Tag Archive for tes tpa bappenas online gratis

TPA OTO Bappenas Online

TPA OTO Bappenas Online

 

TPA OTO Bappenas Online – Tes Potensi Akademik yang dilakukan di Indonesia ini juga identik dengan tes GRE dan GMAT yang menjadi standar internasional. Saat ini, Tes Potensi Akademik merupakan salah satu tes standar menerimaan di perguruan tinggi untuk jenjang S2 dan S3. Bahkan skarang SMPTN pun pakai Tes TPA serta salah satu tes yang diujikan dalam rekrutmen penerimaan tenaga kerja baru.

TPA OTO Bappenas Online

Selain itu, tes potensi akademi (TPA) juga digunakan sebagai tes standar penyaringan calon pegawai negeri sipil (CPNS), maupun pegawai swasta. Bahkan kenaikan pangkat setingkat manajer atau team leader juga seringkali mempersyaratkan tes TPA dengan skor minimum tertentu.

Tes TPA Online merupakan salah satu cara latihan yang bisa dilakukan sebelum mengikuti tes potensi akademik yang sesungguhnya. Selain melalui aplikasi tes potensi akademik online, bisa juga melakukan persiapan dengan membeli buku tes potensi akademik di toko buku, melatih hapalan kosakata yang luas dengan sering-sering membaca koran dan rumus cepat menjawab pertanyaan-pertanyaan matematika karena memang untuk menjawab tes potensi akademik membutuhkan kecepatan dan ketepatan yang baik.

Tes TPA online menawarkan solusi yang tepat untuk melakukan latihan tes potensi akademik tanpa dipungut biaya sedikitpun. Aplikasi tes potensi akademik online ini 100% Gratis dan sangat bisa diandalkan untuk berlatih menjawab soal-soal tes potensi akademik secara online. Tanpa melakukan Registrasi atau Pendaftaran, tanpa memerlukan Login, kita bisa berlatih dengan memilih soal yang kita inginkan.

SOAL TES TPA ONLINE

Pada umumnya tes potensi akademik (TPA) terdiri dari:

Tes Verbal, mencakup :

  • Tes Sinonim
  • Tes Antonim
  • Tes Padanan Hubungan
  • Tes Pengelompokan Kata

Tes Angka, mencakup :

  • Tes Aritmetik
  • Tes Seri Angka
  • Tes Seri Huruf
  • Tes Logika Angka
  • Tes Angka Dalam Cerita

Tes Logika, mencakup :

  • Tes Logika Umum
  • Tes Logika Analisa Pernyataan dan Kesimpulan
  • Tes Logika Cerita
  • Tes Logika Diagram

Tes Gambar, mencakup:

  • Tes Padanan Hubungan Gambar
  • Tes Seri Gambar
  • Tes Pengelompokan Gambar
  • Tes Bayangan Cermin
  • Tes Identifikasi Potongan Gambar

CONTOH SOAL TES TPA OTO BAPPENAS ONLINE

Tes Verbal

Untuk soal No.1-5 carilah padanan hubungannya

 

  1. KECIL : BESAR

A.Sepatu : Sandal

B.Langit : Bumi

C.Menikah : Membujang

D.Putih : Gelap

E.Buku : Bodoh

 

  1. KUE : GANDUM

A.Perumahan : Developer

B.Rokok : Tembakau

C.Kerajinan : Perajin

D.Laptop : Teknologi

E.TV : Remote

 

  1. TULIP : BUNGA = ANDESIT :

A.Permata

B.Batu

C.Logam mulia

D.Perhiasan

E.Bahan kimia

 

  1. KEDELAI : TEMPE = EMAS :

A.Perak

B.Logam mulia

C.Benda berharga

D.Kalung emas

E.Mahal

 

  1. Bodoh : Pandir = Pintar :

A.Jenius

B.Tulalit

C.Rajin

D Cekatan

E.Tangkas

 

Untuk soal No.6-10 carilah persamaan kata atau sinonimnya.

