TPA Bappenas ITB

By September 10, 2018 August 7th, 2019 Uncategorized
TPA BappenaTes Potensi Akademik Verbal Analogi Tes Potensi Akademik Verbal Analogi - Tes analogi merupakan tes untuk mengukur sampai sejauh mana Anda dapat melihat pola sebuah kata, atau fungsi dari kata tersebut dan menarik makna dari kata itu. Dalam hal ini, Anda diuji untuk melihat hubungan antara kata-kata yang ada dalam pasangannya. Menjawab soal padanan kata, Anda terlebih dahulu harus merumuskan hubungan antara kata-kata. Lalu kemudian mengidentifikasi pilihan jawaban yang mengandung makna kata-kata terkait satu sama lain. Biasanya, dalam beberapa pilihan jawaban, akan tampak memiliki hubungan kata yang sama. Kerena itu, ketika Anda mengerjakan soal padanan kata, jangan sekali-kali Anda menjawabnya dengan tergesa-gesa, tanpa melihat semua pilihan jawaban yang ada. Jadi Anda harus membacanya dengan teliti dulu semua jawaban, baru kemudian memahami pola soal padanan kata tersebut, baru kemudian memutuskan jawaban Anda. Cara mengerjakan Soal Tes Potensi Akademik Verbal Analogi ini, sangat penting bagi Anda untuk menemukan "Kata Kunci" atau hubungan yang "Khusus" atau "Unik" dari dua atau lebih kata yang diberikan. Padanan dapat juga diartikan sebagai kata atau frasa dalam sebuah bahasa yang memiliki kesejajaran makna dengan kata atau frasa dalam bahasa lain. Apabila anda menemukan hubungan kata yang terbentuk dari dua kata yang diujikan masih bersifat terlalu umum, maka anda akan kesulitan untuk menentukan alternatif jawaban yang paling tepat untuk padanan kata tersebut. Contoh Soal Tes Potensi Akademik Verbal Analogi dan Pembahasan 1. BURUNG : TERBANG = IKAN : ..... A.Berenang B.Mamalia C.Melata D.Reptil E.Bertelur Jawaban: Burung bergerak dengan cara terbang. Sedangkan ikan bergerak dengan cara berenang. Jadi pilihan jawaban yang tepat adalah BERENANG (A). 2. CABAI : ..... = GARAM : ASIN A.Rawit B.Manis C.Dingin D.Pedas E.Pahit Jawaban: Ketika mengecap garam, maka di lidah akan terasa asin. Sedangkan ketika menggigit cabai, maka lidah akan merasakan pedas. Jadi pilihan jawaban yang tepat adalah PEDAS (D). 3. TIDUR : NGANTUK = ..... : ..... A.Istirahat : Lelah B.Melati : Bunga C.Kaki : Sepatu D.Minum : Air E.Kampus : Kuliah Jawaban: Untuk mengetahui padanan kata yang tepat Sobat dapat merangkai padanan hubungan kata pada ruas kiri dan ruas kanan menjadi sebuah kalimat. Hubungan padanan kata pada ruas kanan merupakan hubungan sebab akibat. Sebab kita ngantuk maka kita akan tidur. Demikian halnya, sebab kita lelah maka kita akan beristirahat. Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah ISTIRAHAT : LELAH (A). 4. ES BATU : ..... = API : PANAS A.Keras B.Bening C.Dingin D.Cair E.Beku Jawaban: Hubungan padanan kata pada ruas kiri adalah kata benda dengan kata sifat. Maka. padanan kata pada ruas kanan juga seharusnya berupa kata benda dengan kata sifat. Api memiliki sifat panas, sedangkan es batu bersifat dingin. Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah DINGIN (C). 