Tag Archive for TPA Bappenas

Soal TPA Bappenas ITB

Soal TPA Bappenas ITB

 

Soal TPA Bappenas ITB – Institut Teknologi Bandung (ITB), didirikan pada tanggal 2 Maret 1959. Kampus utama ITB saat ini merupakan lokasi dari sekolah tinggi teknik pertama di Indonesia. Kali ini kami akan membahas mengenai TPA Bappneas ITB. Jadi, TPA Bappenas adalah standard TPA yang dipakai oleh ITB sebagai salah satu syarat untuk mendaftar S2. Syarat skor minimal TPA Bappenas ITB adalah 475.

Soal TPA Bappenas ITB

TPA Bappenas ini rutin dilaksanakan di Jakarta pusat setiap 2 minggu sekali (untuk jadwal pastinya silahkan cek website Bappenas), tapi saat ini di ITB pun juga sudah bekerja sama dengan Bappenas untuk melaksanakan TPA Bappenas ITB.

Soal TPA Bappenas ITB

Kali ini kami akan membagikan Soal TPA Bappenas ITB

Bagian 1 : Persamaan Kata (Sinonim)

Petunjuk : Carilah persamaan arti atau yang memiliki arti yang sama dari kata-kata berikut:

  1. Friksi

A.Membelah

B.Melepaskan

C.Perpecahan

D.Putus Asa

E.Penggabungan

  1. Rancu

A.Canggung

B.Jorok

C.Kacau

D.Tidak wajar

E.Semu

  1. Virtual

A.Maya

B.Impian

C.Nyata

D.Virgin

E.Hiponema

  1. Semiotika

A.Ilmu tentang tanda

B.Ilmu seni

C.Ilmu bahasa

D.Bahasa simbol

E.Ungkapan kata

  1. Renovasi

A.Pemagaran

B.Pemugaran

C.Pembongkaran

D.Peningkatan

E.Pemekaran

 

Bagian 2 : Lawan Kata (Antonim)

Petunjuk : Carilah kebalikan arti atau yang memiliki arti yang berlawanan dari kata-kata berikut:

  1. Apriori

A.Unggulan

B.Tidak Istimewa

C.Proporsi

D.Prioritas

E.Aposteriori

  1. Absurd

A.Omong kosong

B.Istilah terkini

C.Mustahil

D.Tak terpakai

E.Masuk akal

  1. Paradoksal

A.Berseberangan

B.Sejalan

C.Kesempatan

D.Perumpamaan

E.Hubungan

  1. Prominen

A.Konsisten

B.Biasa

C.Tak setuju

D.Konsekuen

E.Perintis

  1. Utopis

A.Komunis

B.Realistis

C.Agamis

D.Sosialis

E.Demokratis

Bagian 3 : Padanan atau Hubungan Kata

(Analogi)

  1. Air : Es = Uap : …

A.Salju

B.Es

C.Air

D.Hujan

E.Embun

 

  1. Hujan : Kekeringan = … : … : …

A.Api : kebakaran

B.Penuh : sesak

C.Panas : api

D.Lampu : gelap

E.Angin : dingin

  1. Rekan : Rival = … :…

A.Pendukung : penghambat

B.Dermawan : serakah

C.Dokter : pasien

D.Adat : istiadat

E.Tradisonal : kontemporer

  1. Pakaian : Lemari = … : …

A.Gelap : lampu

B.Kepala : rambut

C.Rumah : atap

D.Air : ember

E.Api : panas

  1. Hewan : Senapan : Berburu = … : … : …

A.Tanah : petani : sawah

B.Nasi : sendok : makan

C.Meja : kursi : duduk

D.Halaman : ibu : masak

E.Beras : nasi : jemur

Bagian 4 : Test Deret Seri

  1. Seri bilangan 5 – 10 – 8 – 24 – 21 – 84 ….

A.80

B.81

C.168

D.252

E.336

  1. Seri bilangan 25 – 13 – 21 – 20 – 18 – 32 – 31 – 23 – 27 – 26 – 28 –….

A.43

B.42

C.40

D.39

E.38

  1. Seri bilangan 90 – 84 – 82 – 84 – 78 – 76 – 78 ….

A.68

B.58

C.76

D.72

E.60

  1. Seri bilangan 31 – 55 – 61 – 34 – 56 – 59 – 37 – 57 – 57 – 40 – 58 – ….

A.53

B.55

C.57

D.58

E.60

  1. Seri bilangan 7007 – 7106 – 7105 – 7205 – 7204 – 7305 – 7304 – ….

A.7306

B.7405

C.7406

D.7408

E.7506

Bagian 5 : Test Aritmatika

  1. Jika x = p.1.1, dan y = p+1+1, (p = bilangan positif), maka…

A.x > y

B.x < y

C.x = y

D.x dan y tidak bisa ditentukan

E.2x > 2y

  1. Jika x3 – 43 = 300, dan y + 5x = 42, maka…

A.x > y

B.x < y

C.x = y

D.x dan y tidak bisa ditentukan

E.2x > 2y

  1. Jika x = -(66), dan y = (-6)6, maka….

A.x > y

B.x < y

C.x = y

D.x dan y tidak bisa ditentukan

E.2x > 2y

  1. Jika x = 156788 – 156788/2, dan y = 156788/2, maka…

A.x > y

B.x < y

C.x = y

D.x dan y tidak bisa ditentukan

E.2x > 2y

  1. Jika angka 3 dalam bilangan 453689 bernilai 3.10x, dan y = 5x/25, maka…

A.x > y

B.x < y

C.x = y

D.x dan y tidak bisa ditentukan

E.2x > 2y

  1. Sebuah buku disewakan dengan harga Rp.1.000 untuk 3 hari pertama dan untuk selanjutnya Rp. 600 setiap hari. Jika penyewa buku tersebut membayar Rp. 11.800 untuk sebuah buku, berapa harikah buku tersebut disewanya ?

A.15

B.18

C.20

D.21

E.24

  1. Nadia hendak membeli sepatu dan gaun dengan membawa uang sebesar Rp 363.000,-. Harga sepatu di toko A adalah Rp. 210.000,- dengan diskon 35 % dan harga celana adalah Rp. 85.000,- dengan diskon 15 %. Uang sisa pembelian sepatu dan celana adalah …

A.Rp. 145.750,-

B.Rp. 154.250,-

C.Rp. 155.750,-

D.Rp. 144.250,-

E.Rp. 145.250,-

  1. Sebuah lonceng jam berbunyi setiap 35 menit sekali. Lonceng tersebut berbunyi untuk pertama kali pada tengah malam. Pada malam yang sama, berapa menit lagikah lonceng tersebut akan berbunyi setelah pukul 04.12 ?

A.7

B.9

C.14

D.19

E.28

  1. Sebuah sepeda memiliki roda berjari-jari 21 cm. Jika roda berputar sebanyak 2.500 kali, maka panjang lintasan lurus yang dilaluinya adalah …

A.1,65 Km

B.3,3 Km

C.33 Km

D.330 Km

E.16,5 Km

  1. Seekor burung berkicau setiap 14 menit dan sebuah bell berdering setiap 12 menit. Jika burung dan bell berbunyi bersama-sama pada pukul 12 siang maka pukul berapakah mereka pertama kali berbunyi setelah pukul 12 siang tadi?

A.14:48

B.14:24

C.13:54

D.13:24

E.12:42

Bagian 7 : Tes penalaran logis

  1. Tidak ada dua perhiasan berlian yang mempunyai kilau yang sama. Cincin X dan Y terbuat dari berlian. Kesimpulan:

A.Hanya cincin X dan Y yang berbeda kilaunya

B.Cincin berlian X dan Y mempunyai kilau yang berbeda.

C.Semua cincin berlian memiliki kilau yang berbeda dengan cincin X dan Y

D.Ada cincin berlian selain cincin X dan Y yang memiliki kilau.

E.Semua perhiasan yang sama bentuk dengan cincin X dan Y pasti berkilau.

  1. Hanya barang-barang dari plastik yang dijual di toko Kurnia. Tekstil terbuat dari bahan dasar kapas. Kesimpulan:

A.Barang plastik hanya dijual di toko Kurnia

B.Semua barang di toko Kurnia bahan dasarnya plastik

C.Tidak ada tekstil yang dijual di toko kurnia.

D.Toko kurnia menjual barang dari kapas dan plastik.

E.Di toko Kurnia terdapat segalam macam barang .

  1. Olahraga adalah aktivitas yang selalu dilakukan Badu setiap hari. Hari ini Badu sakit kepala. Kesimpulan:

A.Hari ini Badu tidak berolah raga

B.Kewajiban Badu setiap hari adalah berolahraga kecuali bila sakit

C.Hari ini Badu berolahraga walaupun sakit kepala

D.Hampir setiap hari Badu sakit kepala.

E.Badu tidak suka olah raga saat sakit

  1. Noda hitam akan tampak jelas pada pakaian putih. Noda putih akan tampak jelas pada pakaian hitam. Deterjen dapat digunakan untuk menghilangkan noda. Kesimpulan:

A.Noda pada pakaian akan tampak jelas.

B.Tidak mungkin segumpal detergen dapat menghilangkan noda.

C.Detergen membuat noda putih tampak tidak jelas pada pakaian hitam bernoda putih.

D.Tidak mungkin hitam menjadi putih

E.Deterjen menimbulkan noda.

  1. Andini selalu pergi berwisata di akhir pekan. Tidak semua tempat wisata terletak di luar kota Kesimpulan:

A.Andini selalu pergi berwisata di luar kota

B.Andini tidak suka berwisata di luar kota

C.Kadangkala Andini berwisata di dalam kota

D.Kadangkala Andini tidak berwisata di akhir pekan

E.Tempat wisata lebih banyak terletak di dalam kota.

Itulah Contoh Soal TPA Bappenas ITB. Tes Potensi Akademik (TPA) itu sebenarnya mudah apabila kita tahu trik untuk menghadapinya, gampang untuk dikerjakan apabila tahu cara menjawabnya. Untuk menghadapi tes TPA ini Anda harus banyak berlatih, berlatih dan berlatih contoh soal tes TPA. Selain dengan perbanyak latihan mengerjakan soal tes potensi akademik, Anda bisa juga mengikuti Pelatihan Tes Potensi Akademik.