  1. KOMPLEKS

A.Perumahan

B.Sistem

C.Murni

D.Rumit

E.Sederhana

 

  1. DUNGU

A.Lamban

B.Lambat

C.Cerdas

D.Pintar

E.Bodoh

 

  1. MUTAKHIR

A.Terlama

B.Canggih

C.Teknologi

D.Terbaru

E.Tinggi

 

  1. DHOLIM

A.Adil

B.Aniaya

C.Jujur

D.Dosa

E.Syirik

 

  1. GEMBIRA

A.Perasaan

B.Cita

C.Suka

D.Suka cita

E.Duka cita

 

Untuk No.11-15 carilah kata yang berlawanan arti (antonim)

  1. LAIK

A.Sepatutnya

B.Pantas

C.Tak patut

D.Layak

E.Tak Cocok

 

  1. BERANGASAN

A.Lentur

B.Lunak

C.Kasar

D.Santun

E.Sangar

 

  1. TERTIB

A.Rapi

B.Teratur

C.Kacau

D.Acak

E.Random

 

  1. PROFESIONAL

A.Pendahulu

B.Amatir

C.Sesukanya

D.Tidak serius

E.Asal-asalan

 

  1. TEMPERAMENTAL

A.Kasih sayang

B.Cinta

C.Perasaan

D.Kejahatan

E.Penyabar

 

  1. Berapakah nilai dari 3 2/5 – 0,45?

A.2 7/20

B.2 17/20

C.2 19/20

D.3 7/20

E.3 9/20

 

  1. Satu adalah berapa persen dari 125?

A.0,75 %

B.0,80 %

C.75 %

D.80 %

E.85 %

 

  1. 18, 23, 19,  25,  22,  29  …,  …

A.25 dan 34

B.23 dan 33

C.27 dan 35

D.25 dan 35

E.24 dan 32

 

  1. 30, 32, 33,  35,  42,  48,  …,   …,  63

A.40 dan 52

B.54 dan 60

C.42 dan 52

D.55 dan 59

E.50 dan 60

 

  1. 4, 17, 8,   14,   16,   11,   32,   28,  …,  …

A.66 dan 4

B.58 dan -3

C.60 dan 3

D.64 dan 5

E.61 dan 2

 

  1. 13, 14, 17,  22,  29,  38,  …

A.45

B.47

C.49

D.50

E.51

 

  1. 5, 7, 50, 49, 500, 343, ….

A.5.490

B.5.000

C.3.500

D.2.401

E.4.900

 

  1. Jika x = 0,375% dari 5,43 dan y = 5,43% dari 0,375, maka …

A.x > y

B.x < y

C.x = y

D.x ? y

E.hubungan antara x dan y tak dapat ditentukan

 

  1. 1Jika x = 1/16 dan y = 16% maka :

A.x>y

B.x<y

C.x=y

D.x ? y

E.x dan y tak dapat ditentukan

 

  1. Jika x = 0,178 + 6,017 + 5,278925 y = 12

A.x > y

B.x < y

C.x = y

D.x dan y tak bisa ditentukan

E.2x – 2y = 0

 

  1. Seorang penjual telur membeli telur dengan harga Rp100.000,00 untuk dijual kembali. Jika ia menginginkan laba 25%, berapa harga penjualan telur tersebut?

A.Rp155.000,00

B.Rp145.000,00

C.Rp135.000,00

D.Rp125.000,00

E.Rp115.000,00

 

  1. Sebuah bejana berbentuk silinder berisi air 1/3-nya. Jika ditambah air sebanyak 3 liter lagi, bejana tersebut menjadi berisi 1?2-nya. Berapa literkah kapasitas bejana itu?