5. GANDUM : TEPUNG : KUE = ..... : ..... : ..... A.Padi : Beras : Nasi B.Nasi : Bubur : Bayi C.Air : Beku : Es D.Wortel : Tomat : Sayur E.Jeruk : Mangga : Buah Jawaban: Pada ruas kanan terdapat hubungan sebagai berikut; gandum yang diolah menjadi tepung, kemudian tepung diolah akan menjadi kue. Dengan demikian, dapat diperkirakan kata-kata yang ada di ruas kiri adalah sebagai berikut; padi setelah diolah akan menjadi beras, kemudian beras diolah akan menjadi nasi. Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah PADI : BERAS : NASI (A). 6. FILM : SUTRADARA = ..... = PENYAIR A.Lagu B.Lukisan C.Puisi D.Skripsi E.Disertasi Jawaban: Pada ruas kanan terdapat padanan kata berupa hubungan antara profesi dengan karya yang dihasilkannya. Seorang sutradara akan menghasilkan karya berupa film. Sedangkan seorang penyair akan menghasilkan karya berupa puisi. Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah PUISI (C). 7. SAPI : HERBIVORA : MELAHIRKAN = AYAM : ..... : ..... A.Rumput : Omnivora B.Omnivora : Bertelur C.Herbivora : Susu D.Karnivora : Beranak E.Omnivora : Daging Ayam Jawaban: Pada ruas kanan, terdapat hubungan padanan kata sebagi berikut; Sapi merupakan binatang herbivora dan berkembang biak dengan cara melahirkan. Sedangkan ayam merupakan binatang omnivora yang berkembang biak dengan cara bertelur. Jadi pilihan jawaban yang tepat adalah OMNIVORA : BERTELUR (B). 8. LIDAH : RASA = TELINGA : ..... A.Mendengar B.Suara C.Udara D.Mata E.Melihat Jawaban: Lidah merupakan indra pencecap, fungsinya adalah untuk mencecap rasa. Sedangkan telinga adalah indra pendengaran, fungisnya adalah untuk mendengarkan suara. Jadi pilihan jawaban yang tepat adalah SUARA (B). 9. SOSIOLOGI : ILMU = MONOPOLI : ..... A.Kekuasaan B.Permainan C.Perdagangan D.Perekonomian E.Pertanian Jawaban: Antorpologi merupakan salah satu disiplin ilmu. Sedangkan monopoli merupakan salah satu jenis permainan. Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah PERMAINAN (B). 10. SISWA : GURU : SEKOLAH = PASIEN : ..... : ..... A.Obat : Apotek B.Obat : Dokter C.Dokter : Rumah Sakit D.Rumah Sakit : Obat E.Apotek : Rumah Sakit Jawaban: Pada ruas kanan, terdapat hubungan padanan kata sebagai berikut; Siswa diajar oleh seorang guru di sekolah. Maka, hubungan padanan kata pada ruas kiri adalah sebagai berikut; Pasien dirawat oleh seorang dokter di rumah sakit. Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah DOKTER : RUMAH SAKIT (C). Itulah sedikit gambaran dan contoh soal Tes Analogi (Padanan Hubungan Kata) yang merupakan salah satu subtes dari Tes Kemampuan Verbal. Untuk mempermudah Anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya Anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas. Karena dengan mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, Anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat. Jika Anda berminat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, silahkan hubungi kami melalui sitebar di sebelah kiri website kami atau KLIK WhatsApp Sekarang Tes Potensi Akademik Verbal Analogias ITB

