Latihan Soal Subtes Verbal TPA Bappenas
Kemampuan kognitif tingkat tinggi menjadi pembeda utama antara peserta rata-rata dan mereka yang lolos dengan gemilang. Di dalam rangkaian uji kemampuan berpikir tersebut, subtes verbal memegang peranan penting. Subtes ini tidak hanya berfungsi untuk mengukur seberapa luas wawasan kosakata yang diketahui oleh seseorang, tetapi mengevaluasi cara kerja otak seseorang dalam memetakan hubungan makna, menangkap pola asosiasi logis, serta menarik konklusi yang sah dari premis-premis abstrak.
Dua pilar penopang ketajaman subtes verbal yang menjadi penentu skor tinggi dalam contoh soal subtes verbal TPA Bappenas analogi dan silogisme adalah analogi yaitu uji padanan hubungan semantik antar-kata dan silogisme yaitu uji penalaran logis formal. Tanpa adanya pemahaman pola yang matang mengenai soal subtes verbal TPA Bappenas sering terlihat menjebak, penuh asumsi subjektif, atau terlihat benar padahal sesat secara struktur logika.
Melalui contoh soal subtes verbal TPA Bappenas analogi dan silogisme Anda akan dilatih untuk membiasakan diri berpikir secara sistematis, terstruktur, dan bebas dari bias emosional atau asumsi liar.
Contoh Soal Subtes Verbal TPA Bappenas Analogi & Silogisme
Analogi
1. Mata : Air Mata = Kelenjar : …
A. Keringat
B. Hormon
C. Darah
D. Saliva
E. Enzim
2. Termometer : Suhu = Barometer : …
A. Curah Hujan
B. Kelembapan Udara
C. Tekanan Udara
D. Kecepatan Angin
E. Ketinggian Tempat
3. Buku : Bab = Pohon : …
A. Akar
B. Daun
C. Ranting
D. Batang
E. Buah
4. Dermawan : Derma = … : …
A. Hakim : Keadilan
B. Politikus : Kekuasaan
C. Ilmuwan : Hipotesis
D. Filantrop : Amal
E. Egois : Pamrih
5. Oksigen : Respirasi = Glukosa : …
A. Fotosistesis
B. Metabolisme
C. Fermentasi
D. Ekskresi
E. Digesti
Silogisme
6. Silogisme Kuantor (Semua atau Sebagian)
- Premis 1: Semua peneliti adalah pemikir kritis
- Premis 2: Sebagian pemikir kritis gemar menulis esai
Kesimpulan yang sah adalah …
A. Semua peneliti gemar menulis esai
B. Sebagian peneliti gemar menulis esai
C. Sebagian pemikir kritis adalah peneliti
D. Tidak dapat ditarik kesimpulan tentang hubungan peneliti dan penulis esai
E. Semua yang gemar menulis esai adalah peneliti
7. Silogisme Hipotesis (Jika – Maka)
- Premis 1: Jika anggaran riset disetujui, maka jurnal internasional diterbitkan
- Premis 2: Jurnal internasional tidak diterbitkan
Kesimpulan yang sah adalah …
A. Anggaran riset disetujui
B. Anggaran riset tidak disetujui
C. Sebagian anggaran riset disetujui
D. Jurnal nasional diterbitkan
E. Tidak dapat disimpulkan
8. Silogisme Berantai (Syllogism Chain)
- Premis 1: Setiap dosen senior memiliki publikasi Scopus
- Premis 2: Andi adalah dosen senior
- Premis 3: Pemilik publikasi Scopus berhak ikut konvensi global
Kesimpulan yang sah adalah …
A. Andi bukan peserta konvensi global
B. Andi berhak ikut konvensi global
C. Peserta konvensi global hanyalah dosen senior
D. Andi tidak memiliki publikasi Scopus
E. Sebagian dosen senior ikut konvensi global
9. Negasi atau Penarikan Kesimpulan Campuran
- Premis 1: Semua kebijakan publik yang transparan didukung publik
- Premis 2: Kebijakan X tidak didukung publik
Kesimpulan yang sah adalah …
A. Kebijakan X transparan
B. Kebijakan X bukan kebijakan publik
C. Kebijakan X tidak transparan
D. Sebagian kebijakan publik transparan
E. Tidak dapat ditarik kesimpulan
10. Penalaran Kuantor Eksistensial
- Premis 1: Beberapa pejabat publik adalah alumni Unhan
- Premis 2: Semua alumni Unhan memiliki wawasan bela negara
Kesimpulan yang sah adalah …
A. Semua pejabat publik memiliki wawasan bela negara
B. Beberapa pejabat publik memiliki wawasan bela negara
C. Semua yang berwawasan bela negara adalah pejabat publik
D. Beberapa pejabat publik bukan alumni Unhan
E. Tidak ada pejabat publik berwawasan bela negara
Baca Juga: Pelatihan TPA Bappenas – Mengenal TesPotensi Akademik
Pembahasan:
1. Jawaban: B. Hormon
Hubungan organ atau bagian tubuh dengan produk atau cairan spesifik yang disekresikannya secara umum. Mata mengeluarkan air mata: kelenjar (endokrin atau eksokrin tubuh secara umum) mengeksresikan hormon.
Catatan: Keringat diproduksi kelenjar keringat, tapi pilihan hormonal atau endokrin lebih pas dalam padanan sistem umum analogi Bappenas.
2. Jawaban: C. Tekanan Udara
Alat ukur dan besaran fisika yang diukurnya. Termometer mengukur suhu, sedangkan barometer mengukur tekanan udara.