A.20 liter

B.18 liter

C.17 liter

D.16 liter

E.15 liter

 

  1. Andini selalu pergi berpariwisata di akhir pekan. Tidak semua tempat wisata terletak di luar kota. Jadi …

A.Andini selalu pergi berwisata di luar kota

B.Andini tidak suka berwisata ke luar kota

C.Kadangkala Andini berwisata di dalam kota

D.Kadangkala Andini tidak berwisata di akhir pekan

E.Tempat wisata lebih banyak terdapat di dalam

 

  1. Semua penyelam adalah perenang. Beberapa pelaut adalah penyelam. Jadi …

A.Semua pelaut adalah perenang

B.Beberapa pelaut adalah perenang

C.Beberapa perenang bukan pelaut

D.Beberapa penyelam bukan pelaut

E.Tidak dapat ditarik kesimpulan

 

  1. Semua kuda tidak bertanduk. Harimau tidak memamah biak. Jadi …

A.Kuda tidak memamah biak

B.Harimau tidak bertanduk

C.Harimau tidak bertanduk dan tidak memamah biak

D.Kuda dan harimau tidak bertanduk dan tidak memamah biak

E.Tidak dapat ditarik kesimpulan

 

Skor tes potensi akademik/TPA masing-masing penyelenggara mempunyai kriteria sendiri, namun TPA/TKU yang telah umum dipergunakan dan diakui secara internasional yaitu yang diselenggarakan oleh OTO Bappenas yang bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi ternama di dalam negeri. Skor tersebut antara 200 s/d 800 dimana yang paling rendah adalah 200 dan paling tertinggi (apabila jawaban benar semua) adalah 800. Seseorang dinilai mempunyai kemampuan rata-rata bila mampu mencapai skor 500 (mean).

Skor tes potensi akademik yang diterbitkan OTO Bappenas berlaku hingga 2 th (dua tahun) sejak tanggal tes, dan tidak dapat diperpanjang kecuali yang bersangkutan mengikuti tes TPA kembali. Materi soal tes potensi akademik terdiri dari 3 subtest yang masing-masing subtest memiliki nilai antara 20 sampai dengan 80, sehingga nilai/skor total didapat dari penjumlahan skor ketiga subtest tersebut dibagi 3 dan dikalikan 10.

Untuk mempermudah Anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Pelatihan TPA. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya pelatihan TPA sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA, Anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat. Lalu dengan mengikuti Pelatihan TPA kita akan diberikan materi-materi yang harus kita hafal.

Jika Anda berminat mengikuti Pelatihan TPA silahkan hubungi kami 0821 4324 7049, atau silahkan KLIK gambar dibawah ini untuk langsung terhubung dengan WhatsApp kami

Sekian Informasi mengenai Tes TPA OTO Bappenas Online. Semoga bermanfaat untuk anda …

TPA OTO Bappenas Online

TPA Bappenas IPB

TPA Bappenas IPB

 

TPA Bappenas IPB – Institut Pertanian Bogor atau disebut juga Bogor Agricultural University adalah sebuah perguruan tinggi pertanian negeri yang berkedudukan di Bogor.

Berdasarkan hasil keputusan rapat pleno Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tanggal 7 November 2017, BAN-PT memutuskan bahwa Institut Pertanian Bogor (IPB) memperoleh status terakreditasi dengan peringkat A (sangat baik). Universitas ini menyediakan berbagai paket pendidikan sarjana, pascasarjana, dan doktoral.

TPA Bappenas IPB

Salah satu syarat untuk pendaftaran IPB adalah TPA. TPA WAJIB bagi Pendaftar dengan IPK antara 2,00-2,50 (untuk S2) dengan nilai TPA >=450, dan IPK antara 3,00-3,25 dengan nilai TPA >=475 (untuk S3).

Apa itu TPA (Tes Potensi Akademik) ?

Tes Potensi Akademik atau TPA merupakan tes psikologi yang dapat mengungkap apa yang telah dicapai seseorang secara intelektual. Karena mengungkap kualitas intelektual, maka tinggi/rendah-nya nilai TPA sering dihubungkan dengan tinggi/rendah-nya tingkat kecerdasan. TPA sesungguhnya merupakan versi Indonesia dari tes GRE atau Graduate Record Examination. Model, materi, dan bidang yang diuji dalam TPA sebagian besar merujuk kepada GRE.

