < y

C.x = y

D.x dan y tak bisa ditentukan

E.2x – 2y = 0

 

  1. Jika x berat total p kotak yang masing-masing beratnya q kg, dan y = berat total q kotak yang masing-masing beratnya p kg, maka

A.x > y

B.x < y

C.x = y

D.x dan y tak bisa ditentukan

E.2x > 2y

 

  1. 18, 23, 19,  25,  22,  29  …,  …

A.25 dan 34

B.23 dan 33

C.27 dan 35

D.25 dan 35

E.24 dan 32

 

  1. 30, 32, 33,  35,  42,  48,  …,   …,  63

A.40 dan 52

B.54 dan 60

C.42 dan 52

D.55 dan 59

E.50 dan 60

 

  1. 4, 17, 8,   14,   16,   11,   32,   28,  …,  …

A.66 dan 4

B.58 dan -3

C.60 dan 3

D.64 dan 5

E.61 dan 2

 

  1. 13, 14, 17,  22,  29,  38,  …

A.45

B.47

C.49

D.50

E.51

 

  1. (15 + 40)2 = …

A.3052

B.3025

C.3005

D.3225

E.3325

 

  1. 0,875 : 5/2 = …

A.0,35

B.0,55

C.0,53

D.0,25

E.2,65

 

  1. (0,31)2 = …

A.0,0691

B.0,0661

C.0,0991

D.0,0971

E.0,0961

 

  1. Kebanyakan burung dapat terbang. Burung unta adalah juga seekor burung. Jadi :

A.Burung unta dapat terbang

B.Burung unta memang tidak dapat terbang

C.Burung unta belum tentu dapat terbang

D.Jawaban a,b, dan c ketiga-tiganya salah

 

  1. Semua Mahasiswa ISTN lulus tepat pada waktunya. Sebagian Mahasiswa ISTN adalah Mahasiswa Program Perkuliahan Karyawan (P2K). Jadi :

A.Semua Mahasiswa Program Perkuliahan Karyawan (P2K) ISTN lulus tepat pada waktunya.

B.Sebagian Mahasiswa ISTN lulus tidak tepat pada waktunya

C.Mahasiswa ISTN yang lulus tepat pada waktunya pasti Mahasiswa Program Perkuliahan Karyawan (P2K).

D.Sebagian Mahasiswa ISTN adalah Mahasiswa Program Perkuliahan Karyawan (P2K).

 

  1. Semua donor harus berbadan sehat. Sebagian donor darah memiliki golongan darah O. Jadi …

A.Sebagian orang yang bergolongan darah O dan menjadi donor darah berbadan sehat.

B.Semua donor harus memiliki golongan darah O dan berbadan sehat.

C.Semua donor darah yang memiliki golongan darah O harus berbadan sehat.

D.Yang berbadan sehat adalah yang memiliki golongan darah O dan menjadi donor darah.

 

  1. Di Jakarta telah banyak dibangun gedung bertingkat. Hotel-hotel dan pasar-pasar yang baru dibangun di negara kita banyak yang bertingkat. Pak Sarlito baru datang ke Jakarta dan tinggal di sebuah hotel. Pak Sarlito sudah merencanakan untuk melihat dari dekat gedung-gedung yang bertingkat. Jadi…

A.Pak Sarlito menginap di hotel yang bertingkat

B.Tidak ada hotel yang bertingkat di Jakarta

C.Di Jakarta banyak hotel-hotel yang bertingkat

D.Mungkin Pak Sarlito menginap di hotel yang tidak bertingkat

 

  1. Hanya jika berbakat dan bekerja keras, seorang atlet dapat sukses sebagai atlet profesional. Berikut adalah kesimpulan yang secara logis dapat ditarik dari pernyataan di atas:

A.Jika seorang atlet berbakat dan bekerja keras, maka ia akan sukses sebagai atlet profesional.

B.Jika seorang atlet tidak sukses sebagai atlet profesional, maka ia tidak berbakat.

C.Jika seorang atlet tidak sukses sebagai atlet profesional, maka ia bukan pekerja keras.

D.Jika seorang atlet tidak berbakat atau tidak bekerja keras, maka ia tidak akan sukses sebagai atlet profesional.

 

Demikian Postingan kami kali ini mengenai Contoh Soal Tes TPA OTO Bappenas. Semoga bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya.