Soal TPA Bappenas ITB

Fungsi TPA Bappenas

Fungsi TPA Bappenas

 

Fungsi TPA Bappenas – Tes Potensi Akademik atau TPA adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan atau akademis. Karenanya TPA ini sering dihubungkan dengan kecerdasan seseorang. Tes Potensi Akademik identik dengan tes GRE atau Graduate Record Examination sebagai standar internasional. Model, materi, dan bidang yang diuji dalam TPA sebagian besar merujuk kepada tes GRE. Tes GRE menjadi standar internasional syarat penerimaan mahasiswa Perguruan Tinggi.

Fungsi TPA Bappenas

Tes Potensi Akademik (TPA) pada umumnya juga sering di ujikan dalam proses penerimaan karyawan atau pegawai baru di sebuah perusahaan. Berbeda dengan psikotes, tes ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui kemampuan seseorang di bidang akademik dan pengetahuan umum lainnya. Melalui tes postensi akademik (TPA) maka akan dapat diketahui tingkat kecerdasan seseorang atau calon karyawan dan pegawai baru.

Perlu anda ketahui bahwa Tes Potensi Akademik ini memiliki beberapa fungsi TPA Bappenas kita, antara lain adalah :

  1. Untuk Mengetahui Kemampuan Akademis

Sesuai dengan namanya, manfaat tes potensi akademik berfungsi untuk mengukur sejauh mana kemampuan akademik seseorang terutama pada 4 aspek penting yaitu, bahasa, matematika, logika dan gambar. Dengan begitu kita akan mengetahui seberapa persen kemampuan kita di bidang akademik.

  1. Mempermudah Instansi Menyaring Anggota Baru

Pada umumnya tes potensi akademik dilakukan untuk penyaringan anggota baru. Contohnya adalah SBMPTN untuk masuk Universitas Negeri, hal ini memudahkan universitas melihat dan menyaring mahasiswa mana yang pantas untuk masuk universitas tersebut. Selain itu CPNS juga harus melewati tes potensi akademik untuk menentukan pantas atau tidaknya mereka jadi Pegawai Negeri Sipil.

  1. Untuk Mengetahui Bakat dan Minat

Tes potensi akademik juga bisa digunakan untuk mengetahui bakat dan minat. Dia lebih condong kemana, sain, sosial atau bahasa. Biasanya kegiatan ini dilakukan saat SMA yaitu saat penjurusan. Hasil dari tes potensi akademik bisa dijadikan patokan untuk menempatkan siswa di tempat yang benar.

  1. Melatih Kecepatan

Proses tes potensi akademik dilakukan dengan pemberian waktu, jadi 4 jenis soal yang ada di tes tersebut harus selesai dalam kurun waktu terntu. Dengan begitu kita akan terbiasa bekerja dengan cepat. Karena bila kita tidak berusaha untuk bekerja cepat kita akan tertinggal dan hasilnyapun tidak sesuai dengan harapan kita.

  1. Mengasah Otak

Soal yang ada di dalam tes potensi akademik memang simple tapi mengecoh. Selain itu soalnya juga kompleks dan variatif. Hal ini membuat kita berfikir secara sungguh-sungguh. Kita harus memilih jawaban yang paling benar. Hal ini mampu meningkatkan kemampuan otak.

  1. Melatih Konsentrasi

Dalam mengerjakan soal tes potensi akademik kita diwajibkan untuk berkonsentrasi. Soal yang disajikan perlu pemikiran yang efektif untuk mendapatkan hasil yang baik. Jika konsentrasi kita hilang sejenak saja, maka kita akan kehilangan memontum mengerjakan soal potensi akademik. Dengan melakukan tes ini sama halnya dengan melatih dan mempertajam konsentrasi kita.

  1. Menjauhkan dari Sifat Ceroboh

Mungkin kita masih bingung dan tidak yakin bahwa tes potensi akademik mampu menghilangkan sifat ceroboh. Memang benar tes potensi akademik mampu meningkatkan kewaspadaan dan menghindari sifat kecerobohan. Buktinya saat pelaksanaan SBMPTN, sistem penilaiannya jika benar 3 poin, tidak di isi 0, jika salah -1. Di sini kita benar-benar harus berfikir terlebih dahulu sebelum mengisi jawaban.

Pengerjaan soal TPA berbeda dengan ujian lain yang kalau kita tidak bisa tinggal mencontreng salah satu jawaban dengan memakai feeling, namun jika dalam TPA anda ragu maka tidak usah di isi. Dengan begitu kita akan terbiasa untuk berhati-hati dan tidak gegabah atau ceroboh.

  1. Melatih Kejujuran

Tes potensi akademik dalam pelaksanaannya bisa melatih kita untuk selalu berbuat jujur. Selain ada pengawas, kita juga tidak sempat menoleh kesana kemari karena waktu yang disediakan terbatas. Sehingga mau tidak anda harus fokus dan memikirkan kerjaan kita tanpa bisa mencontek orang lain. Dengan hal inilah kejujuran kita akan terbentuk.

  1. Membangun Kepercayaan Diri

Proses pengerjaan tes potensi akademik bisa membuat kepercayaan diri kita bertambah. Tadi sudah disinggung tentang saat tes dilakukan kita tidak bisa mencontek bahkan menolehkan kepala saja tidak bisa. Hal ini membuat anda harus percaya pada diri anda sendiri. Yang paling penting adalah kita harus selalu percaya pada kemampuan diri sendiri. Jangan mencontek karena belum tentu jawaban orang lain atau teman anda benar.

  1. Memperoleh suatu pengalaman

Terlepas dari lulus atau gagalnya tes, anda akan mendapat suatu pengalaman yang berharga. Ketika anda ingin melakukan tes potensi akademik lagi sudah tidak bingung atau canggung. Kita sudah punya pengalaman mengerjakan soal tes potensi akademik.

  1. Menjadi Evaluasi Bagi Kita

Dengan melakukan tes potensi akademik, kita akan mengetahui seberapa kemampuan kita di bidang akademis. Selain itu dengan melakukan tes potensi akademik kita bisa tahu bakat dan minat kita terletak dimana, kita kuatnya pada bidang apa. Selain itu saat kita gagal dalam tes, maka kita akan instropeksi diri kita apa yang kurang dari kita dan kita akan terus belajar dengan tujuan untuk lulus dalam tes potensi akademik berikutnya.

Inilah beberapa fungsi TPA Bappenas bagi kita. Namun hasil tes potensi akademik sangat dipengaruhi oleh pelaksananya. Jika kita dalam kondisi yang baik dan benar-benar mengerjakannya maka hasil itu akan relevan dengan kemampuan anda. Namun jika kita mengerjakannya asal-asalan maka hasil dari tes potensi akademik tidak akan sesuai dengan kemampuan kita.

Fungsi TPA Bappenas

TPA Bappenas

TPA Bappenas

 

TPA Bappenas – Tes Potensi Akademik atau TPA adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan atau akademis. Karenanya TPA ini sering dihubungkan dengan kecerdasan seseorang. Tes Potensi Akademik identik dengan tes GRE atau Graduate Record Examination sebagai standar internasional. Model, materi, dan bidang yang diuji dalam TPA sebagian besar merujuk kepada tes GRE. Tes GRE menjadi standar internasional syarat penerimaan mahasiswa Perguruan Tinggi.

TPA Bappenas

Tes Potensi Akademik (TPA) pada umumnya juga sering di ujikan dalam proses penerimaan karyawan atau pegawai baru di sebuah perusahaan. Berbeda dengan psikotes, tes ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui kemampuan seseorang di bidang akademik dan pengetahuan umum lainnya. Melalui tes postensi akademik (TPA) maka akan dapat diketahui tingkat kecerdasan seseorang atau calon karyawan dan pegawai baru.

Disamping calon karyawan baru sering gagal atau tidak lulus psikotes, pada tahap tes potensi akademik juga demikian. Hal ini biasanya di sebabkan oleh kurangnya persiapan untuk melatih diri sebelum tes potensi akademik diselenggarakan, atau hal lain diluar itu. Untuk lulus tes potensi akademik, modal utama yang harus kita miliki adalah kesehatan kemudian persiapan, persiapan yang saya maksud disini adalah melatih diri dengan soal tes potensi akademik. Untuk melatinya, anda dapat membeli ebook atau buku tes postensi akademik baik itu dari internet atau dari gramedia dan toko buku terdekat.

Tes Potensi Akademik yang dilakukan di Indonesia ini juga identik dengan tes GRE dan GMAT yang menjadi standar internasional. Saat ini, Tes Potensi Akademik merupakan salah satu tes standar menerimaan di perguruan tinggi untuk jenjang S2 dan S3. Bahkan skarang SMPTN pun pake Tes TPA serta salah satu tes yang diujikan dalam rekrutmen penerimaan tenaga kerja baru. Selain itu, tes potensi akademi (TPA) juga digunakan sebagai tes standar penyaringan calon pegawai negeri sipil (CPNS), maupun pegawai swasta. Bahkan kenaikan pangkat setingkat manajer atau team leader juga seringkali mempersyaratkan tes TPA dengan skor minimum tertentu.

FUNGSI TPA BAPPENAS

TPA merupakan suatu standar tes yang bertujuan untuk mengukur potensi akademik calon mahasiswa dengan membandingkan potensi satu calon mahasiswa dengan mahasiswa lain secara lebih obyektif, baik itu calon mahasiswa S1, S2, dan S3. TPA masuk ke SMNPTN untuk S1 sejak tahun 2009. Bahkan juga, TPA digunakan pada Tes Calon Penerimaan Pegawai Negeri Sipil (CPNS) namun sering dipanggil sebagai psikotest. TPA masuk ke SNMPTN tertulis untuk S1 sejak tahun 2012.

PENYELENGGARA TPA

TPA biasanya diselenggarakan oleh 1) Program Pascasarjana Universitas tertentu secara independen atau 2) Unit Pelayanan Penyelenggaraan Tes Potensi Akademik (UPP-TPA) Bappenas bekerjasama dengan Program Pascasarjana Universitas tertentu. Untuk itu TPA sering disebut sebagai TPA OTO Bappenas.

BIAYA TPA

Biaya TPA OTO Bappenas berkisar antara Rp. 380.000 hingga Rp.1.200.000 tergantung lokasi.

SOAL TPA BAPPENAS

Soal TPA Bappenas terdiri dari Tes Verbal, Tes Angka, Tes Logika. Tes verbal berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (persamaan kata), tes antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.

