Soal TPA Bukan Sekadar Hitung-Hitungan: Ini Strategi Berpikirnya

Siap SIMAK UI? Latihan Soal & Tips Bahasa Inggris

Soal TPA Bukan Sekadar Hitung-Hitungan: Ini Strategi Berpikirnya

Banyak orang beranggapan bahwa Tes Potensi Akademik (TPA) hanya soal hitung-hitungan matematika atau rumus angka saja. Padahal sebenarnya, TPA jauh lebih luas dan menekankan strategi berpikir secara logis, kreatif, dan terstruktur daripada sekadar perhitungan cepat. Tes ini sering digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif seseorang dalam berbagai situasi seleksi seperti masuk universitas, beasiswa, atau rekrutmen.

Baca juga : 5+ Kiat Ampuh Meningkatkan Kemampuan Berpikir Verbal

Apa Itu TPA? Lebih dari Sekadar Matematika

TPA adalah tes yang dirancang untuk mengukur potensi berpikir seseorang secara umum, termasuk kemampuan berpikir analitis, logis, verbal, dan numerik. Ini bukan tentang hafalan rumus atau pengetahuan pelajaran tertentu, tetapi tentang cara otak menyusun jawaban dari informasi yang diberikan.

Dalam TPA biasanya ada beberapa jenis soal:

  • Verbal, seperti analogi kata dan pemahaman teks
  • Numerik, yang melibatkan angka dan pola
  • Logika/penalaran, yang menantang cara kamu menganalisis dan menarik kesimpulan dari data
  • Figural / spasial, yang menguji pola gambar atau bentuk.

Karena itu, meskipun soal numerik muncul, kemampuan berpikir yang diuji adalah analisis pola dan hubungan antara elemen soal, bukan sekadar hitung cepat.

1. Berpikir Analitis: Kunci Memecahkan Soal TPA

Saat menghadapi soal TPA, kemampuan untuk membaca informasi dengan cepat dan memahami hubungan antar data adalah hal penting. Misalnya, saat kamu melihat soal berupa deret angka atau analogi bentuk, kamu perlu menemukan aturan atau pola di balik susunan tersebut.

Ini berbeda dengan soal hitung cepat biasa. Penguasaan pola berpikir analitis membuatmu bisa menyelesaikan soal lebih cepat karena kemampuan ini membantu menjawab tanpa bergantung pada kalkulator atau perhitungan panjang.

2. Kemampuan Logika: Menafsirkan Bukan Hanya Menghitung

Soal-soal TPA seringkali mengandung elemen logika. Artinya, kamu harus bisa membuat relasi sebab-akibat, menyimpulkan dari data, atau menyusun argumentasi yang tepat.

Contohnya, meskipun soal bisa terlihat seperti angka, sebenarnya yang diuji adalah kemampuanmu untuk melihat pola — seperti urutan angka yang mengikuti aturan tersembunyi atau hubungan logis antar angka tersebut — bukan sekadar menghitung.

3. Strategi Eliminasi Jawaban

Salah satu strategi berpikir dalam TPA adalah teknik eliminasi. Ini berarti kamu menyingkirkan jawaban yang jelas salah terlebih dahulu sehingga pilihan yang tersisa menjadi lebih kecil, bahkan ketika kamu tidak tahu jawabannya secara langsung.

Teknik ini sangat efektif di bagian soal yang bersifat verbal atau logika, karena beberapa pilihan jawaban biasanya tampak tidak logis jika dibandingkan dengan informasi yang diberikan soal.

4. Fokus pada Pemahaman Soal, Bukan Hitungan Cepat

TPA bukan hanya soal hitung-hitungan cepat. Bahkan, banyak soal numerik yang bukan soal matematika tingkat tinggi, tetapi lebih menekankan pada cara berpikir yang terstruktur untuk menemukan pola angka atau hubungan antar angka.

Contohnya dalam soal seri huruf atau angka, kamu sebenarnya diminta melihat aturan yang konsisten di balik urutan tersebut — sebuah bentuk logika berpikir — bukan sekadar menyelesaikan perhitungan kompleks.

5. Latihan Soal dengan Tujuan Melatih Pola Berpikir

Untuk sukses di TPA, latihan harus bukan sekadar menghafal langkah-langkah hitung. Latihan yang baik adalah yang membantu kamu mengenali pola, logika soal, dan cara berpikir umum TPA sehingga ketika kamu lihat tipe soal baru sekalipun, kamu sudah terbiasa mencari jawaban melalui pendekatan logis, bukan panik.

Simulasi soal yang mencakup berbagai tipe — verbal, numerik, logika, dan figural — dapat membantumu memahami bentuk soal yang berbeda dan bagaimana strategi berpikir berubah sesuai dengan jenis soal.

6. Manajemen Waktu

Karena TPA sering diberikan dalam batas waktu yang ketat, mengatur waktu selama ujian sangat penting. Kamu perlu tahu kapan harus cepat dan kapan harus mundur dari soal yang memakan waktu terlalu banyak. Praktik manajemen waktu yang baik membuatmu bisa menyelesaikan soal lebih banyak tanpa terjebak hanya pada hitung-hitungan.

7. Berpikir Kritis & Kreatif

Terakhir, strategi berpikir yang diperlukan dalam TPA adalah kritis dan kreatif. Beberapa soal dirancang agar tidak mudah ditebak, sehingga kamu perlu berpikir di luar pola hitungan biasa — dengan menganalisis hubungan yang tidak langsung, melihat analogi yang tersembunyi, atau menciptakan strategi jitu untuk menyelesaikan soal.

3 Latihan soal : 

1. Jika diketahui a=½b, maka nilai b+2 adalah …
A. 2a
B. 2a+2
C. a
D. a/2
Jawaban : B. 2a+2
Pembahasan:
a=½b
b=2a
b+2=2a+2

2. Hasil dari soal operasi hitung berikut ini adalah …
(180:9)2 – (120-101)2
A. 19
B. 39
C. 29
D. 37
Jawaban: B. 39
Pembahasan:
(180:9)2 – (120-101)2
(20)2 – (19)2
400 – 361 = 39
Untuk tips pengerjaannya, kamu bisa menggunakan cara a2 – b2 = (a+b)(a+b).
Dengan begitu, kamu akan mendapatkan:
(20+19)(20-19)
39 x 1 = 39

3. Nilai y yang benar dari soal di bawah ini adalah …
201 x 3 + y = 3.230
A. 2.146
B. 2.467
C. 2.627
D. 2.726
Jawaban: C. 2.627
Pembahasan:
(210 x 3) + y = 3.230
603 + y = 3.230
y = 2.627

Tes Potensi Akademik bukan sekadar hitung-hitungan angka. Ini adalah tes yang menilai kemampuan berpikir, termasuk logika, analisis, pola, dan penalaran kritis. Oleh karena itu, strategi terbaik bukan menghafal rumus, tetapi:

  • Memahami pola berpikir TPA,
  • Meningkatkan kemampuan logika dan analisis,
  • Menggunakan strategi eliminasi jawaban,
  • Berlatih berbagai tipe soal secara terstruktur.

Dengan memahami strategi berpikir di balik soal TPA, bukan hanya hitungan yang kamu kuasai — tetapi juga cara berpikir yang lebih tajam dan efektif untuk menghadapi tes ini.

Leave a Reply

*