3. Jawaban: C. Ranting
Hubungan bagian struktural utama penyusun keseluruhan objek. Buku tersusun atas bab-bab utama: pohon tersusun atas bagian struktur utama yang membelah atau cabang penyusun tajuk yaitu ranting atau dahan (atau bagian vertikal utama: ranting paling pas merepresentasikan pembagian struktur anak dari batang).
4. Jawaban: D. Filantrop : Amal
Karakter orang atau profesi atau sifat dengan objek utama perbuatannya. Dermawan identik memberikan derma dan filantrop identik dengan aktivitas atau pemberian amal (filantropi).
5. Jawaban: B. Metabolisme
Zat masukan (input) esensial yang diproses dalam suatu mekanisme biologis. Oksigen dibutuhkan dalam respirasi, sedangkan glukosa adalah bahan bakar utama dalam metabolisme seluler tubuh (atau glikolisis atau metabolisme umum: pilihan metabolisme mencakup jalur pemrosesan tingkat dasar).
6. Jawaban: D. Tidak dapat ditarik kesimpulan tentang hubungan peneliti dan penulis esai
Himpunan “peneliti” ada di dalam “pemikir kritis”. Himpunan “gemar menulis esai” beririsan dengan “pemikir kritis”. Karena irisan penulis esai tidak harus menyentuh area kecil “peneliti”, kita tidak bisa memastikan apakah ada peneliti yang menulis esai atau tidak. Kesimpulan pasti tidak bisa ditarik, jadi jawaban yang paling tepat adalah Tidak dapat ditarik kesimpulan tentang hubungan peneliti dan penulis esai.
7. Jawaban: B. Anggaran riset tidak disetujui
Logika: “Kalau hujan basah”, artinya Hujan = sebab, basah = akibat.
Jika akibatnya tidak terjadi ternyata jalanan kering atau tidak basah, artinya sebabnya hujan tadi pasti tidak terjadi.
Pada soal di atas Jurnal tidak terbit (akibat batal), otomatis uang anggarannya tidak disetujui dari awal (sebab batal)
8. Jawaban: B. Andi berhak ikut konvensi global
Syarat untuk menjadi peserta konvensi yaitu punya Scopus, pada premis menyatakan yang punya Scopus adalah Dosen senior, dan dosen seniornya adalah Andi. Karena syaratnya berantai nyambung dari ujung ke ujung tanpa putus dan Andi memenuhi syarat awal maka Andi berhak ikut konvensi global.
9. Jawaban: C. Kebijakan X tidak transparan
Aturan kebijakan bersih atau transparan pasti disayang rakyat (didukung), kenyataannya rakyat ngga dukung. Kesimpulannya kebijakan tersebut dari awal sudah tidak transparan makanya rakyat nolak.
Simpelnya batal di akibat? batal juga di syarat awal
Jadi jawaban yang tepat adalah Kebijakan X tidak transparan.
10. Jawaban: B. Beberapa pejabat publik memiliki wawasan bela negara
- Premis satu menyatakan beberapa pejabat = Alumni Unhan
- Premis dua menyatakan semua alumni Unhan = Punya wawasan bela negara
Artinya terdapat sekumpulan pejabat yang sebagian dari mereka ternyata double status menjadi alumni Unhan. Aturan mutlak untuk semua Alumni Unhan mereka wajib atau pasti memiliki wawasan bela negara. Irisan kecil antara pejabat dan alumni Unhan pasti otomatis masuk ke dalam kelompok berwawasan bela negara. Jadi, beberapa pejabat publik memiliki wawasan bela negara.
Ketika Anda mempelajari lebih dalam berbagai contoh soal subtes verbal TPA Bappenas baik melalui ketajaman padanan makna kata maupun labirin logika formal silogisme, Anda sebenarnya sedang mengasah cara otak Anda berproses di bawah tekanan. Di balik deretan pilihan ganda tersimpan uji kapasitas nalar, kejernihan asosiasi, dan kebebasan dari jebakan asumsi subjektif yang dapat meruntuhkan skor para kandidat.
Jadikan latihan soal subtes verbal TPA Bappenas sebagai kebiasaan kognitif (cognitive habit), bukan hanya beban administratif menjelang hari ujian dilaksanakan. Karena dengan semakin sering Anda membedah struktur premis dan relasi semantik, otomatis insting dan analitis Anda bekerja, baik saat menghadapi situasi nyata di ruang ujian maupun dalam diskursus profesional dan akademik.
Ketajaman berpikir merupakan investasi yang tidak dapat dibeli dengan jalan pintas. Teruslah mengasah logika, menjaga konsistensi try out, melakukan evaluasi setiap kesalahan, dan hadapi ujian dengan kepala tegak dan keyakinan penuh.
Nah Rekan-rekan Juang, itulah pembahasan tentang Latihan Soal Subtes Verbal TPA Bappenas. Bagi Anda yang ingin memaksimalkan peluang lolos seleksi dengan skor terbaik, Anda bisa mengandalkan Sukses TPA yang terbukti telah meloloskan banyak peserta. Kami mendampingi peserta melalui metode private coaching online yang taktis, materi terupdate, hingga fasilitas uji coba Mini Try Out Bappenas dan Assessment Hitung Cepat gratis.
Yuk, persiapkan langkah awal kesuksesan karier dan studimu dari sekarang! Untuk konsultasi program lebih lanjut atau pendaftaran, silakan hubungi tim admin kami via WhatsApp atau kunjungi website resmi Sukses TPA. Nantikan juga berbagai artikel informatif dan menarik lainnya seputar dunia persiapan seleksi masa depan!