Saat ini TPA (Tes Potensi Akademik) OTO BAPPENAS dijadikan sebagai salah satu syarat akademik pada penerimaan Mahasiswa Pasca Sarjana (S2) di beberapa Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia.

Apa Saja Materi Soal TPA ?

Kurang lebih ada empat macam soal TPA (Tes Potensi Akademik), yakni sebagai berikut:

  • Tes Verbal, dikenal juga sebagai tes bahasa, adalah tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi persamaan kata (sinonim), tes lawan kata (antonim), tes korelasi kata (analogi verbal), tes padanan kata (similiariti), tes kelompok kata, dan tes acak kata.
  • Tes kuantitatif adalah tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan matematis seseorang, baik dalam dasar matematikanya maupun logika matematikannya. Tes ini meliputi tes deret bilangan dan huruf, tes logika matematika, tes aritmetika-konsep aljabar-geometri, serta tes pola bilangan dalam gambar.
  • Tes pemahaman teks dan penalaran, adalah tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memahami, menalar, dan memecahkan sesuatu secara logis / masuk akal. Tes ini meliputi tes pemahaman teks, penalaran logis, dan penalaran analitik.
  • Tes spasial atau tes gambar adalah tes yang bertujuan untuk mengukur daya logika ruang yang dimiliki seseorang. Tes spasial meliputi tes klasifikasi gambar, tes deret gambar, tes analogi gambar, tes potongan gambar, dan tes kerangka bangun ruang

Skor TPA dan Masa Berlaku

Skor TPA antara 200-800. Seseorang yang mencapai kemampuan rata-rata maka skornya hingga mencapai 500. Untuk masa berlaku hasil tes TPA dari OTO Bappenas selama dua tahun. Setelah itu dapat diperpanjang dengan mengikuti tes kembali.

Pelajari kesemua jenis soal Tes TPA Bappenas tersebut secara runtut dan teliti satu demi satu. Anda amat disarankan untuk mendapatkan sebuah konsep pengerjaan yang mampu diterapkan untuk berbagai macam persoalan. Kendati sulit, soal TPA bukan berarti tidak bisa dipecahkan. Kemauan, rajin berlatih, serta kedisiplinan tentu saja sangat dibutuhkan untuk sukses melewati tes yang terkenal sulit ini. Semoga, dengan informasi di atas, Anda mampu mendapatkan tanda lulus ujian soal TPA Bappenas.

Untuk mempermudah Anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya Anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya pelatihan TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, Anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat.

Manfaat Pelatihan TPA

Kami berpengalaman menyelenggarakan Kursus Persiapan TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti Kursus Persiapan TPA hasilnya sebagian besar skor peserta TPA meningkat tajam. Selain itu keuntungan lainnya adalah : Nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.

Materi Pelatihan & Instruktur

Verbal (padanan kata, lawan kata, analogi verbal);  Kuantitatif (hitungan, deret bilangan, komparasi kuantitatif); Penalaran (logika formal, analitis, keruangan, penalaran logis) serta ditambah dengan teknik mengerjakan TPA dengan metode berpikir strategis. Instruktur berpengalaman & berlatar  belakang pendidikan yang relevan dengan materi pelatihan.

Tempat & Waktu

Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal.

Waktu Pelatihan Reguler di hari libur kerja Sabtu/Minggu (jadwal silahkan lihat disini) mulai Pk. 08.00 s.d 16.30 WIB

Lokasi Pelatihan : Pusat Studi Jepang UI Depok

Jika Anda berminat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas silahkan KLIK WhatsApps Sekarang

TPA Bappenas IPB

TPA Bappenas Numerik

TPA Bappenas Numerik

 

TPA Bappenas Numerik – TPA dirancang untuk mengungkap potensi intelektual, yang dianggap mendasari kemungkinan keberhasilan seseorang jika yang bersangkutan mengikuti jenjang pendidikan S2 atau S3. UPP-TPA dapat memberikan pelayanan penyelenggaraan TPA melalui kerjasama dengan lembaga pengguna tes yang bermaksud mengadakan seleksi penerimaan pegawai, mutasi dan promosi jabatan, atau penerimaan mahasiswa baru jenjang pendidikan S2 dan S3.