Tes angka berfungsi mengukur kemampuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berpikir terstruktur dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmetik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka dan tes angka dalam cerita.

Tes logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita dan tes logika diagram.

Soal TPA Bappenas terdiri atas 250 soal dengan waktu pengerjaan 3 jam. Soal TPA Bappenas dibagi dalam 3 subtes, yaitu tes kemampuan verbal, tes numerik, dan tes penalaran.

SKOR TPA

Nilai akhir skor TPA adalah 200 hingga 800. Masing-masing universitas memiliki syarat nilai TPA berbeda-beda untuk diterima. Untuk S2 dibutuhkan rata-rata minimal skor 450-500. Sedangkan, untuk S3 harus menempuh minimal skor 550-600.

PELATIHAN TPA BAPPENAS

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Kursus Persiapan TPA. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya Pelatihan TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Kursus TPA Bappenas, anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Pelatihan TPA Bappenas.

Mengapa Pelatihan TPA Bappenas Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka Kursus TPA Bappenas ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

 Manfaat Pelatihan TPA Bappenas

Kami berpengalaman menyelenggarakan Pelatihan TPA Bappenas. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti Pelatihan TPA Bappenas hasilnya sebagian besar peserta TPA meningkat. Selain itu keuntungan lainnya adalah :

  • Nilai TPA pasca pelatihan yang diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang tinggi bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.
  • Kursus TPA Bappenas akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah.

Tempat & Waktu

Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal.

Waktu Pelatihan Reguler di hari libur kerja Sabtu/Minggu (jadwal silahkan lihat disini) mulai Pk. 08.00 s.d 16.30 WIB

Lokasi Pelatihan : Pusat Studi Jepang UI Depok

Info Lebih Lanjut Mengenai Pelatihan TPA Bappenas KLIK WhatsApp Sekarang

TPA Bappenas

Kursus TPA Di Jakarta

Kursus TPA Di Jakarta

 

Kursus TPA Di Jakarta – Tes potensi akademik (TPA) adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan (akademis). Tes ini juga sering dibungkan dengan kecerdasan seseorang. Saat ini, TPA  telah menjadi tes standar penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), rekrutmen karyawan swasta, serta karyawan BUMN.

Berbeda dengan psikotes, tes ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui kemampuan seseorang di bidang akademik dan pengetahuan umum lainnya. Melalui tes postensi akademik (TPA) maka akan dapat diketahui tingkat kecerdasan seseorang atau calon karyawan dan pegawai baru.

Kursus TPA Di Jakarta

Disamping calon karyawan baru sering gagal atau tidak lulus psikotes, pada tahap tes potensi akademik juga demikian. Hal ini biasanya di sebabkan oleh kurangnya persiapan untuk melatih diri sebelum tes potensi akademik diselenggarakan, atau hal lain diluar itu. Tes TPA Kaskus– Untuk lulus tes potensi akademik, modal utama yang harus kita miliki adalah kesehatan kemudian persiapan, persiapan yang saya maksud disini adalah melatih diri dengan soal tes potensi akademik. Untuk melatinya, anda dapat membeli ebook atau buku tes postensi akademik baik itu dari internet atau dari gramedia dan toko buku terdekat.

Tes Potensi Akademik yang dilakukan di Indonesia ini juga identik dengan tes GRE dan GMAT yang menjadi standar internasional. Saat ini, Tes Potensi Akademik merupakan salah satu tes standar menerimaan di perguruan tinggi untuk jenjang S2 dan S3. Bahkan skarang SMPTN pun pake Tes TPA serta salah satu tes yang diujikan dalam rekrutmen penerimaan tenaga kerja baru. Selain itu, tes potensi akademi (TPA) juga digunakan sebagai tes standar penyaringan calon pegawai negeri sipil (CPNS), maupun pegawai swasta. Bahkan kenaikan pangkat setingkat manajer atau team leader juga seringkali mempersyaratkan tes TPA dengan skor minimum tertentu.

Pada umumnya tes potensi akademik (TPA) terdiri dari:

  1. Tes Verbal mencakup :
  • Tes Sinonim
  • Tes Antonim
  • Tes Padanan Hubungan
  1. Tes Angka terdiri dari:
  • Tes Aritmetik
  • Tes Seri Angka
  • Tes Seri Huruf
  • Tes Logika Angka
  • Tes Angka Dalam Cerita
  1. Tes Logika terdiri dari:
  • Tes Logika Umum
  • Tes Logika Analisa Pernyataan dan Kesimpulan
  • Tes Logika Cerita
  • Tes Logika Diagram
  1. Tes Gambar terdiri dari:
  • Tes Padanan Hubungan Gambar
  • Tes Seri Gambar
  • Tes Pengelompokan Gambar
  • Tes Bayangan Cermin
  • Tes Identifikasi Potongan Gambar

Skor tes potensi akademik/TPA masing-masing penyelenggara mempunyai kriteria sendiri, namun TPA/TKU yang telah umum dipergunakan dan diakui secara internasional yaitu yang diselenggarakan oleh OTO Bappenas yang bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi ternama di dalam negeri. Skor tersebut antara 200 s/d 800 dimana yang paling rendah adalah 200 dan paling tertinggi (apabila jawaban benar semua) adalah 800. Seseorang dinilai mempunyai kemampuan rata-rata bila mampu mencapai skor 500 (mean). Skor tes potensi akademik yang diterbitkan OTO Bappenas berlaku hingga 2 th (dua tahun) sejak tanggal tes, dan tidak dapat diperpanjang kecuali yang bersangkutan mengikuti tes TPA kembali. Materi soal tes potensi akademik terdiri dari 3 subtest yang masing-masing subtest memiliki nilai antara 20 sampai dengan 80, sehingga nilai/skor total didapat dari penjumlahan skor ketiga subtest tersebut dibagi 3 dan dikalikan 10.

Banyaknya soal TPA disertai dengan waktu pengerjaan yang sempit mengakibatkan banyaknya peserta yang gugur pada tahap ini. Tidak hanya sebatas jumlah soal dan minimnya waktu yang diberikan, terdapat faktor kegagalan lainnya seperti kurangnya latihan mengerjakan soal-soal TPA, tidak memahami proses mengerjakan soal dengan cepat dan tepat, dan kurangnya pemahaman peserta atas deskripsi pengerjaan soal-soal TPA.

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Kursus Persiapan TPA. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya Kursus TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Kursus TPA Bappenas, anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Kursus TPA Bappenas.

Mengapa Kursus TPA Bappenas Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka Kursus TPA Bappenas ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

 Manfaat Kursus TPA Bappenas

Kami berpengalaman menyelenggarakan Kursus TPA Bappenas. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti Les TPA Bappenas hasilnya sebagian besar peserta TPA meningkat. Selain itu keuntungan lainnya adalah :

  • Nilai TPA pasca pelatihan yang diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang tinggi bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.
  • Kursus TPA Bappenas akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah.

Tempat & Waktu

Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal.

Waktu Pelatihan Reguler di hari libur kerja Sabtu/Minggu (jadwal silahkan lihat disini) mulai Pk. 08.00 s.d 16.30 WIB

Lokasi Pelatihan : Pusat Studi Jepang UI Depok

Info Lebih Lanjut Mengenai Kursus TPA Di Jakarta Depok KLIK WhatsApp Sekarang

 

Kursus TPA Di Jakarta

Soal Tes Potensi Akademik Bappenas

Soal Tes Potensi Akademik Bappenas

 

Soal Tes Potensi Akademik Bappenas – TPA yang mempunyai kepanjangan Tes Potensi Akademik adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan (akademik). Tes ini menjadi tes standar yang digunakan oleh banyak instansi baik negeri maupun swasta dalam syarat perekrutan atau penerimaan. Penyaringan calon pegawai negeri sipil (CPNS), rekrutmen karyawan BUMN, rekrutmen karyawan swasta, syarat kenaikan jabatan, penerimaan mahasiswa baru jenjang D3/S1 (SBMPTN) dan juga pascasarjana semuanya adalah contoh-contoh instansi yang menggunakan TPA sebagai syarat lulus.

Soal Tes Potensi Akademik Bappenas

Cara paling EFEKTIF dan JITU dalam menghadapi TPA Bappenas adalah dengan mempelajari langsung soal-soal sebelumnya. Dengan sering mempelajari dan latihan soal TPA Bappenas kita akan terbiasa melihat bentuk, pola soal TPA Bappenas serta tingkat kesulitannya seperti apa. Berikut kami berikan Soal Tes Potensi Akademik Bappenas :

SINONIM

  1. DELUSI

A.Kekecewaan

B.Khawatir

C.Ilusi

D.Friksi

E.Nyata

Jawaban: C. Ilusi

Delusi = pikiran atau pandangan yang tidak berdasar ( tidak rasional), biasanya tidak berwujud sifat kemegahan diri atau perasaan dikejar-kejar; pendapat yang tidak berdasarkan kenyataan; khayal; ilusi.

  1. BENCANA

A.Bantuan

B.Rapat sekali

C.Lawan

D.Kawan

E.Bala

Jawaban: E. Bala

Bencana = sesuatu yang menyebabkan (menimbulkan) kesusahan ; kerugian; atau penderitaan; kecelakaan; bahaya; bala.

  1. TEMPAT

A.Piringan Hitam

B.Bulan

C.Loka

D.Tanggal

E.Kebun

Jawaban: C. Loka

Tempat = sesuatu yang dipakai untuk menaruh (menyimpan meletakkan, dan sebagainya); wadah; bekas; area daerah kawasan letak; lingkungan; loka; lokasi; posisi; zona.

  1. CIRI

A.Watak

B.Tabiat

C.Jiwa

D.Akhlak

E.Karakteristik

Jawaban: E. Karakteristik

Ciri = atribut, identitas, individualitas; jati diri, karakter, karakteristik; kekhasan; kekhususan; keunikan; sifat; tanda.

  1. OTAK BESAR

A.Serebrum

B.Syaraf

C.Kue

D.Daging

E.Otot

Jawaban: A. Serebrum

Otak besar = bagian depan otak manusia yang berukuran besar, berlekuk dalam, membujur berwarna abu-abu; yang memnbentuk bagian terbesar dari sistem saraf pusat; serebrum.