Contoh TPA OTO Bappenas

Tips Mengerjakan TPA OTO Bappenas

Tips Mengerjakan TPA OTO Bappenas

 

Tips Mengerjakan TPA OTO Bappenas – Soal tes potensi akademik terlihat mudah dan tidak terlalu memebani pikiran. Namun bila diamati, tes yang satu ini bisa menjadi boomerang bagi para pelajar yang serius ingin masuk perguruan tinggi. Mengapa demikian? Soal tersebut sering diacuhkan dan dianggap mudah sehingga mereka salah menjawabnya.

Tips Mengerjakan TPA OTO Bappenas

Selain acuh tak acuh, waktu pengerjaan yang sedikit, dan tingkat kesulitan soal yang meningkat bisa berpengaruh terhadap benar atau tidaknya jawaban siswa. Padahal, TPA merupakan tolak ukur apakah seorang siswa pantas masuk dan lulus di sistem pembelajaran perguruan tinggi. Jika seorang siswa lulus tes potensi akademik ini, maka bisa dipastikan ia dapat menyelesaikan studi dengan baik di perguruan tinggi tersebut. Nah, lalu bagaimana cara agar kita lolos tes ini? Simak terus artikel ini dan dapatkan Tips Mengerjakan TPA OTO Bappenas.

  1. Berlatih mengerjakan soal-soal TPA. Satu bulan sebelumnya berlatihlah soal-soal TPA sebanyak mungkin. Dan patuhilah batasan waktu dalam mengerjakan TPA yang ada. Tips dan Trik Mengerjakan TPA ini penting untuk membiasakan diri anda bekerja cepat menyelesaikan soal-soal tersebut. Jika anda tidak mematuhi batasan waktu tersebut, anda akan terbiasa mengerjakannya dengan santai dan dalam waktu yang lama. Jika ini terjadi, maka anda akan mengalami kesulitan pengaturan waktu saat tes TPA yang sebenarnya. Latihan soal-soal TPA sebanyak-banyaknya akan membuat anda akrab dengan berbagai jenis dan model soal.
  1. Dalam tes TPA, tes angka yang diberikan umumnya adalah angka-angka yang bisa dikerjakan tanpa harus menggunakan rumus-rumus matematika tertentu yang rumit. Oleh sebab itu, tak perlu anda menghafal berbagai macam rumus-rumus matematika yang rumit untuk menghadapi tes TPA, karena akan membebani anda saja. Tips Mengerjakan TPA OTO Bappenas yang diperlukan adalah logika berpikir terstruktur.
  1. Tips Mengerjakan TPA OTO Bappenas selanjutnya adalah saat anda mengerjakan soal-soal TPA, kondisikan diri anda dalam keadaan yang konsentrasi tapi rileks, tidak tegang dan tidak panik.
  1. Sebelum mulai mengerjakan, lihatlah jumlah soal dan jumlah waktu yang diberikan. Lalu hitunglah berapa alokasi waktu per soal. Misalkan per soal, anda punya waktu 30 detik, maka kerjakanlah masing-masing soal maksimal dalam waktu 25 detik saja. Sisa 5 detik ini penting untuk mengerjakan soal-soal yang terlewati atau masih ragu-ragu dalam jawaban. Jika dalam waktu 25 detik, anda tidak mampu menemukan jawabannya, lewati saja. Pokoknya lewati saja.
  1. Selain mematuhi alokasi waktu per soal, upayakan pula menabung waktu. Jika dalam mengerjakan satu soal anda hanya membutuhkan 23 detik, maka anda dapat menabung 7 detik. Ini sangat penting artinya di saat-saat akhir. Karena anda akan sangat memerlukan waktu untuk mengulangi soal yang terlewati, soal yang masih ragu-ragu jawabannya,dan meneliti ulang lembar jawaban apakah arsiran pensilnya sudah hitam sempurna.
  1. Jika anda menemukan soal (terutama soal dari tes angka) yang bentuknya belum pernah anda temukan sebelumnya dan anda tidak tahu bagaimana mengerjakan soal tersebut, Tips dan Trik Mengerjakan TPA maka jangan ambil pusing. Jangan terpaku pada soal tersebut. Lewati dulu. Berpusing-pusing ria terhadap soal tertentu yang anda belum tahu bentuknya dan bagaimana mengerjakannya, akan menguras energi otak dan menguras stamina berfikir anda. Selain itu juga akan sangat membuang waktu.
  1. Jangan sekali-kali merasa penasaran dengan soal tertentu. Soal manapun saja. Tips dan Trik Mengerjakan TPA adalah disiplinlah dengan alokasi waktu per soal. Ikuti aturan GBYL. Gak Bisa ? Ya Lewati. Rasa penasaran terhadap soal tertentu ini sangat merugikan. Rasa penasaran ini dapat ”mengusik” konsentrasi anda dalam mengerjakan soal-soal berikutnya.
  1. Jangan pilih kasih terhadap soal tertentu adalah kunci Tips dan Trik MengerjakanTPA. Semua soal adalah sama bobot nilainya. Oleh karena itu, setiap soal mendapatkan alokasi jatah waktu yang sama.
  1. Berdasarkan penelitian ilmiah, kondisi psikis, mental dan kinerja otak memiliki hubungan erat. Jika kondisi psikis tenang, maka otak anda berada pada gelombang tertentu yang sangat kondusif untuk berpikir secara optimal. Oleh sebab itu, sebelum melaksanakan tes TPA, bagi anda yang muslim, sempatkanlah pergi ke mushola atau ruangan untuk sholat, untuk melaksanakan sholat hajat (sholat dalam rangka bermohon sesuatu). Bermohonlah kepada Allah agar anda dapat melaksanakan tes TPA ini dengan baik dan melampaui skor minimum yang diharapkan. Dengan melaksanakan sholat hajat sebelum tes dan do’a tersebut, Insya Allah anda akan merasakan kondisi psikis dan mental yang lebih baik. Lebih tenang. Sehingga otak anda berada pada kondisi optimal untuk berpikir.
  1. Jawab semua soal. Setelah selesai mengerjakan soal-soal yang mudah, dan tersisa soal-soal yang sulit, tetap jawab semua soal walaupun tebak-tebakan. Lumayan kan kalau ada jawaban yang benar terpilih? toh kalau pun salah, tidak akan ada pengurangan skor.