TPA Bappenas Numerik

Soal TPA OTO Bappenas terdiri atas 250 soal dengan waktu pengerjaan 3 jam. Soal dibagi dalam 3 subtes, yaitu tes kemampuan verbal, tes numerik, dan tes penalaran. Kali ini kami akan membahas TPA Bappenas Numerik. Tes angka numerik berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang dibidang angka, dalam rangka berpikir terstruktur dan logis matematis. Tes ini meliputi tes seri angka dan tes logika angka. Thursone mengemukakan bahwa tes kemampuan numerik ini adalah salah satu kemampuan mental utama, mengukur kemampuan berpikir yang berkaitan dengan bilangan dan konsep bilangan atau angka-angka. Faktor penting pengerjaan tes iq semacam ini terletak pada ketelitian dan kecermatan.

Salahsatu jenis Tes TPA Bappenas Numerik adalah deret. Pada tes ini Anda diminta untuk menentukan hubungan-hubungan  yang berlaku dari satu bilangan ke bilangan yang lain. Anda juga menentukan bilangan yang hilang dengan menggunakan pola yang sama pada deret tersebut. Anda harus memperhatikan perubahan satu bilangan ke bilangan yang lain. Pastikan bilangan yang ada memiliki pola bilangan yang sama.

Untuk soal TPA Bappenas Numerik ini Anda harus sering-sering berlatih dan mencoba menyelesaikan soal-soal sejenis agar dapat melalui tes deret bilangan dengan sukses. Tes ini membutuhkan ketelitian atau kejelian yang tinggi.

Tipe Deret Bilangan yang Sering Digunakan Dalam Tes

  • Fibonanci

Deret Fibonanci adalah deret bilangan dimana dua angka pertama merupakan angka awal yang nantinya akan di jumlahkan pada angka ketiga.

  • Tingkat

Deret tingkat adalah deret bilangan yang aturannya bertingkat. Deret tingkat relatif cukup sulit dibandingkan dengan tipe deret yang lain.

  • Larik

Deret larik adalah deret bilangan yang terdiri dari beberapa subderet. Subederet dapat berupa beberapa larik.

  • Kombinasi

Deret kombinasi adalah deret yang aturannya merupakan kombinasi dari deret fibonanci, deret bertingkat, dan larik.

Tips dan Trik Menyelesaikan Soal TPA Bappenas Numerik

  • Carilah perubahan antara angka yang satu dengan angka yang lainnya. Cek juga apakah pola ini berlaku pada hubungan angka yang lain.
  • Jika polanya sama, maka terapkan pola tersebut ke angka selanjutnya
  • Jika Pola barisan angka atau huruf sudah ditemukan, cek kembali pola yang berlaku secara keseluruhan.
  • Temukan jawabannya dan kerjakan semua langkah penyelesaian soal dengan teliti.

Setelah memahami tipe soal, deret bilangan yang sering di gunakan dalam tes, serta tips dan trik cara supaya mudah dalam menyelesaikan Soal TPA Bappenas Numerik, maka akan lebih lengkap rasanya bila kami juga memberikan Contoh Soal TPA Bappenas Numerik. Nah, selengkapnya bisa di lihat dibawah ini.

  1. 18, 23,  19,  25,  22,  29  …,  …

A. 25 dan 34

B. 23 dan 33

C. 27 dan 35

D. 25 dan 35

E. 24 dan 32

Jawaban:

Terdapat dua pola yang berlaku:

Pola pertama ditambahkan dengan bilangan ganjil yang berurutan naik.

18 + 1 = 19

19 + 3 = 22

22 + 5 = 27

Pola kedua ditambahkan dengan bilangan genap berurut naik.