ANTONIM

  1. ANTIPATI

A.Apatis

B.Simpati

C.Acuh

D.Tidak Suka

E.Peduli

Jawaban: B. Simpati

Antipati = tidak suka. Lawan kata yang tepat untuk kata antipati adalah kata simpati.

  1. TENGGELAM

A.Terombang-Ambing

B.Melayang-Layang

C.Tak Tentu

D.Terapung

E.Terkatung-katung

Jawaban: D. Terapung

Tenggelam = masuk terbenam ke dalam air; karam. Lawan kata yang tepat untuk kata tenggelam adalah terapung.

  1. TIDAK BERDAYA

A.Invalid

B.Abnormal

C.Anomali

D.Disfungsi

E.Sinergi

Jawaban: E. Sinergi

Lawan kata yang tepat untuk kata tidak berdaya adalah kata sinergi yang berarti berdaya

  1. ENGGAN

A.Sudi

B.Tidak

C.Setuju

D.Maju

E.Siap

Jawaban: A. Sudi

Enggan = tidak mau. Lawan kata yang tepat untuk kata enggan adalah kata sudi, yang berarti mau.

  1. KALEIDOSKOP

A.Pengumpulan

B.Lensa Okuler

C.Seragam

D.Kebersamaan

E.Bhineka

Jawaban: C. Seragam

Kaleidoskop = beraneka ragam. Lawan kata yang tepat untuk kata kaleidoskop adalah kata seragam.

ANALOGI

  1. KAPAL : BURITAN = BURUNG : …

A.Sayap

B.Tulang

C.Ekor

D.Bulu

E.Dahan

Jawaban: C. Ekor

Bagian belakang dari sebuah kapal adalah buritan. Bagian belakan dari seekor burung adalah ekor.

  1. PASIEN : DOKTER : RESEP = ….

A.Murid: Guru: Tes

B.Penumpang : Sopir : Suntikan

C.Pasien : Suster : Suntikan

D.Masinis : Kereta : Rel

E.Presiden : Menteri : Peraturan

Jawaban: A. Murid : Guru : TES

Seorang pasien biasanya oleh dokter diberi resep. Seorang murid oleh guru biasanya diberi tes.

  1. JATUH : SAKIT = MENGANTUK : …

A.Berjalan

B.Kalori

C.Teriakan

D.Tersenyum

E.Tidur

Jawaban: E. Tidur

Saat terjatuh biasanya akan merasa sakit. Saat mengantuk biasanya akan tidur.

  1. RAMALAN : ASTROLOGI = PENYAKIT : …

A.Psikologi

B.Patologi

C.Kardiologi

D.Teologi

E.Bakteriologi

Jawaban: B. Patologi

Ilmu yang mempelajari tentang ramalan adalah astrologi. Ilmu yang mempelajjari tentang penyakit adalah patologi.

  1. INSENTIF : PRESTASI = ….

A.Hadiah : Pengabdian

B.Hak : Kewajiban

C.Prestasi : Kerja

D.Usaha : Hadiah

E.Hadiah : Motivasi

Jawaban:  A. HADIAH : PENGABDIAN

Insentif biasanyadiberikan karena prestasi seseorang. Hadiah biasanya diberikan karena pengabdian seseorang.

TES SERI DERET

  1. Seri bilangan 31 – 55 – 61 – 34 – 56 – 59 – 37 – 57 – 57 – 40 – 58 – ….

A.53

B.55

C.57

D.58

E.60

  1. Seri bilangan 25 – 13 – 21 – 20 – 18 – 32 – 31 – 23 – 27 – 26 – 28 –….

A.43

B.42

C.40

D.39

E.38

  1. Seri bilangan 90 – 84 – 82 – 84 – 78 – 76 – 78 ….

A.68

B.58

C.76

D.72

E.60

  1. Seri bilangan 7007 – 7106 – 7105 – 7205 – 7204 – 7305 – 7304 – ….

A.7306

B.7405

C.7406

D.7408

E.7506

  1. Seri bilangan 5 – 10 – 8 – 24 – 21 – 84 ….

A.80

B.81

C.168

D.252

E.336

CONTOH SOAL LOGIKA / LOGIS:

  1. Zian kuliah disuatu kampus dengan Ridwan, Arif, dan Heru. Zian mengenal teman-teman kos mereka. Arga merupakan sepupu Heru, sementara Gandrung merupakan teman kos Ridwan.

A.Ridwan dan Arif mengenal Arga.

B.Arga mengenal Zian.

C.Arga dan Gandrung satu kampus.

D.Zian mengenal Gandrung.

E.Arif  tidak mengenal Arga.

Jawaban:  D. Zian Mengenal Gandrung.

Zian mengenal teman-teman kos Ridwan, Arif dan Heru. Jadi Zian mengenal Gandrung, karena Gandrung merupakan teman kos dari Ridwan.

  1. Agung adalah mahasiswa fakultas ekonomi. Banyak mahasiwa-mahasiwa yang malas. Harun adalah teman Agung.

A.Agung itu malas.

B.Harun itu malas.

C.Teman-teman Agung malas semua.

D.Harun mungkin satu fakultas dengan Agung.

E.Agung dan Harun mahasiswa yang malas.

Jawaban: D. Harun mungkin satu fakultas dengan Agung.

Agung adalah mahasiswa fakultas ekonomi. Karena Harun adalah teman Agung, maka Harun mungkin satu fakultas dengan Agung.

  1. Mahasiswa yang diterima melanjutkan S2 harus lulus tes potensi akademik. Anjar tidak diterima melanjutkan S2.

A.Anjar tidak mendaftar S2.

B.Anjar tidak lulus tes potensi akademik.

C.Anjar lulus tes poensi akademik.

D.Anjar lupa mengikuti tes potensi akademik.

E.Nilai tes potensi akademik Anjar belum keluar.

Jawaban:  B. Anjar tidak lulus tes potensi akademik.

Syarat melanjutkan S2harus lulus tes potensi akademik. Jika Anjar tidak diterima melanjutkan ke S2 ini berarti Anjar tidak lulus tes potensi akademik.

  1. Semua anak laki-laki di desa Wiyoro senang bermain sepak bola, namun tidak senang berenang. Pernyataan yang tidak sesuai dengan pernyataan di atas adalah …

A.Anak laki-laki di desa Wiyoro tidak senang berenang.

B.Anak laki-laki di desa Wiyoro senang bermain sepak bola.

C.Tidak seorangpun anak laki-laki di desa Wiyoro senang berenang.

D.Sebagian anak laki-laki di desa Wiyoro senang bermain sepak bola.

E.Tidak seorangpun anak laki-laki di desa Wiyoro yang senang bermain sepak bola.

Jawaban:  E. Tidak seorangpun anak laki-laki di desa Wiyoro yang senang bermain sepak bola.

Pernyataan “Tidak seorangpun anak laki-laki di desa Wiyoro yang senang bermain sepak bola” tidak sesuai, karena semua anak laki-laki di desa Wiyoro senang bermain sepak bola.

  1. Semua warga negara yang berumur di atas 17 tahun memiliki hak pilih. Semua mahasiswa S-1 berumur di atas 17 tahun.

A.Semua mahasiswa S-1 memiliki hak pilih.

B.Semua warga negara memiliki hak  pilih.

C.Tidak semua mahasiswa S-1 memiliki hak pilih.

D.Tidak ada mahasiswa S-1 yang memiliki hak pilih.

E.Tidak ada warga negara yang mrmiliki hak pilih pernah menjadi mahasiswa S-1.

Jawaban:  A. Semua mahasiswa S-1 memiliki hak pilih.

Semua warga negara yang berumur di atas 17 tahun memiliki hak pilih. Semua mahasiswa S-1 berumur di atas 17 tahun, sehingga semua mahasiswa S-1 memiliki hak pilih.

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya pelatihan TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, Anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat. Lalu dengan mengikuti Pelatihan TPA Bappenas kita akan diberikan materi-materi yang harus kita hafal.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Pelatihan TPA Bappenas.

Mengapa Pelatihan TPA  Bappenas Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka kegiatan pelatihan TPA ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

Apa Saja Manfaat  Pelatihan TPA ?

Konsultan sukses-tpa berpengalaman menyelenggarakan Pelatihan TPA maupun Private TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti pelatihan di konsultan Sukses TPA hasilnya sebagian besar peserta TPA meningkat tajam. Ini dikarenakan mereka telah belajar soal-soal TPA dan bagaimana cara mengerjakan dengan cepat.

Pada umumnya nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.

Pelatihan TPA akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah. Jika belum mengenal tipe dan bentuk soal TPA langsung mengikuti Tes Potensi Akademik, dipastikan hasilnya akan kurang memuaskan. Bisa jadi ketika mengerjakan akan tertegun, gagap, bingung dan lainnya karena waktu yang diberikan begitu cepat. Dengan mengikuti Pelatihan TPA, akan diakhiri dengan evaluasi berupa Tes Prediksi TPA, maka baik Lembaga maupun Karyawan  dapat memperkirakan potensi akademisnya, selain  perasaan percaya diri lebih tinggi dalam menghadapi tes TPA.

Materi Pelatihan & Instruktur

Verbal (padanan kata, lawan kata, analogi verbal);  Kuantitatif (hitungan, deret bilangan, komparasi kuantitatif); Penalaran (logika formal, analitis, keruangan, penalaran logis) serta ditambah dengan teknik mengerjakan TPA dengan metode berpikir strategis. Instruktur berpengalaman & berlatar  belakang pendidikan yang relevan dengan materi pelatihan.

Tempat & Waktu

Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal.

Waktu Pelatihan Reguler di hari libur kerja Sabtu/Minggu (jadwal silahkan lihat disini) mulai Pk. 08.00 s.d 16.30 WIB

Lokasi Pelatihan : Pusat Studi Jepang UI Depok

Info Lebih Lanjut Mengenai Pelatihan TPA Bappenas Silahkan KLIK WhatsApp Sekarang

Soal Tes Potensi Akademik Bappenas

Tes TPA Bappenas Online Gratis

Tes TPA Bappenas Online Gratis

 

Tes TPA Bappenas Online Gratis – Tes TPA Bappenas atau Tes potensi akademik Bappenas merupakan sebuah tes yang secara khusus digunakan untuk mengetahui serta mengevaluasi kemampan seseorang yang ingin masuk ke dalam jenjang pendidikan selanjutnya, melakukan pendaftaran beasiswa, menjadi pegawai atau karyawan, dan beberapa kategori lainnya. Tes ini merupakan tes yang bisa dilakukan secara berkelompok atau organisasi, dan juga perorangan.