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya pelatihan TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, Anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat. Lalu dengan mengikuti Pelatihan TPA Bappenas kita akan diberikan materi-materi yang harus kita hafal.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Pelatihan TPA Bappenas.

Kursus TPA Bappenas

Mengapa Pelatihan TPA Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka kegiatan pelatihan TPA ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

Apa Saja Manfaat  Pelatihan TPA ?

Konsultan sukses-tpa berpengalaman menyelenggarakan Pelatihan TPA maupun Private TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti pelatihan di konsultan Sukses TPA hasilnya sebagian besar peserta TPA meningkat tajam. Ini dikarenakan mereka telah belajar soal-soal TPA dan bagaimana cara mengerjakan dengan cepat.

Pada umumnya nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.

Pelatihan TPA akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah. Jika belum mengenal tipe dan bentuk soal TPA langsung mengikuti Tes Potensi Akademik, dipastikan hasilnya akan kurang memuaskan. Bisa jadi ketika mengerjakan akan tertegun, gagap, bingung dan lainnya karena waktu yang diberikan begitu cepat. Dengan mengikuti Pelatihan TPA, akan diakhiri dengan evaluasi berupa Tes Prediksi TPA, maka baik Lembaga maupun Karyawan  dapat memperkirakan potensi akademisnya, selain  perasaan percaya diri lebih tinggi dalam menghadapi tes TPA.

Materi Pelatihan & Instruktur

Verbal (padanan kata, lawan kata, analogi verbal);  Kuantitatif (hitungan, deret bilangan, komparasi kuantitatif); Penalaran (logika formal, analitis, keruangan, penalaran logis) serta ditambah dengan teknik mengerjakan TPA dengan metode berpikir strategis. Instruktur berpengalaman & berlatar  belakang pendidikan yang relevan dengan materi pelatihan.

Tempat & Waktu

Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal.

Waktu Pelatihan Reguler di hari libur kerja Sabtu/Minggu (jadwal silahkan lihat disini) mulai Pk. 08.00 s.d 16.30 WIB

Lokasi Pelatihan : Pusat Studi Jepang UI Depok

Info Lebih Lanjut Mengenai Pelatihan TPA Bappenas Silahkan KLIK WhatsApp Sekarang

 

Tips Mengerjakan TPA OTO Beppenas