23 + 2 = 25

25 + 4 = 29

29 + 6 = 35

Jadi jawaban yang tepat adalah 27 dan 35. Jawaban : C

  1. 30, 32,  33,  35,  42,  48,  …,   …,  63

A. 40 dan 52

B. 54 dan 60

C. 42 dan 52

D. 55 dan 59

E. 50 dan 60

Jawaban:

Terdapat tiga pola:

Pola pertama ditambahkan 5,

30 + 5 = 35

35 + 5 + 40

Pola yang kedua ditambahkan 10,

32 + 10 = 42

42 + 14 = 52

Pola yang ketiga ditambahkan 15,

33 + 15 = 48

48 + 15 = 63

Jadi, jawaban yang tepat adalah 40 dan 52. Jawaban A

  1. 4, 17,   8,   14,   16,   11,   32,   28,  …,  …

A. 66 dan 4

B. 58 dan -3

C. 60 dan 3

D. 64 dan 5

E. 61 dan 2

Jawaban:

Terdapat 2 pola dalam deret ini:

Pola dikali 2, yaitu 4, 8, 16, 32.

Pola berkurangi 3, yaitu 17, 14, 11 dan 8.

Dengan memperhatikan pola yang ada, maka bilangan selanjutnya adalah

Pola dikalikan 2, bilangan setelah 32 adalah 64

Pola dikurangi 3, bilangan setelah 8 adalah 5

Jadi jawaban yang tepat adalah 64 dan 5. Jawaban D

  1. 13, 14,  17,  22,  29,  38,  …

A. 45

B. 47

C. 49

D. 50

E. 51

Jawaban:

Pola yang berlaku adalah dengan menambahkan angka ganjil dimulai dengan angka 1:

13 + 1 = 14

14 + 3 = 17

17 + 5 = 22

22 + 7 = 29

29 + 9 = 38

Jadi, bilangan yang dicari adalah 49. Jawaban C.

  1. 5, 7, 50, 49, 500, 343, ….

A. 5.490

B. 5.000

C. 3.500

D. 2.401

E. 4.900

Jawaban:

Terdapat 2 pola dalam deret ini:

Pola pertama di kali 10 : 5, 50, 500

Pola kedua di kali 7 : 7, 49, 343

Pola kedua di kali 7 : 7, 49, 343

Dengan memperhatikan pola yang ada, maka bilangan selanjutnya adalah 5000. Jadi jawabannya B

  1. 50, 40,  100,  90, ….,  140,  200,  190

A. 150

B. 140

C. 130

D. 120

E. 135

Jawaban:

Untuk menjawab soal diatas erhatikan angka yang bercetak tebal dengan yang tidak, di setiap angka untuk golongan yang bercetak tebal akan ditambahkan 50 begitu pula sebaliknya.

50, 40, 100, 90, …., 140, 200, 190

Angka yang tepat untuk mengisi deret yang kosong adalah 150. Jadi, jawabannya A

Itulah 6 Contoh TPA Bappenas Numerik untuk materi deret angka yang bisa Anda pelajari sebelum terjun langsung untuk menjawab soal-soal latihannya. Sebenarnya mengerjakan soal penalaran numerik sangat menyenangkan, jika kita sudah paham pola dari barisan yang ada. Kunci supaya kita bisa lincah mengerjakan soal seperti ini hanya satu yaitu perbanyak latihan soal. Semakin banyak latihan semakin mudah dapat polanya, semakin mudah dapat polanya semakin cepat cara kerjanya, dan waktu yang Anda gunakan untuk mengerjakan soal menjadi sedikit/singkat. Semoga bermanfaat….

TPA Bappenas Numerik

Soal TPA Bappenas Terbaru

Soal TPA Bappenas Terbaru

 

Soal TPA Bappenas Terbaru – Tes potensi akademik (TPA) adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan (akademis). Tes ini juga sering dibungkan dengan kecerdasan seseorang. Saat ini, TPA  telah menjadi tes standar penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), rekrutmen karyawan swasta, serta karyawan BUMN di tahun 2018.