Tes TPA Bappenas Online Gratis

Bagi teman-teman yang mendaftar S2 atau S3 pasti diawal-awal harus mengikuti beberapa rangkaian test. Salah satu yang harus diikuti adalah TPA. Test Potensi Akademik atau TPA biasanya digunakan untuk mengukur bakat dan kemampuan seseorang dalam bidang keilmuan.

Tes TPA Bappenas Online Gratis

  1. EKSKAVASI

A.Pengeboran

B.Pemindahan

C.Penggalian

D.Penyulingan

E.Pengangkutan

  1. ARKETIPE

A.Simbol

B.Model

C.Arsip

D.Fosil

E.Artefak

  1. EKSENTRIK

A.Aneh

B.Unik

C.Antik

D.Artistik

E.Etnik

  1. PEMANTULAN

A.Refleksi

B.Refraksi

C.Transformasi

D.Transmisi

E.Transmutasi

  1. KULMINASI

A.Keadaan emosi seseorang

B.Tempat untuk mendinginkan

C.Sumbu bumi

D.Panas terik matahari

E.Tingkatan yang tertinggi

Tes Lawan Kata (Antonim)

Pilih satu jawaban yang paling berlawanan artinya dengan kata yang tercetak KAPITAL

  1. DISKREPANSI ><

A.Kecocokan

B.Ketimpangan

C.Keterkaitan

D.Keseragaman

E.Keakraban

  1. TENTATIF ><

A.Cepat

B.Lancar

C.Praktis

D.Pasti

E.Tepat

  1. NISBI ><

A.Benar

B.Penting

C.Harus

D.Mutlak

E.Pasti

  1. LATEN ><

A.Tersembunyi

B.Jelas

C.Tampak

D.Terang

E.Ada

  1. SPORADIS ><

A.Sering

B.Sembarangan

C.Terukur

D.Jarang

E.Serius

Tes Padanan Hubungan Kata (Analogi)

Pilih satu jawaban yang sesuai dengan pola kata yang tercetak KAPITAL

  1. PETANI : TRAKTOR =

A.raja : kereta

B.dalang : cerita

C.dokter : mobil

D.nelayan : jaring

E.sopir : sepeda

  1. SENAPAN : BERBURU =

A.kapal : berlabuh

B.kereta : langsir

C.pancing : ikan

D.parang : mengasah

E.perangkap : menangkap

  1. MOBIL : GARASI = PESAWAT :

A.bandara

B.landasan

C.stasiun

D.pelabuhan

E.hanggar

  1. OPTIMISME : SEMANGAT = PESIMISME :

A.kegagalan

B.kekecewaan

C.kebimbangan

D.keberanian

E.keputusasaan

  1. WARTEG : NASI RAMES = ANGKRINGAN :

A.nasi liwet

B.nasi gudeg

C.nasi uduk

D.nasi goreng

E.nasi kucing

  1. 1/3 4/5   3/2   8/3   5   …

A.12

B.10

C.9/5

D.5/2

E.3/5

  1. 405 127   278   128   150   129   …

A.427

B.12

C.249

D.21

E.247

  1. -8271 16542   24813   -8270   16540   24810   -8269   …

A.16538   24813

B.16538   24807

C.-16542   24807

D.16542   24813

E.16542   -24807

  1. 3 2   4   6   8   7   9   …   13   12

A.12

B.11,5

C.11

D.10,5

E.10

  1. 100% 4/3   ¾   -2/3   ½   -8/3   …

A.25%   -4/3

B.1/4     125%

C.25%   -4,67

D.0%     -1,33

E.1/4        -1,67

  1. Sebuah bangun ruang berada di atas lantai dan disusun oleh 12 kubus-kubus kecil yang bervolume 8 cm³.  Tinggi  bangun  ruang  tersebut  adalah 2  kubus  dan  ternyata  tingginya  sama  dengan  lebar bangun  ruang    Jika  bangun  ruang  tersebut  dijadikan  meja  dan  diatasnya  diberi  taplak berbentuk segi empat yang semua ujung-ujungnya  menyentuh lantai sehingga tidak terlihat lagi kubus-kubus kecil tersebut, maka berapakah luas taplak yang dibutuhkan?

A.100 cm²

B.144 cm²

C.168 cm²

D.188 cm²

E.200 cm²

  1. Sebuah kolam  air  mancur  berbentuk  lingkaran  yang  kelilingnya  44    Sekeliling  kolam  tersebut dibangun jalan yang lebarnya 3,5 m. Berapakah luas jalan yang dibangun?

A.154 m²

B.192,5 m²

C.346,5 m²

D.539 m²

E.500,5 m²

  1. Fory mengadakan pesta untuk pertama kali. Dia mengundang 10 kawan perempuan dan 15 kawan laki-lakinya serta  menghabiskan  roti  6,5    Kemudian  dia  mengadakan  pesta  kedua  dan mengundang 25 kawan laki-laki dan 20 kawan perempuan serta menghabiskan roti 15 Kg. Jika Fory ingin mengundang 50 kawan perempuan dan 50 kawan laki-lakinya, sedangkan dia masih punya 10 Kg roti, berapa Kg roti lagi yang harus dia persiapkan?

A.43,75 Kg

B.32,5 Kg

C.31,75 Kg

D.42,5 Kg

E.52,5 Kg

  1. Sheanie, Niesa, dan Dita masing-masing membawa lidi yang panjangnya 12 cm, 5 cm, dan 13 cm. Jika ujung-ujung lidi dipertemukan di atas tanah, maka luas tanah maksimal yang dibentuk dari lidi-lidi tersebut adalah …

A.65 cm²

B.30 cm²

C.60 cm²

D.780 cm²

E.156 cm²

  1. Besar sudut pertama sebuah segitiga adalah dua kali besar sudut kedua. Sedangkan besar sudut ketiga adalah  lima  derajat  lebih  besar  daripada  sudut pertama.  Berapakah  ukuran  sudut  ketiga dikurangi sudut kedua?

A.75°

B.70°

C.40°

D.35°

E.5°

  1. Satu galon bensin dituangkan ke dalam sebuah pengisi yang berbentuk seperti kubus yang panjang sisinya 7 inci. Berapakah kira-kira tinggi bensin dalam pengisi tersebut ? (1 galon = 231 inci kubik)

A.3,8 inci

B.4,2 inci

C.4,7 inci

D.5,2 inci

E.5,6 inci

  1. Jika jari-jari lingkaran P adalah 60% dari jari-jari lingkaran Q, berapa persenkah luas lingkaran P dari luas lingkaran Q?

A.36

B.40

C.64

D.80

E.120

  1. Ki Agus telah menjual barang dengan harga Rp 95.000,-, ia memperoleh laba 25% dari harga beli. Berapakah harga beli sebenarnya?

A.Rp 88.000

B.Rp 80.000

C.Rp 77.000

D.Rp 76.000

E.Rp 64.000

  1. Cita bekerja  di  sebuah  pabrik  dari  jam 08.00  hingga  pukul  00.  Ia  diberikan  upah  Rp  800/jam. Apabila ia lembur, maka ia akan dibayar 50%/jam jika lewat dari jam 16.00. Jika ia menerima upah sebesar Rp 8.000 pada hari itu, maka pukul berapa ia pulang??

A.17.00

B.17.50

C.18.45

D.19.30

E.20.00

  1. Lembaran seng lebarnya 18/3 kaki (delapan belas per tiga kaki). 1 kaki = 16 cm. Lembaran ini akan dipotong-potong menjadi  beberapa  bagian  yang  masing-masing  4  inchi  (1  inchi  =  1  ½  cm). Berapakah potongan yang akan dihasilkan dari lembaran tersebut…

A.18 potong

B.17 potong

C.16 potong

D.15 potong

E.14 potong

LOGIKA ANALISA

Pilih satu jawaban dengan menggunakan Logika Analisa

  1. Baju-baju yang dijual di toko pakaian “Mewah” tidak ada yang memiliki renda. Neni membeli sebuah baju berenda di toko pakaian remaja.

Kesimpulan:

A.Baju berenda hanya ada di toko pakaian remaja.

B.Neni tidak pernah membeli baju di toko pakaian “Mewah”

C.Di toko pakaian “Mewah” tidak ada pakaian remaja.

D.Toko pakaian “Mewah” adalah satu-satunya toko yang tidak menjual baju berenda.

E.Baju berenda Neni tidak dibeli di toko pakaian “Mewah”

  1. Pabrik roti M hanya membuat roti dengan bahan dasar tepung beras atau tepung jagung. Untuk bulan ini, roti “pisang crispy” tidak dibuat dengan menggunakan tepung beras. Kesimpulan:

A.Roti “pisang crispy” selalu dibuat dengan menggunakan tepung jagung.

B.Untuk bulan ini pabrik roti M hanya membuat roti dengan bahan dasar tepung jagung.

C.Roti “pisang crispy” selalu dibuat dengan menggunakan bahan dasar tepung beras.

D.Pabrik roti M hanya membuat roti “pisang crispy” pada bulan ini.

E.Untuk bulan ini roti “pisang crispy” dibuat dengan menggunakan tepung jagung.

  1. Setiap hari seluruh tiket masuk kebun binatang G habis terjual. Hari ini masih tersisa tiga buah tiket masuk cadangan kebun binatang. Kesimpulan:

A.Masih ada tiket cadangan yang tidak terjual pada hari libur.

B.Hari ini bukan hari libur maka tiket tidak terjual habis.

C.Hanya di kebun binatang G yang semua tiketnya terjual pada hari libur.

D.Tiket masuk cadangan kebun binatang G tidak terjual habis.

E.Tiket masuk kebun binatang G kadang tidak terjual habis.

  1. Setiap boneka yang dijual di toko “imoet” mengenakan pakaian biru atau merah. Boneka Barbie yang dibeli Benny di toko “imoet” tidak mengenakan rok merah. Kesimpulan:

A.Benny membeli satu-satunya boneka Barbie di toko  “imoet”

B.Hanya toko “imoet” yang menjual boneka berpakaian biru.

C.Boneka Barbie yang dibeli Benny pasti mengenakan pakaian berwarna biru.

D.Benny hanya membeli boneka yang mengenakan pakaian berwarna biru.