TPA Bappenas ITB

 

TPA Bappenas ITB – Institut Teknologi Bandung (ITB), didirikan pada tanggal 2 Maret 1959. Kampus utama ITB saat ini merupakan lokasi dari sekolah tinggi teknik pertama di Indonesia. Kali ini kami akan membahas mengenai TPA Bappneas ITB. Jadi, TPA Bappenas adalah standard TPA yang dipakai oleh ITB sebagai salah satu syarat untuk mendaftar S2. Syarat skor minimal TPA Bappenas ITB adalah 475.

TPA Bappenas ITB

TPA Bappenas ini rutin dilaksanakan di Jakarta pusat setiap 2 minggu sekali (untuk jadwal pastinya silahkan cek website Bappenas), tapi saat ini di ITB pun juga sudah bekerja sama dengan Bappenas untuk melaksanakan TPA Bappenas ITB.

Materi TPA Bappenas ITB

Materi Tes TPA Bappenas sendiri dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

  • Penalaran Verbal

Dalam test penalaran verbal sering kali yang keluar merupakan istilah istilah baru yang jarang kita jumpai pada kegiatan kita sehari-hari. Tips untuk mengerjakan soal ini bisa dengan memulai membaca berita baik di koran atau situs-situs berita.

  • Kuantitatif

Test TPA ini sangat menghabiskan waktu. Dalam test kuantitatif akan diuji kecepatan menghitung dan mempelajari pola deret angka. Pada saat saya test TPA kemarin, saya menyisakan 40 soal, terpaksa pengawuranpun bertindak. Saran bagi teman-teman agar mengerjakan bagian deret angka dan bagian yang mempunyai pilihan x>y, x<y, x=y.

  • Penalaran

Pada test Penalaran kita dituntut untuk mengasah logika kita dimana soal-soalnya berisi tentang logika analisa dan logika gambar. Pada TPA OTO BAPPENAS, logika analisa harus dilatih dengan sering-sering mengerjakan latihan soal sedangkan untuk logika gambar akan lebih mudah bisa sering bermain puzzle dan rubik.

Download Soal Latihan TPA Bappenas ITB

Disini kami menyediakan beberapa soal TPA Bappenas ITB yang bisa Anda download dihalaman ini.

Perlu diketahui bahwa soal-soal latihan ini jauh lebih baik untuk belajar dari pada sebagian besar buku-buku TPA yang ada di pasaran. Sebagian besar buku TPA umum yang tersedia di toko buku, meskipun juga mencakup materi yang diujikan pada tes masuk ITB, kebanyakan mencakup materi yang terlalu luas kemana-mana. Akan lebih bijaksana dan baik lagi apabila Anda belajar menggunakan kedua materi tersebut agar saling melengkapi.

Silahkan KLIK DISINI untuk download Soal Latihan TPA Bappenas ITB

Pelajari kesemua jenis soal Tes TPA Bappenas tersebut secara runtut dan teliti satu demi satu. Anda amat disarankan untuk mendapatkan sebuah konsep pengerjaan yang mampu diterapkan untuk berbagai macam persoalan. Walau sulit, soal TPA bukan berarti tidak bisa dipecahkan. Kemauan, rajin berlatih, serta kedisiplinan tentu saja sangat dibutuhkan untuk sukses melewati tes yang terkenal sulit ini.

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas agar lebih terbiasa dengan Materi TPA Bappenas. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting.Tetapi sebenarnya pelatihan TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat. Lalu dengan mengikuti Pelatihan TPA Bappenas kita akan diberikan materi-materi yang harus kita hafal.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Pelatihan TPA Bappenas.

Mengapa Pelatihan TPA  Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka kegiatan pelatihan TPA ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

Manfaat  Kursus Persiapan TPA

Kami berpengalaman menyelenggarakan Kursus Persiapan TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti Kursus Persiapan TPA hasilnya sebagian besar skor peserta TPA meningkat tajam. Selain itu keuntungan lainnya adalah :   Nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.

Materi Pelatihan & Instruktur

Verbal (padanan kata, lawan kata, analogi verbal);  Kuantitatif (hitungan, deret bilangan, komparasi kuantitatif); Penalaran (logika formal, analitis, keruangan, penalaran logis) serta ditambah dengan teknik mengerjakan TPA dengan metode berpikir strategis. Instruktur berpengalaman & berlatar  belakang pendidikan yang relevan dengan materi pelatihan.

Tempat & Waktu

Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal.

Waktu Pelatihan Reguler di hari libur kerja Sabtu/Minggu (jadwal silahkan lihat disini) mulai Pk. 08.00 s.d 16.30 WIB

Lokasi Pelatihan : Pusat Studi Jepang UI Depok

Info Lebih Lanjut Mengenai Pelatihan TPA Bappenas KLIK WhatsApp Sekarang

TPA Bappenas ITB

Leave a Reply

*

1
Assalamu'alaikum.... Ada yang bisa kami bantu ? :)
Powered by