Soal TPA Bappenas Terbaru

Bahkan kenaikan jabatan setingkat meneger di berbagai perusahaan juga mensyaratkan karyawannya mencapai TPA dengan dengan skor minimum tertentu. Tes Potensi Akademik juga umum dipakai sebagai tes penerimaan mahasiswa untuk jenjang S1 dan S2.

Adapun Tes Potensi Akademik ini umumnya memiliki 3 jenis soal. Yaitu, tes verbal atau bahasa, tes numerik atau angka, dan tes logika.

  • Tes verbal berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (Persamaan kata), antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.
  • Tes angka mengukur kemamuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berfikir terstruktur, dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmatik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka, dan tes angka dalam cerita.
  • Tes logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita, dan tes logika diagram.

Nah kali ini kami akan membagikan Soal TPA Bappenas Terbaru yang dapat anda pelajari sebagai persiapan TPA Bappenas. Berikut merupakan Soal TPA Bappenas Terbaru  yang mungkin sering di keluarkan pada soal-soal TPA nantinya. Pahami Soal TPA Bappenas Terbaru  dengan seksama supaya paham dan bisa ingat pada Waktu tes TPA nantinya.

 

Sinonim

  1. DUKTUS

A. pembuluh

B. kain pembalut

C. mual

D. Duafa

E. Dumping

 

  1. PARADOKS

A. kerangka pikir

B. seolah-olah berlawanan

C. paradise

D. parallelogram

E. parameter

 

  1. BONANZA

A. judul film

B. kemakmuran

C. kobo

D. Kesedihan

E. kebahagiaan

 

  1. SELOKA

A. bejana

B. kendi

C. seloki

D. sajak

E. Lagu

 

  1. NADIR

A. luar biasa

B. cerdas

C. tinggi sekali

D. rajin

E. jujur

 

Antonim

  1. ABSURD

A. Ceroboh

B. Nekat

C. Nakal

D. Sulit

E. Masuk Akal

 

  1. ANGGARA

A. Bahagia

B. Harmonis

C. Sengsara

D. Seimbang

E. Sombong

 

  1. TAKZIM

A. Lazim

B. Yakin

C. Patuh

D. Hormat

E. Acuh

 

  1. SEKULER

A. Kedua

B. Duniawi

C. Keagamaan

D. Telepon

E. Paham

 

  1. EKLEKTIK

A. Radikan

B. Spiritual

C. Konklusif

D. Cemerlang

E. Tak pilih-pilih

 

Padanan Hubungan

  1. HUKUM : PENDUDUK

A. demokrasi : komunis

B. senjata : damai

C. kekang : kuda

D. bandit : polisi

E. tiran : despot

 

  1. EPISTOMOLOGI : KRONOLOGI

A. keabadian : sejarah

B. filsafat : terapan

C. kebenaran : waktu

D. ruang : waktu

E. masa lampau : masa depan

 

  1. AFFIRMASI : PETUNJUK

A. berkata : menolak

B. mengikut : melawan

C. konfirmasi : rejeksi

D. ditahan : didenda

E. keadaan : relasi

 

  1. PENGUKURAN : EVALUASI

A.data : kenyataan

B. evaluasi : kebijakan

C. awal : akhir

D. sebab : akibat

E. data : interpretasi

 

  1. KAKU : RAMAH

A. saturnus : venus

B. swiss : alpen

C. nirwana : surga

D. allegro : adagio

E. jin : setan

 

Kecepatan Menghitung

  1. Berapakah nilai dari 3 2/5 – 0,45?

A. 2 7/20

B. 2 17/20

C. 2 19/20

D. 3 7/20

E. 3 9/20

 

  1. Satu adalah berapa persen dari 125?

A. 0,75 %

B. 0,80 %

C. 75 %

D. 80 %

E. 85 %

 

Deret Angka & Huruf

  1. 123 27 234 256 345 …

A. 235

B. 257

C. 456

D. 1024

E. 3125

 

  1. c b  a  p  q  f  e  d  r  s …

A. g

B. h

C. i

D. t

E. u

Penarikan Kesimpulan

  1. Jika x = 0,375% dari 5,43 dan y = 5,43% dari 0,375, maka …

A. x > y

B. x < y

C. x = y

D. hubungan antara x dan y tak dapat ditentukan

 

Matematika (Soal Cerita)

  1. Seorang penjual telur membeli telur dengan harga Rp100.000,00 untuk dijual kembali. Jika ia menginginkan laba 25%, berapa harga penjualan telur tersebut?