E.Benny tidak menyukai boneka yang mengenakan rok merah.

  1. Semua orang Jogja ramah dan baik hati. Nafis orang Jogja. Kesimpulan:

A.Nafis orangnya baik hati.

B.Nafis orang yang ramah.

C.Nafis baik hati dan ramah.

D.Nafis tinggal di Jogja.

E.A, B, C, D tidak benar.

Tes TPA Bappenas Online Gratis – Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Kursus Persiapan TPA. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya Les TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat.

Info Lebih Lanjut Mengenai Pelatihan TPA Bappenas KLIK WhatsApp Sekarang

Tes TPA Bappenas Online Gratis

Kursus TPA Bappenas Jakarta

Kursus TPA Bappenas Jakarta

 

Kursus TPA Bappenas Jakarta – Tes potensi akademik (TPA) adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan (akademis). Tes ini juga sering dibungkan dengan kecerdasan seseorang. Saat ini, TPA  telah menjadi tes standar penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), rekrutmen karyawan swasta, serta karyawan BUMN.

Berbeda dengan psikotes, tes ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui kemampuan seseorang di bidang akademik dan pengetahuan umum lainnya. Melalui tes postensi akademik (TPA) maka akan dapat diketahui tingkat kecerdasan seseorang atau calon karyawan dan pegawai baru.

Kursus TPA Bappenas Jakarta

Disamping calon karyawan baru sering gagal atau tidak lulus psikotes, pada tahap tes potensi akademik juga demikian. Hal ini biasanya di sebabkan oleh kurangnya persiapan untuk melatih diri sebelum tes potensi akademik diselenggarakan, atau hal lain diluar itu. Tes TPA Kaskus– Untuk lulus tes potensi akademik, modal utama yang harus kita miliki adalah kesehatan kemudian persiapan, persiapan yang saya maksud disini adalah melatih diri dengan soal tes potensi akademik. Untuk melatinya, anda dapat membeli ebook atau buku tes postensi akademik baik itu dari internet atau dari gramedia dan toko buku terdekat.

Tes Potensi Akademik yang dilakukan di Indonesia ini juga identik dengan tes GRE dan GMAT yang menjadi standar internasional. Saat ini, Tes Potensi Akademik merupakan salah satu tes standar menerimaan di perguruan tinggi untuk jenjang S2 dan S3. Bahkan skarang SMPTN pun pake Tes TPA serta salah satu tes yang diujikan dalam rekrutmen penerimaan tenaga kerja baru. Selain itu, tes potensi akademi (TPA) juga digunakan sebagai tes standar penyaringan calon pegawai negeri sipil (CPNS), maupun pegawai swasta. Bahkan kenaikan pangkat setingkat manajer atau team leader juga seringkali mempersyaratkan tes TPA dengan skor minimum tertentu.

Pada umumnya tes potensi akademik (TPA) terdiri dari:

  1. Tes Verbal mencakup
  • Tes Sinonim
  • Tes Antonim
  • Tes Padanan Hubungan
  • Tes Pengelompokan Kata
  1. Tes Angka terdiri dari:
  • Tes Aritmetik
  • Tes Seri Angka
  • Tes Seri Huruf
  • Tes Logika Angka
  • Tes Angka Dalam Cerita
  1. Tes Logika terdiri dari:
  • Tes Logika Umum
  • Tes Logika Analisa Pernyataan dan Kesimpulan
  • Tes Logika Cerita
  • Tes Logika Diagram
  1. Tes Gambar terdiri dari:
  • Tes Padanan Hubungan Gambar
  • Tes Seri Gambar
  • Tes Pengelompokan Gambar
  • Tes Bayangan Cermin
  • Tes Identifikasi Potongan Gambar

Skor tes potensi akademik/TPA masing-masing penyelenggara mempunyai kriteria sendiri, namun TPA/TKU yang telah umum dipergunakan dan diakui secara internasional yaitu yang diselenggarakan oleh OTO Bappenas yang bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi ternama di dalam negeri. Skor tersebut antara 200 s/d 800 dimana yang paling rendah adalah 200 dan paling tertinggi (apabila jawaban benar semua) adalah 800. Seseorang dinilai mempunyai kemampuan rata-rata bila mampu mencapai skor 500 (mean). Skor tes potensi akademik yang diterbitkan OTO Bappenas berlaku hingga 2 th (dua tahun) sejak tanggal tes, dan tidak dapat diperpanjang kecuali yang bersangkutan mengikuti tes TPA kembali. Materi soal tes potensi akademik terdiri dari 3 subtest yang masing-masing subtest memiliki nilai antara 20 sampai dengan 80, sehingga nilai/skor total didapat dari penjumlahan skor ketiga subtest tersebut dibagi 3 dan dikalikan 10.

Banyaknya soal TPA disertai dengan waktu pengerjaan yang sempit mengakibatkan banyaknya peserta yang gugur pada tahap ini. Tidak hanya sebatas jumlah soal dan minimnya waktu yang diberikan, terdapat faktor kegagalan lainnya seperti kurangnya latihan mengerjakan soal-soal TPA, tidak memahami proses mengerjakan soal dengan cepat dan tepat, dan kurangnya pemahaman peserta atas deskripsi pengerjaan soal-soal TPA.

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Kursus Persiapan TPA. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya Kursus TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Kursus TPA Bappenas, anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Kursus TPA Bappenas.

Mengapa Kursus TPA Bappenas Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka Kursus TPA Bappenas ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

 Manfaat Kursus TPA Bappenas

Kami berpengalaman menyelenggarakan Kursus TPA Bappenas. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti Les TPA Bappenas hasilnya sebagian besar peserta TPA meningkat. Selain itu keuntungan lainnya adalah :

  • Nilai TPA pasca pelatihan yang diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.
  • Kursus TPA Bappenas akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah.

Tempat & Waktu

Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal.

Waktu Pelatihan Reguler di hari libur kerja Sabtu/Minggu (jadwal silahkan lihat disini) mulai Pk. 08.00 s.d 16.30 WIB

Lokasi Pelatihan : Pusat Studi Jepang UI Depok

Info Lebih Lanjut Mengenai Kursus TPA Bappenas Jakarta KLIK WhatsApp Sekarang

 

Kursus TPA Bappenas Jakarta

TPA OTO Bappenas Download

TPA OTO Bappenas Download

 

TPA OTO Bappenas Download – Tes Potensi Akademik (TPA) saat ini mulai banyak dikenal oleh masyarakat, tes yang digunakan sebagai sarana untuk mendeteksi tingkat kemampuan seseorang dalam bidang akedemik ini mulai banyak diminati oleh perusahaan-perusahaan swasta dalam menjaring calon karyawan baru maupun karyawan lama yang akan mendapatkan promosi untuk jabatan baru sekelas manajer. Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pun juga wajib melakukan tes ini sebagai salah satu standart untuk bias lolos tahap seleksi. Di beberapa perguruan tinggi negeri juga sudah memulai menggunakan Tes Potensi Akademik (TPA) sebagai salah satu syarat bagi calon mahasiswanya untuk menempuh jurusan tertentu.

TPA OTO Bappenas Download

Maka tak heran jika saat ini banyak situs-situs internet yang menyediakan TPA online sebagai latihan bagi para calon peserta TPA sebelum peserta benar-benar melaksanakan TPA secara resmi, TPA online seperti ini sangat membantu calon peserta karena di akhir tes peserta akan langsung bias melihat nilai yang dia dapat setelah melakukan tes. Ada beberapa yang berbayar, namun banyak juga yang gratis dengan syarat harus memiliki koneksi internet yang bagus dan tidak lemot karena dikhawatirkan jika terjadi koneksi internet lambat maka akan berakibat pada nilai yang di dapatkan.

Tapi, bagi anda yang tidak memiliki koneksi internet yang handal bias mendapatkan Soal TPA Bappenas pdf yang banyak beredar di internet, tapi sekali lagi ada layanan yang berbayar dan ada pula yang gratis. Mereka para penyedia layanan akan menautkan password pada bagian depan soal TPA Bappenas pdf ini, password bias Anda peroleh setelah membayar sesuai ketentuan yang di tetapkan, sebenarnya jika memang Anda benar-benar membutuhkan contoh soal TPA Bappenas untuk menjalani tes TPA, maka mengeluarkan sedikit uang untuk mendapatkan passwordnya adalah pilihan yang logis tapi tentu saja anda wajib berhati-hati terhadap penipuan secara online, cara paling gampang adalah dengan jalan mengamati track record si penjual lewat komentar-komentar para pembeli sebelumnya.

Download TPA OTO Bappenas seperti ini akan berisi soal-soal yang memiliki pola dan pattern mirip dengan soal TPA resmi, memang soal yang tertera disana tidak akan sama persis tapi setidaknya dengan terbiasa mengerjakan soal-soal serupa akan memudahkan anda menganalisa soal TPA resmi.

Nah, untuk Anda yang tak ingin repot-repot membayar atau takut tertipu kami punya solusinya. Kami menyediakan Free Download TPA OTO Bappenas. Download TPA OTO Bappenas ini bisa di gunakan untuk berlatih.

TPA OTO Bappenas Download: Modul 1

TPA OTO Bappenas Download: Modul 2

TPA OTO Bappenas Download: Modul 3

TPA OTO Bappenas Download: Modul 4

TPA OTO Bappenas Download: Try Out 1

Materi Soal TPA Bappenas

Pada Soal TPA Bappenas  tersebut dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

  • Tes verbal berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (persamaan kata), tes antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.
  • Tes angka berfungsi mengukur kemampuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berpikir terstruktur dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmetik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka dan tes angka dalam cerita.
  • Tes logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita dan tes logika diagram.
  • Sedangkan tes spasial atau tes gambar, berfungsi mengukur daya logika ruang yang dimiliki seseorang. Tes ini meliputi antara lain tes padanan hubungan gambar, tes seri gambar, tes pengelompokan gambar, tes bayangan gambar dan tes identifikasi gambar.Dalam test TPA OTO BAPPENAS score terendah adalah 200 dan tertinggi 800. Agar dapat lulus TPA peserta harus memiliki nilai minimal 500. Tidak ada pengurangan score karena salah menjawab jadi bila masih kosong sebaiknya diisi ngawur, barangkali saja jawabannya benar.

Untuk mempermudah Anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya Anda mengikuti Pelatihan TPA Bappenas. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya pelatihan TPA Simak S2 UI sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, Anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat. Lalu dengan mengikuti Pelatihan TPA Bappenas kita akan diberikan materi-materi yang harus kita hafal.

Mengapa Pelatihan TPA  Bappenas Penting?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka kegiatan pelatihan TPA ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

Jika Anda berminat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, silahkan hubungi kami melalui sitebar di sebelah kiri website kami atau KLIK WhatsApp Sekarang

TPA OTO Bappenas Download

TPA Bappenas Jakarta 2018

TPA Bappenas Jakarta 2018

 

TPA Bappenas Jakarta 2018 – TPA adalah singkatan dari Tes Potensi Akademik. Tes ini digunakan sebagai alat seleksi bermacam-macam kebutuhan seperti program beasiswa, penerimaan mahasiswa baru jenjang S2 dan S3, melamar pekerjaan, kenaikan pangkat hingga promosi jabatan. Penyelenggara tes ini adalah Bappenas melalui Unit Pelayanan Tes Potensi Akademik (UPP-TPA). Tes ini dirancang untuk mengukur potensi intelektual seseorang yang nilainya berkisar dari 200 hingga 800.

TPA Bappenas Jakarta 2018

Saat ini TPA (Tes Potensi Akademik) OTO BAPPENAS dijadikan sebagai salah satu syarat akademik pada penerimaan Mahasiswa Pascasarjana (S2) di beberapa Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia.

Berikut jadwal TPA Bappenas Jakarta 2018 :

Jenis Ujian Tanggal Ujian Tempat Ujian Penyelenggara
TPA 03 November 2018 Gedung Bappenas Pusat UUO PT Koperasi Pegawai Bappenas
TPA 18 November 2018 Gedung Bappenas Pusat UUO PT Koperasi Pegawai Bappenas
TPA 01 Desember 2018 Gedung Bappenas Pusat UUO PT Koperasi Pegawai Bappenas
TPA 16 Desember 2018 Gedung Bappenas Pusat UUO PT Koperasi Pegawai Bappenas

 

Materi Tes TPA BAPPENAS

Materi Tes TPA BAPPENAS sendiri dibagi menjadi 3 bagian yaitu:

  • Penalaran Verbal

Dalam test penalaran verbal sering kali yang keluar merupakan istilah istilah baru yang jarang kita jumpai pada kegiatan kita sehari-hari. Tips untuk mengerjakan soal ini bisa dengan memulai membaca berita baik di koran atau situs-situs berita.

  • Kuantitatif

Test TPA ini sangat menghabiskan waktu. Dalam test kuantitatif akan diuji kecepatan menghitung dan mempelajari pola deret angka. Pada saat saya test TPA kemarin, saya menyisakan 40 soal, terpaksa pengawuranpun bertindak. Saran bagi teman-teman agar mengerjakan bagian deret angka dan bagian yang mempunyai pilihan x>y, x<y, x=y.

  • Penalaran

Pada test Penalaran kita dituntut untuk mengasah logika kita dimana soal-soalnya berisi tentang logika analisa dan logika gambar. Pada TPA OTO BAPPENAS, logika analisa harus dilatih dengan sering-sering mengerjakan latihan soal sedangkan untuk logika gambar akan lebih mudah bisa sering bermain puzzle dan rubik.

Untuk mempermudah anda dalam menghadapi Tes Potensi Akademik, ada baiknya anda mengikuti Kursus Persiapan TPA. Mungkin bagi sebagian orang, mengikuti pelatihan TPA Bappenas adalah hal yang tidak penting. Tetapi sebenarnya Les TPA Bappenas sangat bermanfaat. Karena saat mengikuti Pelatihan TPA Bappenas, anda akan mendapatkan trik dan tips untuk menghitung agar kita dapat berpikir simple agar dapat menjawab soal-soal Tes Potensi Akademik dengan cepat dan tepat.

Nahh, untuk Anda yang ingin mengikuti tes potensi akademik, Anda perlu belajar dulu supaya menguasai betul-betul materi tes dengan cara mengikuti Pelatihan TPA.

Mengapa Pelatihan TPA Bappenas Penting ?

Pada umumnya calon peserta Tes TPA yang telah lama meninggalkan bangku kuliah di perguruan tinggi mempunyai skor TPA yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan peserta yang baru lulus dari pendidikannya; peserta yang telah memasuki usia 35 tahun atau lebih punya kecenderungan skor yang diperolehnya relatif lebih rendah dari mereka yang lebih muda; peserta yang berlatar belakang pendidikan non eksakta mempunyai skor yang relatif lebih rendah bila dibandingkan peserta dengan latar belakang eksakta; dan peserta yang tinggal di luar Jawa rata-rata mengalami hal yang sama bila dibandingkan dengan peserta yang ada di Pulau Jawa.

Karena secara umum potensi akademik merupakan potensi seseorang yang tidak ada korelasinya dengan latar belakang baik perbedaan usia, jenis kelamin, suku, wilayah, dll, maka Les TPA Bappenas ini dianggap penting agar semua calon peserta tes disegarkan kembali ingatannya dan memiliki persepsi maupun memahami aturan main tes yang sama sehingga potensi akademisnya dapat terukur dengan tepat.

Apa Saja Manfaat  Pelatihan TPA ?

Konsultan sukses-tpa.com berpengalaman menyelenggarakan Pelatihan TPA maupun Private TPA. Berdasarkan pengalaman selama ini bahwa banyak peserta yang nilainya rendah disebabkan awam dengan model soal TPA. Namun setelah mengikuti pelatihan di konsultan Sukses TPA hasilnya sebagian besar peserta TPA meningkat tajam. Ini dikarenakan mereka telah belajar soal-soal TPA dan bagaimana cara mengerjakan dengan cepat.

Pada umumnya nilai TPA pasca pelatihan yang  diperoleh karyawan/ peserta tes adalah nilai obyektif yaitu apabila nilainya yang  tinggi  bukan karena unsur kebetulan dan nilai TPA rendah juga bukan karena kebetulan, namun memang merupakan nilai yang objektif tinggi/rendah.

Pelatihan TPA akan sangat membantu terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan tes TPA atau mereka yang telah lama meninggalkan bangku kuliah. Jika belum mengenal tipe dan bentuk soal TPA langsung mengikuti Tes Potensi Akademik, dipastikan hasilnya akan kurang memuaskan. Bisa jadi ketika mengerjakan akan tertegun, gagap, bingung dan lainnya karena waktu yang diberikan begitu cepat. Dengan mengikuti Pelatihan TPA, akan diakhiri dengan evaluasi berupa Tes Prediksi TPA, maka baik Lembaga maupun Karyawan  dapat memperkirakan potensi akademisnya, selain  perasaan percaya diri lebih tinggi dalam menghadapi tes TPA.

Materi Pelatihan & Instruktur

Verbal (padanan kata, lawan kata, analogi verbal);  Kuantitatif (hitungan, deret bilangan, komparasi kuantitatif); Penalaran (logika formal, analitis, keruangan, penalaran logis) serta ditambah dengan teknik mengerjakan TPA dengan metode berpikir strategis. Baik materi ataupun model TPA selalu di update/direvisi mengikuti perubahan materi dan model penyelenggara TPA lainnya. Dengan revisi rutin peserta lebih siap mengikuti tes TPA dari berbagai lembaga penyelenggara. Instruktur berpengalaman & sebagian besar berlatar  belakang pendidikan yang relevan dengan materi pelatihan.

Tempat & Waktu

Pelatihan dilaksanakan hanya satu hari untuk semua materi dan latihan soal.

Waktu Pelatihan Reguler di hari libur kerja Sabtu/Minggu (jadwal silahkan lihat disini) mulai Pk. 08.00 s.d 16.30 WIB

Lokasi Pelatihan : Pusat Studi Jepang UI Depok

Info Lebih Lanjut Mengenai Pelatihan TPA Bappenas KLIK WhatsApp Sekarang

TPA Bappenas Jakarta 2018

Contoh Soal TPA Bappenas Terbaru

Contoh Soal TPA Bappenas Terbaru

 

Contoh Soal TPA Bappenas Terbaru – Tes potensi akademik (TPA) adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang di bidang keilmuan (akademis).

Tes ini juga sering dibungkan dengan kecerdasan seseorang. Saat ini, TPA  telah menjadi tes standar penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), rekrutmen karyawan swasta, serta karyawan BUMN di tahun 2018.

Contoh Soal TPA Bappenas Terbaru

Bahkan kenaikan jabatan setingkat meneger di berbagai perusahaan juga mensyaratkan karyawannya mencapai TPA dengan dengan skor minimum tertentu. Tes Potensi Akademik juga umum dipakai sebagai tes penerimaan mahasiswa untuk jenjang S1 dan S2.

Adapun Tes Potensi Akademik ini umumnya memiliki empat jenis soal. Yaitu, tes verbal atau bahasa, tes numerik atau angka, tes logika, dan tes spacial atau gambar.

  • Tes verbal berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang di bidang kata dan bahasa. Tes ini meliputi tes sinonim (Persamaan kata), antonim (lawan kata), tes padanan hubungan kata, dan tes pengelompokan kata.
  • Tes angka mengukur kemamuan seseorang di bidang angka, dalam rangka berfikir terstruktur, dan logis matematis. Tes ini meliputi tes aritmatik (hitungan), tes seri angka, tes seri huruf, tes logika angka, dan tes angka dalam cerita.
  • Tes logika berfungsi mengukur kemampuan seseorang dalam penalaran dan pemecahan persoalan secara logis atau masuk akal. Tes logika ini meliputi tes logika umum, tes analisa pernyataan dan kesimpulan (silogisme), tes logika cerita, dan tes logika diagram.
  • Sedangkan tes spesial atau tes gambar berfungsi untuk mengukur daya logika ruang yang dimiliki seseorang.

Berikut merupakan Contoh Soal TPA Bappenas Terbaru yang mungkin sering di keluarkan pada soal-soal TPA nantinya, pahami dengan seksama supaya paham dan bisa ingat pada Waktu tes TPA nantinya.