A. Rp155.000,00

B. Rp145.000,00

C. Rp135.000,00

D. Rp125.000,00

E. Rp115.000,00

 

  1. Sebuah bejana berbentuk silinder berisi air 1/3-nya. Jika ditambah air sebanyak 3 liter lagi, bejana tersebut menjadi berisi 1?2-nya. Berapa literkah kapasitas bejana itu?

A. 20 liter

B. 18 liter

C. 17 liter

D. 16 liter

E. 15 liter

 

Penalaran

  1. Andini selalu pergi berpariwisata di akhir pekan. Tidak semua tempat wisata terletak di luar kota. Jadi …

A. Andini selalu pergi berwisata di luar kota

B. Andini tidak suka berwisata ke luar kota

C. Kadangkala Andini berwisata di dalam kota

D. Kadangkala Andini tidak berwisata di akhir pekan

E. Tempat wisata lebih banyak terdapat di dalam

 

  1. Semua penyelam adalah perenang. Beberapa pelaut adalah penyelam. Jadi …

A. semua pelaut adalah perenang

B. beberapa pelaut adalah perenang

C. beberapa perenang bukan pelaut

D. beberapa penyelam bukan pelaut

E. tidak dapat ditarik kesimpulan

 

  1. Semua kuda tidak bertanduk. Harimau tidak memamah biak. Jadi …

A. kuda tidak memamah biak

B. harimau tidak bertanduk

C. harimau tidak bertanduk dan tidak memamah biak

D. kuda dan harimau tidak bertanduk dan tidak memamah biak

E. tidak dapat ditarik kesimpulan

 

Tes Potensi Akademik (TPA) itu sebenarnya mudah apabila kita tahu trik untuk menghadapinya, gampang untuk dikerjakan apabila tahu cara menjawabnya. Untuk menghadapi tes TPA ini Anda harus banyak berlatih, berlatih dan berlatih contoh Soal TPA Bappenas Terbaru. Selain dengan perbanyak latihan mengerjakan soal tes potensi akademik, Anda bisa juga mengikuti Pelatihan Tes Potensi Akademik.

Mengapa Pelatihan TPA  Penting?

Dari hasil pengamatan kami, secara umum calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan  bangku kuliah di perguruan tinggi atau tempat belajar formal terakhir  mempunyai skor Tes Potensi Akademik yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang  baru lulus. Ini wajar-wajar saja, karena otak kita kan seperti otot tubuh kita. Contohnya jika kita lama tidak olah raga renang, tiba-tiba disuruh renang 100 meter sekaligus, mungkin kita tidak akan kuat. Kita perlu latihan dulu sebelum bertanding. Anda pasti tahu kan, bahwa setiap olah ragawan mempunyai pelatih. Oleh karena itu, sebelum bertanding di tes TPA mungkin ada baiknya Anda mengikuti pelatihan TPA.

Bagi peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor  yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda.  Peserta yang jurusan IPA atau eksakta mempunyai skor yang relatif lebih tinggi bila dibandingkan peserta dengan latar belakang IPS atau non eksakta.  Apalagi  Anda sudah meninggalkan dunia hitung-hitungan yang sifatnya teoritis matematik mungkin sudah 5, 10, 15 atau bahkan 20 tahun yang lalu. Untuk membantu Anda yang ingin menaikkan skor TPA, kami menyiapkan program pelatihan TPA dan juga ada private TPA secara khusus.

Info lebih lanjut KLIK WhatsApp Sekarang

Soal TPA Bappenas Terbaru

WA Kami Sekarang
Send via WhatsApp