Contoh Soal TPA Bappenas Terbaru

Tes Verbal

Tes Persamaan Kata (Sinonim)

Pilih satu jawaban yang paling dekat artinya dengan kata yang tercetak KAPITAL

  1. EKSKAVASI =

A.Pengeboran

B.Pemindahan

C.Penggalian

D.Penyulingan

E.Pengangkutan

  1. ARKETIPE =

A.Simbol

B.Model

C.Arsip

D.Fosil

E.Artefak

  1. EKSENTRIK =

A.Aneh

B.Unik

C.Antik

D.Artistik

E.Etnik

  1. PEMANTULAN =

A.Refleksi

B.Refraksi

C.Transformasi

D.Transmisi

E.Transmutasi

  1. KULMINASI =

A.Keadaan emosi seseorang

B.Tempat untuk mendinginkan

C.Sumbu bumi

D.Panas terik matahari

E.Tingkatan yang tertinggi

Tes Lawan Kata (Antonim)

Pilih satu jawaban yang paling berlawanan artinya dengan kata yang tercetak KAPITAL

  1. DISKREPANSI ><

A.Kecocokan

B.Ketimpangan

C.Keterkaitan

D.Keseragaman

E.Keakraban

  1. TENTATIF ><

A.Cepat

B.Lancar

C.Praktis

D.Pasti

E.Tepat

  1. NISBI ><

A.Benar

B.Penting

C.Harus

D.Mutlak

E.Pasti

  1. LATEN ><

A.Tersembunyi

B.Jelas

C.Tampak

D.Terang

E.Ada

  1. SPORADIS ><

A.Sering

B.Sembarangan

C.Terukur

D.Jarang

E.Serius

Tes Padanan Hubungan Kata (Analogi)

Pilih satu jawaban yang sesuai dengan pola kata yang tercetak KAPITAL

  1. PETANI : TRAKTOR =

A.raja : kereta

B.dalang : cerita

C.dokter : mobil

D.nelayan : jaring

E.sopir : sepeda

  1. SENAPAN : BERBURU =

A.kapal : berlabuh

B.kereta : langsir

C.pancing : ikan

D.parang : mengasah

E.perangkap : menangkap

  1. MOBIL : GARASI = PESAWAT :

A.bandara

B.landasan

C.stasiun

D.pelabuhan

E.hanggar

  1. OPTIMISME : SEMANGAT = PESIMISME :

A.kegagalan

B.kekecewaan

C.kebimbangan

D.keberanian

E.keputusasaan

  1. WARTEG : NASI RAMES = ANGKRINGAN :

A.nasi liwet

B.nasi gudeg

C.nasi uduk

D.nasi goreng

E.nasi kucing

  1. 1/3 4/5   3/2   8/3   5   …

A.12

B.10

C.9/5

D.5/2

E.3/5

  1. 405 127   278   128   150   129   …

A.427

B.12

C.249

D.21

E.247

  1. -8271 16542   24813   -8270   16540   24810   -8269   …

A.16538   24813

B.16538   24807

C.-16542   24807

D.16542   24813

E.16542   -24807

  1. 3 2   4   6   8   7   9   …   13   12

A.12

B.11,5

C.11

D.10,5

  1. 10
  1. 100% 4/3   ¾   -2/3   ½   -8/3   …

A.25%   -4/3

  1. ¼ 125%

C.25%   -4,67

D.0%     -1,33

E.¼        -1,67

Tes Numerik

Pilih satu jawaban yang paling tepat!

  1. Sebuah bangun ruang berada di atas lantai dan disusun oleh 12 kubus-kubus kecil yang bervolume 8 cm³.  Tinggi  bangun  ruang  tersebut  adalah 2  kubus  dan  ternyata  tingginya  sama  dengan  lebar bangun  ruang    Jika  bangun  ruang  tersebut  dijadikan  meja  dan  diatasnya  diberi  taplak berbentuk segi empat yang semua ujung-ujungnya  menyentuh lantai sehingga tidak terlihat lagi kubus-kubus kecil tersebut, maka berapakah luas taplak yang dibutuhkan?

A.100 cm²

B.144 cm²

C.168 cm²

D.188 cm²

E.200 cm²

  1. Sebuah kolam  air  mancur  berbentuk  lingkaran  yang  kelilingnya  44    Sekeliling  kolam  tersebut dibangun jalan yang lebarnya 3,5 m. Berapakah luas jalan yang dibangun?

A.154 m²

B.192,5 m²

C.346,5 m²

D.539 m²

E.500,5 m²

  1. Fory mengadakan pesta untuk pertama kali. Dia mengundang 10 kawan perempuan dan 15 kawan laki-lakinya serta  menghabiskan  roti  6,5    Kemudian  dia  mengadakan  pesta  kedua  dan mengundang 25 kawan laki-laki dan 20 kawan perempuan serta menghabiskan roti 15 Kg. Jika Fory ingin mengundang 50 kawan perempuan dan 50 kawan laki-lakinya, sedangkan dia masih punya 10 Kg roti, berapa Kg roti lagi yang harus dia persiapkan?

A.43,75 Kg

B.32,5 Kg

C.31,75 Kg

D.42,5 Kg

E.52,5 Kg

  1. Sheanie, Niesa, dan Dita masing-masing membawa lidi yang panjangnya 12 cm, 5 cm, dan 13 cm. Jika ujung-ujung lidi dipertemukan di atas tanah, maka luas tanah maksimal yang dibentuk dari lidi-lidi tersebut adalah …

A.65 cm²

B.30 cm²

C.60 cm²

D.780 cm²

E.156 cm²

  1. Besar sudut pertama sebuah segitiga adalah dua kali besar sudut kedua. Sedangkan besar sudut ketiga adalah  lima  derajat  lebih  besar  daripada  sudut pertama.  Berapakah  ukuran  sudut  ketiga dikurangi sudut kedua?

A.75°

B.70°

C.40°

D.35°

E.5°

  1. Satu galon bensin dituangkan ke dalam sebuah pengisi yang berbentuk seperti kubus yang panjang sisinya 7 inci. Berapakah kira-kira tinggi bensin dalam pengisi tersebut ? (1 galon = 231 inci kubik)

A.3,8 inci

B.4,2 inci

C.4,7 inci

D.5,2 inci

E.5,6 inci

  1. Jika jari-jari lingkaran P adalah 60% dari jari-jari lingkaran Q, berapa persenkah luas lingkaran P dari luas lingkaran Q?

A.36

B.40

C.64

D.80

E.120

  1. Ki Agus telah menjual barang dengan harga Rp 95.000,-, ia memperoleh laba 25% dari harga beli. Berapakah harga beli sebenarnya?

A.Rp 88.000

B.Rp 80.000

C.Rp 77.000

D.Rp 76.000

E.Rp 64.000

  1. Cita bekerja  di  sebuah  pabrik  dari  jam 08.00  hingga  pukul  00.  Ia  diberikan  upah  Rp  800/jam. Apabila ia lembur, maka ia akan dibayar 50%/jam jika lewat dari jam 16.00. Jika ia menerima upah sebesar Rp 8.000 pada hari itu, maka pukul berapa ia pulang??

A.17.00

B.17.50

C.18.45

D.19.30

E.20.00

  1. Lembaran seng lebarnya 18/3 kaki (delapan belas per tiga kaki). 1 kaki = 16 cm. Lembaran ini akan dipotong-potong menjadi  beberapa  bagian  yang  masing-masing  4  inchi  (1  inchi  =  1  ½  cm). Berapakah potongan yang akan dihasilkan dari lembaran tersebut…

A.18 potong

B.17 potong

C.16 potong

D.15 potong

E.14 potong

LOGIKA ANALISA

Pilih satu jawaban dengan menggunakan Logika Analisa

  1. Baju-baju yang dijual di toko pakaian “Mewah” tidak ada yang memiliki renda. Neni membeli sebuah baju berenda di toko pakaian remaja.

Kesimpulan:

A.Baju berenda hanya ada di toko pakaian remaja.

B.Neni tidak pernah membeli baju di toko pakaian “Mewah”

C.Di toko pakaian “Mewah” tidak ada pakaian remaja.

D.Toko pakaian “Mewah” adalah satu-satunya toko yang tidak menjual baju berenda.

E.Baju berenda Neni tidak dibeli di toko pakaian “Mewah”

  1. Pabrik roti M hanya membuat roti dengan bahan dasar tepung beras atau tepung jagung. Untuk bulan ini, roti “pisang crispy” tidak dibuat dengan menggunakan tepung beras. Kesimpulan:

A.Roti “pisang crispy” selalu dibuat dengan menggunakan tepung jagung.

B.Untuk bulan ini pabrik roti M hanya membuat roti dengan bahan dasar tepung jagung.

C.Roti “pisang crispy” selalu dibuat dengan menggunakan bahan dasar tepung beras.

D.Pabrik roti M hanya membuat roti “pisang crispy” pada bulan ini.

E.Untuk bulan ini roti “pisang crispy” dibuat dengan menggunakan tepung jagung.

  1. Setiap hari seluruh tiket masuk kebun binatang G habis terjual. Hari ini masih tersisa tiga buah tiket masuk cadangan kebun binatang. Kesimpulan:

A.Masih ada tiket cadangan yang tidak terjual pada hari libur.

B.Hari ini bukan hari libur maka tiket tidak terjual habis.

C.Hanya di kebun binatang G yang semua tiketnya terjual pada hari libur.

D.Tiket masuk cadangan kebun binatang G tidak terjual habis.

E.Tiket masuk kebun binatang G kadang tidak terjual habis.

  1. Setiap boneka yang dijual di toko “imoet” mengenakan pakaian biru atau merah. Boneka Barbie yang dibeli Benny di toko “imoet” tidak mengenakan rok merah. Kesimpulan:

A.Benny membeli satu-satunya boneka Barbie di toko  “imoet”

B.Hanya toko “imoet” yang menjual boneka berpakaian biru.

C.Boneka Barbie yang dibeli Benny pasti mengenakan pakaian berwarna biru.

D.Benny hanya membeli boneka yang mengenakan pakaian berwarna biru.

E.Benny tidak menyukai boneka yang mengenakan rok merah.

  1. Semua orang Jogja ramah dan baik hati. Nafis orang Jogja. Kesimpulan:

A.Nafis orangnya baik hati.

B.Nafis orang yang ramah.

C.Nafis baik hati dan ramah.

D.Nafis tinggal di Jogja.

E.A, B, C, D tidak benar.

Demikian Postingan kami kali ini mengenai Contoh Soal TPA Bappenas Terbaru. Semoga bermanfaat dan terimakasih atas kunjungannya.

Contoh Soal TPA Bappenas Terbaru